Monumen Kejawanan Cirebon

Tanda Benda Cagar Budaya yang bertuliskan Monumen Kejawanan tertangkap mata dan menarik perhatian saya selepas mengunjungi Pelabuhan Kejawanan. Lokasi Monumen Kejawanan ini tepat berada di seberang jalan masuk ke Pelabuhan Kejawanan Cirebon.

Monumen Kejawanan Cirebon

Alamat : Jl. Yos Sudarso, Cirebon. Juru Kunci : Raden Utara, HP: 085324093339. Lokasi GPS : -6.73482, 108.57968, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Terdekat : Pelabuhan Kejawanan (300 m), Masjid Agung Sang Cipta Rasa (2 km). Rujukan : Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon, Hotel di Cirebon.

Saya pun meminta supir mobil sewaan untuk masuk ke halaman Monumen Kejawanan Cirebon yang tidak begitu luas ini. Pintu masuk ke dalam bangunan monumen yang tampak sederhana itu terkunci rapat ketika kami datang.

Saya pun mengitari bangunan monumen ke arah belakang, dan meminta tolong kepada seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan Monumen Kejawanan ini untuk memanggil penjaganya. Selang berapa menit penjaga pun datang dan membukakan pintu untuk kami masuk ke dalam situs Monumen Kejawanan ini.

tengara di Monumen Kejawanan Cirebon
Inilah tengara Benda Cagar Budaya yang tertangkap mata saya selagi melintasi jalanan di depan Monumen Kejawanan, dengan tulisan abad 17 yang merupakan perkiraan dibuatnya situs Monumen Kejawanan ini. Monumen Kejawanan memang tidak masuk ke dalam target kunjungan, karena tidak saya temukan dalam situs web mana pun ketika hendak berkunjung ke Cirebon.

ornamen mahkota Monumen Kejawanan Cirebon
Ornamen berbentuk seperti mahkota ganda dengan lengkung bergerigi yang menghiasi puncak wuwungan bangunan berbentuk Joglo pada Monumen Kejawanan Cirebon.

bangunan joglo Monumen Kejawanan Cirebon
Bangunan Joglo Monumen Kejawanan. Selain pintu masuk yang dipagari bambu berwarna kuning, juga ada pintu masuk di sebelah kiri bangunan.

ruangan di Monumen Kejawanan Cirebon
Ruangan di belakang pintu gembok Monumen Kejawanan ini berbentuk memanjang, berukuran sekitar 3 x 6 meter, dan di bagian tengah dinding depan yang bercat merah gaya Majapahitan terdapat sebuah lubang pendek, dengan tempat pedupaan dan tebaran bunga di lantai undakannya. Di balik kelambu adalah tempat yang tampaknya dikeramatkan. Sedangkan keramik yang menempel pada dinding monumen ini konon masih asli dari abad ke-17.

keramik cina di Monumen Kejawanan Cirebon
Sebuah keramik di Monumen Kejawanan yang bergambar orang, seekor kuda, serta ornamen bunga di tepiannya yang tampak sudah mulai rusak dimakan waktu. Guratan ornamen daun terlihat tergurat pada dinding bercat merah di sebelah kiri piringan keramik.

Beberapa piring keramik di dinding ini sudah hampir tidak bisa dilihat lagi lukisan yang ditoreh pada permukaannya. Udara di sekitar Monumen Kejawanan memang banyak mengandung garam, karena lokasinya yang sangat dekat dengan laut, sehingga sangat berpengaruh terhadap keawetan piringan keramik di Monumen Kejawanan ini, apalagi jika tidak dirawat dengan semestinya.

keramik cina retak
Keramik lainnya di Monumen Kejawanan yang telah retak di beberapa bagian, dengan lingkaran bermotif kawung, ornamen bunga di sekelilingnya, serta cakram bunga bertangan enam dipusatnya.

pintu masuk dalam Monumen
Pintu masuk ke dalam ruang bagian dalam Monumen Kejawanan, yang hanya setinggi dada orang dewasa, letaknya berada di sebelah kanan bangunan, di belakang pintu pagar bambu yang bercat kuning. Juru kunci masuk dari lubang ini untuk membukakan kelambu tempat keramat.

langit-langit bangunan Monumen
Langit-langit bangunan Monumen Kejawanan ini tampak sederhana saja. Sebagian kayu reng tampak sudah rapuh, patah, dan tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Bagian atap Monumen Kejawanan ini memang memerlukan perbaikan segera agar tidak semakin parah.

raden utara Monumen Kejawanan Cirebon
Menurut penuturan juru kunci yang bernama Raden Utara, situs Monumen Kejawanan ini merupakan sebuah petilasan, tempat pertapaan Pangeran Sukmajaya yang adalah juru penasehat (Juru Martani) Sunan Gunung Jati. Makam Pangeran Sukmajaya sendiri berada di Gunung Sembung, di kompleks Makam Sunan Gunung Jati.

Meskipun Monumen Kejawanan telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya, namun dari dinas terkait sampai saat itu belum ada dukungan untuk membantu biaya pemeliharaan dan tidak pula ada honor yang diberikan bagi Raden Utara, yang masih keturunan Panembahan Ratu Girilaya. Karenanya Raden Utara hanya mengandalkan derma dari tamu yang berkunjung. Uluran tangan sangat ia harapkan untuk memperbaiki atap Monumen Kejawanan yang rusak.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Barat » Cirebon Kota » Monumen Kejawanan Cirebon

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 28 Juni 2017. Tag:

Tulisan lainnya : Jasa Travel Jakarta Bandung | Hotel di Kutai Timur | 21 Peta Wisata Jakarta Barat | Situs Kuta Gegelang Gunung Bunder, Bogor | 69 Tempat Wisata di Kebumen | Masjid Al Atiq Jakarta | Makam Sunan Giri Gresik | Taman Suropati Jakarta | Jahat ke Baik | Jembatan Lengkung Lolong Pekalongan |