Masjid Sunan Giri Gresik

Home » Jawa Timur » Gresik » Masjid Sunan Giri Gresik
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Masjid Sunan Giri terletak hanya beberapa langkah di sebelah Makam Sunan Giri, melewati lintasan di samping tanah terbuka yang di atasnya terdapat makam-makam lawas. Di ujung lintasan ini terdapat sebuah lorong yang di kiri kanannya terdapat kios-kios yang menjajakan perlengkapan ibadah, cindera mata, dan barang-barang lainnya.

Masjid Sunan Giri
Masjid Sunan Giri dan makam-makam di latar depan, dilihat dari halaman di depan Makam Sunan Giri. Atap Masjid Sunan Giri ini berbentuk limasan atau tumpang susun tiga, suatu bentuk atap yang menjadi tradisi masjid di Jawa dan beberapa daerah lain di Nusantara.

Masjid Sunan Giri
Kios-kios yang dikelola oleh Paguyuban Pedagang Lorong Masjid Sunan Giri. Semakin siang, semakin ramai peziarah yang berkunjung ke makam dan Masjid Sunan Giri ini, dan lorong ini pun bisa disesaki oleh para peziarah yang berlalu lalang.

Masjid Sunan Giri
Gerbang masuk ke dalam area Masjid Sunan Giri, yang mengingatkan pada bentuk meru atau gunungan. Masjid Sunan Giri pun ternyata menyerap pengaruh kebudayaan Jawa dalam membangun kompleks masjid ini.

Masjid Sunan Giri didirikan pada 1544 atas prakarsa Nyi Ageng Kabunan (cucu Sunan Giri), lantaran setelah Sunan Giri meninggal pada 1506 banyak para peziarah berdatangan ke Makam Sunan Giri, dan para pengikutnya pun berpindah tempat dan tinggal di sekitar Bukit Giri, agar lebih dekat ke makam Sang Sunan.

Masjid Sunan Giri
Ruang terbuka di halaman Masjid Sunan Giri, yang dikelilingi oleh bangunan utama masjid dan bangunan tambahan. Untuk masuk ke dalam serambi Masjid Sunan Giri, atau naik melalui tangga ke lantai dua, pengunjung harus melewati kolam dangkal berisi air bersih untuk membersihkan telapak kaki.

Masjid Sunan Giri
Serambi Masjid Sunan Giri yang dipisahkan dengan ruang utama masjid oleh dinding berjendela kisi dan gerbang-gerbang masuk berukuran kecil berbentuk meru.

Masjid Sunan Giri
Gerbang meru untuk masuk ke dalam ruang utama Masjid Sunan Giri, yang terlihat sangat anggun dengan ornamen di bagian atasnya, dan kaligrafi berwarna keemasan yang tersusun sangat rapi di atas dasar hijau pupus yang indah.

Masjid Sunan Giri
Pilar-pilar kayu bergerigi penyangga atap bangunan Masjid Sunan Giri yang berwarna kehijauan dengan dasar bulat berwarna keemasan. Pilar-pilar kayu semacam ini juga dijumpai di Masjid Agung Banten Lama di Serang dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon.

Masjid Sunan Giri
Susunan lampu penerang di bagian tengah Masjid Sunan Giri yang dikelilingi oleh tiang-tiang penyangga. Arsitektur masjid-masjid kuno semacam ini semoga bisa dikembangkan lagi oleh para arsitek Indonesia masa kini sehingga bisa terlihat lebih anggun, berseni dan agung.

Masjid Sunan Giri
Bagian mihrab Masjid Sunan Giri yang menunjukkan arah kiblat, dengan sebuah jam lonceng berukuran besar serta mimbar Khatib yang ruangannya lebih besar ketimbang ruangan imam. Ini tentu tidak berarti bahwa kedudukan Khatib lebih penting ketimbang imam, namun saya kira ruangan itu diperlukan untuk mengakomodasi mimbar yang terlihat indah dengan ornamen berwarna keemasan.

Masjid Sunan Giri
Pelat-pelat baja nampak digunakan sebagai penguat pilar-pilar kayu Masjid Sunan Giri. Ornamen berwarna keemasan di tiap pertemuan kayu terlihat indah dan serasi dengan warna hijau pupus pilar kayu yang terlihat sangat bersih.

Mengunjungi makam dan Masjid Sunan Giri seolah belajar pada kearifan masa lalu. Masa dimana pengislaman tidak harus menjauhkan dan memisahkan orang dari akar budayanya, karena apalah arti suatu suku atau bangsa yang telah kehilangan jati dirinya karena telah mengadopsi mentah-mentah budaya bangsa lain, yang tidak selalu identik dengan budaya Islam.

Masjid Sunan Giri

Alamat: Bukit Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Lokasi GPS: -7.1691319, 112.6316857. Peta Wisata Gresik, Tempat Wisata di Gresik, Hotel di Gresik

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »