Merdeka Walk Medan

Merdeka Walk Medan berada di pusat Kota Medan di area seluas 6600 m2 yang sebelumnya merupakan lahan parkir Lapangan Merdeka. Sejak 14 April 2015 tempat ini telah menjadi tujuan wisata kuliner, baik bagi warga lokal maupun pejalan yang bermalam di Kota Medan dan sekitarnya. Merdeka Walk Medan memang ramai di waktu malam hari, terutama akhir pekan, meskipun sudah buka dari jam 11.00 siang, dan baru tutup lewat tengah malam.

Ada banyak pohon tua di tempat ini yang dipasangi lampu hias untuk membuat suasana malam menjadi lebih semarak. Tersedia kuliner lokal, Asia, mau pun rasa internasional yang bisa dinikmati di pusat kuliner Merdeka Walk (MW) Medan, dengan jumlah kursi sekitar 700 kursi. Jajanan populer seperti pancake durian juga tersedia di sana.

Jika beruntung, pengunjung bisa menikmati hiburan penampilan grup band, jika kebetulan tengah berlangsung suatu event, atau nobar pertandingan sepakbola. Tempat bermain anak juga ada, sehingga cocok untuk seluruh keluarga. Sebelum atau setelah makan, pejalan bisa membeli oleh-oleh berupa kaos atau hasil kerajinan tangan di sejumlah lapak di sini.

Di dekat Pizza Hut Resto di bagian utara lapangan, pengunjung bisa melihat film-film dari TV Kabel atau pertandingan sepak bola yang dipancarken ke layar tancap berukuran besar. Bisa dibilang bawha Merdeka Walk Medan merupakan tempat yang tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke kota Medan, apalagi di sekitarnya ada banyak bangunan tua yang bersejarah.

Merdeka Walk MedanAlamat : Lapangan Merdeka, pusat Kota Medan. Lokasi GPS : 3.5904132, 98.6779976, Waze. Rujukan: Tempat Wisata di Medan, Peta Wisata Medan, Hotel di Medan

Share | Tweet | WA | Email | Print!

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 14 Juli 2017.

Tulisan lainnya : Stasiun Kutowinangun Kebumen | Vihara Vajra Bumi Pekalongan | WhatsApp Sharer Tanpa Plugin | Museum Indonesia TMII Jakarta | Taman Situ Lembang Jakarta Pusat | Breadcrumb NavXT dan Mingle Forum Plugin | Pura Penataran Sasih Gianyar Bali | Apa Keuntungan HTTPS dibanding HTTP | Taman Buaya Tanjung Pasir Tangerang | Gedung Arsip Nasional Masih Elok |