Miss Kadaluwarsa

Mungkin Miss Kadaluwarsa yang memanggil, karena saya pikir tak bisa menyaksikan pertunjukan drama komedi musikal ini. Mungkin juga karena setelah makan siang di Sate Sanayan Kebon Sirih, pikiran menjadi sedikit lebih terang. Alih-alih menuju ke rumah, saya mengarahkan mobil ke Gedung Kesenian Jakarta dimana lakon Miss Kadaluwarsa tampil pada jam 2 sore pada Sabtu itu, 26 Mei 2007.

Saya membeli tiket seharga Rp.150,000, untuk kursi di baris paling belakang. Posisi yang saya suka untuk mengambil foto. Miss Kadaluwarsa, yang diproduksi EKI Production dan dipimpin Rusdy Rukmarata, adalah perjalanan di dalam jagad cilik seorang perempuan dengan karir sukses untuk menemukan identitas sejatinya, yang pada akhirnya mengerti dan harus menerima kenyataan pahit tentang cinta.

Miund benar, bahwa Miss Kadaluwarsa sebuah tontonan yang bagus. Cerita Miss Kadaluwarsa mencoba menarik benang drama pahit kisah cinta Sampek – Engtay dengan kenyataan kekinian yang diwajahi banyak orang, terutama perempuan, dan keluarganya. Perempuan, ketika melewati usia 30 tahun dan belum menikah, dianggap oleh banyak kalangan sebagai kadaluwarsa.

miss kadaluwarsa eki production
Gedung Kesenian Jakarta, diambil pada pagi hari. Foto ini memperlihatkan keelokan gedung peninggalan dari jaman kolonial Belanda ini. Gedung bergaya neo-renaisance itu dibangun pada tahun 1821 di Weltevreden yang dahulu dikenal bernama Theater Schouwburg Weltevreden, juga disebut Gedung Komedi.

Gedung ini digunakan untuk Kongres Pemoeda I pada 1926. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) juga beberapa kali bersidang di sana. Pada 1951 gedung dipakai UI Fakultas Ekonomi & Hukum, dan 1957-1961 dipakai Akademi Teater Nasional Indonesia. Pada 1968 menjadi bioskop “Diana” dan 1969 dipakai Bioskop “City Theater”. Pada tahun 1984 baru diresmikan sebagai Gedung Kesenian.

miss kadaluwarsa eki production
Sebuah kelompok Band, yang dipimpin Oni Krisnerwinto, tengah memainkan musik, menempati posisi tinggi di atas panggung, ketika saya memasuki auditorium GKJ. Kemunculan mereka cukup memikat, dengan posisi para musisi yang begitu tak biasa dan menyedot perhatian para penonton yang memenuhi ruangan.

Musik dan bebunyian merupakan faktor penting lain dalam pertunjukan ini. Oni, komposer dan penata musik, telah melakukannya dengan sangat baik, didukung para pemain band (Bambang, Yusuf, Tonny, Hanny and Gerry). Para sound engineers juga telah melakukan pekerjaan mereka. Tidak ada satu pun gangguan suara selama pertunjukan berlangsung.

Tarian merupakan salah satu kekuatan tontonan ini, sangat hidup, penuh energi, bergairah dan sangat menghibur. Rudy Wowor dan Rusdy telah menunjukkan kualitas mereka sebagai koreografer senior. Para penari tentu layak mendapat pujian juga. Peralatan dan penempatannya di panggung, kostum dan pencahayaan juga sangat baik. Seekor ayam jantan yang berkokok hidup selama pertunjukan, juga ikut menyegarkan suasana. Dua jempol.

miss kadaluwarsa eki production
Pertunjukan dimulai dengan munculnya sekelompok orang memasuki ruangan, membawa jasad Sampek yang memakai kostum tradisional Cina untuk dikuburkan. Lantaran merasa pepat dan tidak tahan hidup merana sendirian setelah ditinggal Sampek, maka Engtay pun ikut terjun ke dalam kuburan Sampek. Sampek dan Engtay pun bersatu di alam kubur. Sebelumnya, sepanjang perjalanan menuju ke panggung dan lalu lenyap di belakang sana, sang pendeta (dimainkan Wen Pin) dan pembantunya (Hendra M.) berceloteh dalam bahasa Cina dengan dialek kocak yang menciptakan suasana segar dan menghibur.

miss kadaluwarsa eki production
Lalu tampil tarian Kupu-Kupu, dimainkan dengan lincah dan indah oleh sekelompok pemain pria dan wanita, yaitu Angel, Chitra, Indah, Yuli, Limawan, Siswanto, Gede, Triwiyono, Hendy dan Yosep. Tarian dan musik menjadi bagian yang tak terpisah dari pertunjukan ini.

Dewa pun berkata, bahwa lebih baik membunuh sepupu daripada seekor kupu-kupu, karena kupu-kupu melambangkan cinta. Cinta tidak bisa dibunuh. Dewa lalu mengutus Sampek (dimainkan Tan Kok Siong) dan Engtay (Lilies) untuk lahir kembali sebagai Loro dan Blonyo, yang dipercaya orang Jawa sebagai simbol hubungan suami isteri yang abadi, untuk meyakinkan manusia modern akan kekuatan cinta.

Saat bangun, keduanya tercengang lantaran menggunakan kostum tradisional Jawa, lalu berdebat tentang keberadaan cinta, dan akhirnya Sampek menawarkan bukti melalui kehidupan anak-anak. Lalu seorang gadis kecil menggugat mengapa namanya Narsih, sementara teman-temannya, menggunakan nama Ronny, Johny, Denny, dsb. Kelak ia mengganti namanya menjadi Narcissi. Sampek dan Engtay akhirnya menjadi patung di rumah keluarga Paduko. Bertahun kemudian, Bu Duk (Netta Kesumah Dewi) ingin sekali agar puteri tertuanya segera menikahi Fauzy (Uli Herdinansyah), ahli kandungan yang kaya raya dan pecinta perempuan tulen. Namun ayahnya, Romo Paduko (Sukirno), menentangnya.

Ibu Duko memimpikan seorang menantu ideal, yang ia yakini adalah Fauzy orangnya, sosok pintar dan kaya, sementara suaminya sendiri hanya seorang penjaga sekolah. Sementara Narcissi (Takako Leena) adalah seorang pecinta kesempurnaan, yang ingin melihat semuanya teratur. Meskipun karirnya sangat berhasil, ia merasa tidak berarti bagi ibunya sampai ia menikahi Fauzi. Ia juga mengalami kesulitan hubungan dengan Shiva (Aida Nurmala), teman dan musuh besarnya, yang terus menganggapnya sebagai wanita kampungan.

Netta, yang berperan sebagai Bu Duk, bermain dengan sangat baik, setidaknya membuat saya berpikir seribu kali untuk memiliki isteri seperti dirinya. Ia penuntut, rakus, super bawel, namun juga sangat cantik. Takako Leen yang bermain sebagai Narcissi atau Narsih, menjadi bintang pertunjukan. Saya suka ungkapan-ungkapannya yang berat dan pendek. Mengesankan, kalem, dan menenangkan.

Lalu tampil sketsa di sebuah klinik kandungan. Seorang perempuan yang hamil sebelum menikah (dimainkan Veronica Salim) datang untuk meminta bantuan Fauzy. Ia tidak ingin mempertahankan bayi dalam kandungannya, karena akan menghancurkan karirnya. Ada dialog yang kocak dan menghibur antara perempuan itu dengan suster pembantu Fauzy yang juga tengah hamil (dimainkan Helen Irawati). Wanita itu akhirnya terpikat dengan rayuan Fauzy, dan melakukan hubungan seks dengannya.

Kemudian ada dialog antara Fauzy dan Narcissi. Narcissi mengungkapkan isi hatinya bahwa setiap wanita memiliki jam biologis yang pria harus mengerti. Namun Fauzy tidak mau menikahinya. Ia milik semua wanita. Pada sebuah adegan, Shiva, dimainkan dengan sangat ekspresif oleh Aida Nurmala, melakukan dialog imajiner dengan ayahnya yang telah mati, yang mewarisinya dengan harta berlimpah, namun tidak memberinya cinta dan kejujuran. Tipikal hubungan dangkal dalam kehidupan keluarga modern.

Lalu Sita RDS (Rida-Sita-Dewi) menyanyikan Oh Daddy o, komposisi Oni, yang mengisahkan cerita sedih si ayah yang pada akhirnya mengetahui apa yang ia tidak miliki hanya setelah ia berada di dalam liang kubur, sementara bayi terkasihnya masih terus mengejarnya untuk mendapatkan lebih banyak uang darinya. Pada adegan berikutnya Shiva merayu Fauzy dengan rumah mewahnya, yang bisa digunakan Fauzy untuk tempat praktek sebagai dokter ahli kandungan, juga menawarkan Fauzi dengan tubuh sintalnya dan permainan seks terbaik yang Fauzi bisa dapatkan. Engtay sangat marah ketika mengetahui apa yang Fauzy dan Shiva telah lakukan.

Kemudian ada sepenggal dialog hati ke hati antara teman dan musuh. Narcissi tahu bahwa Fauzy tinggal bersama dan telah melakukan hubungan kelamin dengan Shiva, dan meminta penjelasan. Shiva berkelit bahwa Narcissi seharusnya senang, karena ia bisa tahu pria macam apa Fauzy itu. Shiva juga menyemburkan serapah, bahwa Narcissi hanya mencintai citra yang ia ciptakan sendiri. Narcissi akhirnya menjumpai dirinya dalam kesendirian setelah putus hubungan dengan Fauzy, dan hanya ditemani dengan sebuah pesawat TV, pecinta sempurna semua orang. Ada suatu episode dimana Narcissi begitu frustrasinya sampai-sampai ia berpikir untuk menggantung diri.

Dalam situas sangat kritis itu, Romo Duko muncul untuk menyelamatkan nyawa puterinya dan memberinya dengan kedamaian pada hati, jiwa dan pikirnya. Narcissi akhirnya menemukan identitas dirinya, dan ia merasa nyaman untuk dipanggil Narsih oleh ayahnya. Sampek dan Engtay pun sangat lega dengan akhir cerita yang bahagia itu. Pada ujung pertunjukan, Sita dan Rusdy Rumarata berjalan masuk ke atas panggung, dikelilingi oleh semua pemain dan pendukung Miss Kadaluwarsa. Saya bisa katakan bahwa setiap orang pada hari itu bermain dengan sangat baik, sungguh! Dialog mengalir lancar tanpa catat, dengan bloking panggung yang mantap. Mereka pasti telah bekerja sangat keras untuk mencapai tingkat kesempurnaan seperti itu. Selamat!

***

Waktu menunjukkan hampir jam 5 sore saat pertunjukan berakhir. Saya meninggalkan GKJ, menghirup kembali udara kotor Jakarta, masuk ke dalam kendaraan, dan kembali lagi ke kehidupan normal, kehidupan yang menerima semuanya, baik dan buruk, neraka sampai surga. Semuanya ada. Kita kemudian perlu menghadapinya, menerima dan hidup dengannya. Biarkan orang lain berkata apa yang mereka mau, ini kehidupanmu, ini kehidupanku. Tarik garis, nikmati kehidupan apa adanya, dan terus bekerja untuk apa yang mungkin, dan maju terus.

Miss Kadaluwarsa EKI Production

Alamat : Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat. Lokasi GPS : -6.166647, 106.834703, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Pusat. Galeri (30 foto) Miss Kadaluwarsa EKI Production : 1.GKJ, 2.Oni, 3.Sampek, 4.Kupu, 5.Dewa, 6.Loro Blonyo, 7.Narsih, 8.Paduko, 9.Duko … s/d 30.Tutup.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Seni Budaya » Miss Kadaluwarsa
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 29 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap