Monumen Mayor Achmadi Solo

Home » Jawa Tengah » Solo » Monumen Mayor Achmadi Solo
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Hanya karena ketertarikan biasa dan juga adanya rasa ingin tahu yang membuat saya meminta Pak Jum untuk meminggirkan kendaraan untuk melihat Monumen Mayor Achmadi Solo. Sebelum lampu merah di perlimaan jalan patung besar terbuat dari perunggu itu berdiri tegak di atas dudukan beton di taman kecil yang lumayan bagus penataannya.

Saya perlu menunggu beberapa saat di tepi jalan untuk dapat menyeberang lantaran lalu lintas lumayan sibuk sore hari itu. Akhirnya ada juga jeda ruang kosong sedikit untuk saya bisa berlari menyeberang jalan dan mendekati lokasi dimana patung itu berada.

Setelah melihat patung dari dekat dan melihat prasasti serta tengara lain yang ada di sekitar patung, barulah saya tahu bahwa nama resmi patung itu adalah Monumen Mayor Achmadi, sebagai penghargaan bagi sang pejuang yang pernah menjadi Komandan Ex TP/TNI Detasemen II Brigade 17 Surakarta.

monumen mayor achmadi
Monumen Mayor Achmadi terdiri dari Patung Mayor Achmadi setinggi 8 meter, prasasti dan tengara, beberapa relief pada tembok di bawah patung berisi kisah perjuangan Mayor Achmadi, serta taman yang cukup luas.

Peletakan batu pertama Monumen Mayor Achmadi dilakukan pada 27 Maret 2010, dan diresmikan pada 7 Agustus 2010 oleh Panglima TNI Jend TNI Djoko Santoso dan Walikota Surakarta Ir H Joko Widodo (Jokowi).

Mayor Achmadi pada patung itu digambarkan pada posisi berdiri tegap, berseragam, mata memandang lurus ke depan, tangan kiri memegang sebuah buku, dan tangan kanan ada pada pestol. Sebuah emblem tersemat pada pecinya, dan pada pundaknya terdapat tanda-tanda kepangkatan.

Mayor Achmadi dilahirkan di Ngrambe, Kabupaten Ngawi, pada 5 Juni 1927. Dalam karir kemiliterannya ia pernah menjadi Komandan Laskar Kere, Komandan Tentara Pelajar (TP) Kompi 120 Batalyon 100, Komandan Tentara Datasemen II Brigade 17 Surakarta, dan Komandan SWK Arjuna 106 dalam Serangan Umum Surakarta yang berlangsung pada 7 -10 Agustus 1949.

monumen mayor achmadi
Salah satu relief yang berada di bahwa Patung Mayor Achmadi. Tak jelas apa yang coba diceritakan oleh relief ini. Beberapa orang bersenjata tampak tengah berbaris, dengan para pengungsi berjalan di belakangnya. Ada dua orang yang tengah berbincang seperti sedang berunding, lalu ada orang bertemu dan saling mengepalkan tangan meninju udara dan mungkin sama-sama memekikkan mantra perjuangan “Merdeka!!!”.

Serangan Umum Surakarta dilakukan oleh Detasemen II Brigade 17 Surakarta yang dipimpin oleh Mayor Achmadi terhadap tentara penduduk Belanda di Kota Solo. Serangan dari empat penjuru Kota Solo dilakukan secara serentak dan bergelombang dari Rayon I Polokarto dibawah pimpinan Suhendro, Rayon II dibawah Sumarto, Rayon III dibawah Prakosa, Rayon IV dibawah A Latif, dan Rayon Kota dibawah pimpinan Hartono. Slamet Riyadi yang memimpin pasukan Brigade V/Panembahan Senopati ikut membantu menjelang pertengahan pertempuran.

Gagalnya Tentara Kerajaan Belanda mempertahan Kota Solo dalam pertempuran empat hari itu dipercayai menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam menggoyahkan keyakinan Parlemen Belanda terhadap kinerja tentaranya, dan membuat perdana menteri Drees akhirnya mengakomodasi tuntutan delegasi Indonesia sebagai syarat sebelum menghadiri Konferensi Meja Bundar.

monumen mayor achmadi
Seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil terlihat tengah menggelandang di area taman. Entah mereka gelandangan betulan, ataukah warga miskin setempat yang tengah menikmati suasana taman di sekitar monumen.

Hampir tak ada pejalan kaki lewat di sekitar jalan ini, setidaknya begitulah yang saya amati selama berada di tempat itu. Hanya pengendara motor dan mobil yang berlalu lalang nyaris tak henti, dan sedikit diantara mereka yang memperhatikan keberadaan monumen.

Seringkali patung dan monumen memang hanya menjadi hiasan kota yang penting untuk dibuat sebagai peringatan atau kenangan, diresmikan oleh pejabat dengan sebuah upacara meriah, dan kemudian ada di sana untuk dilupakan.

Foto Monumen Mayor Achmadi berikutnya: 4.Prasasti 5.Jurus-Jurus Perlawanan 6.Donatur 7.Penyematan 8.Relief

Monumen Mayor Achmadi

Alamat: Simpang Lima Margoyudan. Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari. Solo, Jawa Tengah. GPS: -7.55888, 110.82830. Tempat Wisata di Solo . Peta Wisata Solo . Hotel di Solo.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »