Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak

Home » Jawa Tengah » Demak » Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak merupakan bangunan tua bersejarah yang didirikan Sunan Kalijaga dan mengalami perbaikan oleh keturunannya. Lokasi masjid berada di sisi timur Makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. Karena kebanyakan peziarah masuk lewat selatan maka masjid ini mungkin sering terlewati.

Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak

Alamat: Desa Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak. Lokasi GPS -6.8969639, 110.6486589, Waze. Rujukan: Peta Wisata Demak, Tempat Wisata di Demak, Hotel di Demak
Galeri (11 foto): 1.Tampak muka, 2.Serambi, 3.Ruang utama, 4.Mimbar, 5.Ornamen 6.Cungkup 7.Serambi 8.Bedug 9.Kentongan … s/d 11.Tidur

Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu serambi joglo, dengan atap utama limasan dengan mustaka. Masjid ini terlihat lebih kecil dibanding Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon dan Masjid Agung Demak, dua masjid dimana Sunan Kalijaga ikut terlibat dalam pembangunannya.

Akses masuk ke dalam Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu bisa melalui lorong samping yang menuju ke Makam Sunan Kalijaga, atau lewat depan dengan menaiki sejumlah undakan. Jika peziarah datang dari sisi timur ini, mereka bisa berwudlu di masjid, shalat sunat di sana, baru kemudian pergi berziarah ke makam dan sudah dalam keadaan suci.

masjid sunan kalijaga kadilangu demak
Tampak muka Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu dengan cungkup tengara nama masjid tampak di sebelah kiri, sementara dua orang pria sedang melintas di halaman depan masjid yang telah dipasang paving blok. Lorong ke arah Makam Sunan Kalijaga terlihat berada di sebelah cungkup papan nama, yang kemudian bertemu dengan lorong dari arah selatan.

Mustaka masjid yang elok tampak di atas belakang sana, di belakang atap serambi. Atap utama masjid berujud limasan tumpang dua dengan kemiringan limas yang cukup tajam, hanya saja tidak terlihat dari arah depan. Limasan tumpang biasanya dibuat sebagai cara untuk memberikan tempat bagi hawa dan cahaya untuk masuk ke dalam ruangan.

kadilangu-2
Serambi Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu yang terlihat cantik dengan pepilar putih berlekuk di tengahnya, umpak hitam, dan lelangit dihias gegaris berulang yang membuatnya terlihat cantik. Serambi ini tampaknya merupakan tambahan baru, sementara serambi yang sebelumnya terlihat di belakang sana dengan pepilar lebih kurus berwarna kuning.

Di kiri dan kanan ruang serambi ada bedug, dengan bedug yang sebelah kiri berukuran lebih besar dan lebih bulat bagian tengahnya dengan memasing satu kentongan di kanan kirinya. Bedug ini tampaknya yang merupakan peninggalan asli Sunan Kalijaga, sedangkan yang sebelah kanan lebih rata badan bedugnya dengan satu kentongan saja.

kadilangu-3
Ruang utama Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu terlihat relatif sederhana, dengan empat sokoguru penyangga atap berwarna kuning bergaris hitam di sudutnya, polos tanpa ornamen. Hanya bagian pengimaman yang terlihat cukup menarik dengan ornamen suluran yang anggun, mimbar kayu jati dengan ukiran cantik, dan sejumlah lampu gantung.

Di atas pintu utama masjid terdapat ornamen suluran yang dikelilingi deret bunga dan di tengahnya ada bokor. Di tengah bokor ada empat segi empat yang dua garis terdalamnya dihubungkan dengan huruf Arab di bagian bawahnya. Di atas dan bawah segi empat ada tulisan Arab gundul, dan paling bawah ada empat huruf yang menyerupai angka tahun.

Ada pula ornamen berupa bentuk semacam cungkup berwarna putih yang ditopang pilar tunggal dengan atap dan kemuncak indah, dan di dalam cungkup terdapat tulisan huruf Arab gundul yang nyaris tak beraturan berdasar warna coklat. Cungkup itu diapit oleh hiasan suluran tunggal yang simetris sempurna di kiri dan kanannya, berwarna hijau dan putih.

Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu konon berdiri tahun 1532, terhitung cukup lama jaraknya setelah berdirinya Masjid Agung Demak pada 1466 M, dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon pada 1489 M. Jika tahun berdirinya masjid itu benar, maka saat membuat masjid itu usia Sunan Kalijaga sudah mencapai 83 tahun, karena beliau lahir pada 1450.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 25 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »