Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Home » Jawa Timur » Kediri Kabupaten » Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Monumen Simpang Lima Gumul Kediri, sebelumnya Proliman, ada di Desa Tugurejo, di pertemuan lima jalan menuju Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten. Kediri yang pernah punya kerajaan besar, justru mendirikan monumen menyerupai Arc de Triomphe.

Jika monumen Arc de Triomphe di Paris, yang diilhami monumen Arch of Titus orang Romawi, dibuat untuk menghormati mereka yang mati bagi Perancis dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon, maka tidak jelas Monumen Simpang Lima Gumul Kediri ini dibuat untuk siapa.

Mengapa pula bupati yang memprakarsainya tidak membuat monumen agung yang mengambil bentuk dari akar budaya setempat. Bagaimana pun, setidaknya jalanan di sekeliling monumen ini sudah ditata baik, dengan jajaran pohon pakis yang memberi kehijauan meski tidak akan cukup memberi keteduhan bagi pejalan dari terik matahari Kediri.

monumen simpang lima gumul kediri
Pohon pakis atau palm yang ditananam mengelilingi Monumen Simpang Lima Gumul ini sekarang mestinya sudah tinggi dan lebih rindang, hanya saja mungkin belum cukup untuk bisa menaklukkan terik matahari Kediri yang kejam. Pohon Beringin dan Pohon Kepuh baiknya juga ditanam di beberapa sudut untuk memberi keteduhan yang lebih terasa.

Jalanan berlapis aspal yang sangat lebar dan mulus di sekeliling monumen ini masih tampak terlalu mewah dan agak terasa mubazir karena saat itu belum ada kegiatan ekonomi yang berarti di sekitar lokasi monumen. Mudah-mudahan sekarang sudah lebih baik kondisinya. Bangunan monumen mulai dibangun oleh pemerintah daerah setempat pada tahun 2003 dan baru diresmikan pemakaiannya setelah lima tahun kemudian.

monumen simpang lima gumul kediri
Kesan saya saat itu Monumen Simpang Lima Gumul tidak memiliki ornamen yang mengesankan, kecuali relief sederhana yang konon menceritakan sejarah Kediri, berbeda dengan Arc de Triomphe maupun Arc de Titus dengan memiliki lekuk dan detail ornamen indah, yang menunjukkan keseriusan pembuatan dan cita rasa seni budaya tinggi.

Bangunan ini memiliki enam lantai setinggi 30 m dan seluas 6.186 m2. Pembangunannya menelan biaya Rp 300 milyar lebih. Arc de Triomphe tingginya 50 m, dengan lebar 45 m dan ketebalan 22 m. Charles Godefroy pernah menerbangkan pesawat Nieuport biplane-nya melalui lubangnya pada perayaan berakhirnya Perang Dunia I.

monumen simpang lima gumul kediri
Arca Ganesha, dewa yang banyak dipuja oleh umat Hindu dengan gelar Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan, Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bala dan Dewa Kebijaksanaan, diletakkan sudut monumen. Arca yang sesungguhnya cukup besar itu, terlihat kerdil di Monumen Simpang Lima Gumul, dan tidak cukup menerbitkan decak kagum.

Proyek ini dikabarkan merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membuat sebuah Pusat Perdagangan yang juga berfungsi sebagai pusat rekreasi. Sebuah pemikiran dan rencana yang tampak sangat baik, namun sayang sekali pemilihan ikon-nya menjadi kontroversial dan tidak produktif.

Begitupun area parkir kendaraan dibuat dan ditata baik, dimana pengunjung melalui terowongan untuk ke lokasi monumen. Di lahan tanah yang masih tidur di sekitar lokasi, seorang pria asik menyabit rumput, mungkin untuk pakan ternaknya, sementara sepedanya disenderkan pada pohon di tepian jalan.

monumen simpang lima gumul kediri
Salah satu lorong yang membelah tengah Monumen Simpang Lima Gumul Kediri, memperlihatkan perbandingan ketinggian monumen dengan orang yang ada di bawahnya. Monumen ini mestinya bisa menjadi sebuah pameran citarasa seni budaya tinggi yang sejak jaman dahulu telah ada dan tumbuh di wilayah Kediri. Sayangnya belum.

Untuk menjadi bangunan megah yang agung dan membumi, rancangannya perlu dikerjakan dengan jauh lebih baik lagi. Namun suka tidak suka, monumen itu sudah selesai dibangun, dan telah pula menelan biaya ratusan miliar uang negara. Monumen ini tinggal diperbaiki dan dikembangkan, baik dari sisi seni budaya maupun ekonominya.

Tentu sebaiknya bangunan ini diperkaya dengan detail ornamen yang mampu menunjukkan keagungan budaya Kediri yang tua dan kuat, dan menjadi inspirasi masyarakat serta bagi pejalan yang berkunjung. Dengan demikian, aspek ekonominya bisa berkembang seiring dengan bunyi decak kagum pejalan yang mengunjunginya.

Galeri (17 foto): 1. Pohon Pakis s/d 17. Jalan Berkelas.

Monumen Simpang Lima Gumul Kediri

Alamat: Desa Tugurejo, Kecamatan Gampengrejo, Kediri Kabupaten, Jawa Timur. Lokasi GPS: -7.8160689, 112.0620649, Waze. Jam buka 24 jam. Harga tiket masuk gratis. Tempat Wisata di Kediri, Peta Wisata Kediri, Hotel di Kediri

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »