Mengapa Anda Harus Mulai Menggunakan Waze

Tulisan ini mungkin akan membuat Anda selalu menyalakan Waze begitu masuk ke dalam kendaraan, bahkan untuk menuju ke tempat yang setiap hari Anda kunjungi dan hafal benar jalannya. Untuk itu tetaplah membaca sampai habis. Bagi yang belum terbiasa, Waze adalah aplikasi navigasi gratis sekaligus komunitas longgar berbasis lalu lintas terbesar di dunia. Aplikasi ini resmi diakuisi Google pertengahan bulan Juni 2013, menyingkirkan peminat lain yaitu Apple, Facebook, dan Nokia, dengan membayar USD 966 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun (sumber).

Saat ini pengguna aktif Waze di Jakarta sekitar 2 juta (sumber), nomor dua di Asia Tenggara setelah Kuala Lumpur yang jumlah penggunanya 2,5 juta, mengalahkan pengguna di Manila yang jumlah pemakainya 1,5 juta. Namun karena saat ini pengguna kendaraan pribadi di Jakarta angkanya hampir 8 juta (sumber), maka pengguna aktif Waze barulah seperempat potensial pasarnya.

Alasan utama mengapa Anda harus menggunakan Waze, terutama di Jakarta dan sekitarnya, adalah selain karena Waze bisa membantu tiba lebih cepat ke tujuan, Waze juga membantu pengguna kendaraan lain lebih cepat sampai di tujuan. Ini akan membuat kondisi lalu lintas kota secara keseluruhan menjadi lebih baik, menghemat banyak waktu dan bahan bakar.

Itu terjadi karena Waze membagi arus kendaraan ke jalan-jalan yang relatif kurang padat, melewati jalan alternatif yang tak pernah terpikir sebelumnya. Jalan padat yang mestinya Anda lewati (jika tak pakai Waze) tentu berkurang kepadatannya karena Anda dan mereka yang menggunakan Waze dibimbing melewati jalur lain yang kurang padat.

Bayangkan sejenak peta jalan di Jakarta real time dengan 2 juta pemakai Waze, saat pagi dan petang hari, dengan kepadatan dan kemacetan terpusat di sejumlah titik. Saat pemakai Waze naik menjadi 4 juta atau 6 juta pengguna aktif, maka kepadatan kendaraan akan menyebar lebih merata ke jalan-jalan yang sebelumnya jarang dilewati, dan di saat yang sama akan mengurangi tekanan lalu lintas di jalan utama. Banyak orang, jika tak semuanya, akan tiba lebih cepat ke tempat tujuan.

Ini contoh nyata. Dengan dibangunnya flyover di depan penjara Cipinang maka Jl I Gusti Ngurah Rai semakin padat, namun saya tetap melewatinya saat dari area Taman Buaran Indah ke Jalan Cipinang Jaya, beberapa blok di belakang penjara Cipinang. Beberapa hari lalu saya iseng menyalakan Waze sesaat setelah masuk kendaraan, mengaktifkan mobile data dan GPS, lalu mencari Jalan Cipinang Jaya di Waze, menetapkan sebagai tujuan, dan klik “Go now”.

Waze ternyata tak membawa saya ke Jl I Gusti Ngurah Rai, namun ke Jalan Dermaga Raya, belok ke kiri beberapa ratus meter sebelum pertigaan dengan Jl Pondok Bambu, melewati jalan kecil dan berujung di Jl Pondok Bambu di sisi yang lain, belok kanan sedikit, lalu ke kiri, dst. Saya mengurangi satu kendaraan (mobil saya) di Jl I Gusti Ngurah Rai, dan pada saat yang sama tiba 10-20 menit lebih cepat sampai di tujuan.

Selain yang sudah disebut di atas, keuntungan lainnya jika memakai Waze sebagai navigasi adalah:

Menyimpan Lokasi
Waze bisa menyimpan lokasi rumah, kantor, mal, tempat makan atau tempat lainnya di “Favorites”. Untuk menandai rumah : nyalakan GPS, buka Waze (unduh di Play Store), klik lingkaran biru di tengah peta yang menandai lokasi Anda yang sekarang, klik sekali lagi, lalu klik lambang “i” di tengah kanan, lalu klik lambang / tulisan “Favorites” di bawah kiri peta, ganti namanya jadi Home, klik “Done”, dan icon rumah akan terlihat di peta.

Lakukan cara yang sama untuk menandai tempat lain saat Anda sedang berada di tempat itu dengan klik tanda panah yang menandai lokasi Anda. Saat hendak menuju ke suatu tempat maka Anda tinggal klik nama yang telah tersimpan di “Favorites”. Tempat yang pernah dikunjungi dengan memakai Waze juga tersimpan di “Recent”. Praktis dan hemat waktu.

Mampir pompa bensin atau drive through terdekat
Tetapkan tujuan akhir, misalnya Mall Kota Kasablanka, klik “Go now”. Klik ikon cari di kiri bawah, klik di lambang / “Search”, klik logo pompa bensin (atau logo sendok garpu jika hendak mampir ke restoran atau fast food terdekat), pilih dan klik pompa bensin terdekat dengan angka “min(ute) off route” terkecil, klik GO, klik “Add to stop”, klik “Go now”. Rute mampir berwarna ungu, dan rute utama setelahnya berwarna biru.

Real time traffic dan perubahan rute
Waze memonitor lalu lintas secara real time, sehingga jika tiba-tiba terjadi kemacetan tak terduga di jalur jalan yang telah ditetapkan maka Waze bisa secara otomatis mengubah rute dan mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif, jika ada, dan jika itu akan membuat pengendara tiba lebih cepat.

Pemandu yang handal
Anda bisa bergantung sepenuhnya ke Waze saat hendak menuju ke tempat yang baru pertama kali Anda kunjungi, tanpa perlu pusing mencari orang untuk bertanya arah. Tinggal nyalakan GPS, Waze, dan mobile data, klik simbol cari, ketik nama tujuan di isian “Search”, dan daftar akan muncul jika GPS telah aktif terhubung ke network. Pastikan nama dan alamatnya benar, sebelum klik sebagai tempat tujuan.

Peringatan
Waze memberi sejumlah peringatan selagi Anda berkendara, misalnya ada polisi beberapa ratus meter di depan agar tak tertangkap karena memakai jalur darurat. Waze juga memberi peringatan jika ada kepadatan lalu lintas, ada mobil berhenti di tepi jalan, atau ada kecelakaan. Anda juga bisa berkontribusi memberikan informasi dengan klik gelembung warna orange di kanan bawah. Waze memberi perkiraan jarak dan lama waktu tempuh, dan jika jalanan padat dan macet Waze juga memberi estimasi lamanya Anda akan terjebak di kemacetan.

Jika belum menggunakan Waze, atau belum secara teratur memakainya, beri Waze kesempatan untuk memandu Anda ke tempat yang sudah anda kenal benar rutenya, seperti ke kantor dan ke rumah. Bersiaplah untuk terkejut senang karena ternyata Anda bisa sampai ke rumah lebih cepat dari biasanya, dan Anda telah membantu mengurangi kepadatan di jalan yang biasa dilalui.

Yang harus diperhatikan adalah kadang signal GPS lenyap selama beberapa saat (Waze akan berbunyi khas), dan hingga signal terhubung kembali Anda tak bisa mengandalkan Waze. Selain itu lalu lintas di Jakarta bisa berubah sangat cepat, sehingga meski prediksi Waze bisa saja meleset namun justru karena lalu lintas tak bisa diprediksi itulah Anda harus memakai Waze agar terhindar di kemacetan tak perlu yang menguras waktu, tenaga, emosi, dan bahan bakar.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Tips » Mengapa Anda Harus Mulai Menggunakan Waze
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 31 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap