Masjid Raya Bogor

Home » Jawa Barat » Bogor Kota » Masjid Raya Bogor
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Beberapa waktu lalu, saat hujan masih turun cukup deras, saya sempat singgah di beberapa jenak di Masjid Raya Bogor. Lokasi Masjid Raya Bogor ini berada di Jl Raya Pajajaran No 10, Kota Bogor, sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang arah ke kiri di pertigaan jika keluar dari jalan tol Jagorawi.

Masjid Raya Bogor

Alamat: Jl. Raya Pajajaran No. 10, Bogor. Lokasi GPS: -6.6072678, 106.808905, Waze. Rujukan: Tempat Wisata di Bogor, Peta Wisata Bogor, Hotel di Bogor.
Galeri (8 foto): 1.Ruang Utama, 2.Dalaman Kubah, 3.Tampak Luar, 4.Petikan Ayat, 5.Ragam, 6.Langit Balkon, 7.Mengaji 8.Menara Masjid.

Sudah lama saya tak mampir di masjid cukup tua yang awalnya dibangun pada 1970 dan baru selesai tahun 1979. Masjid Raya Bogor dilengkapi dengan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor serta perpustakaan umum yang lokasinya ada di sekitar serambi masjid.

Orang yang mengerjakan desain gedung Masjid Raya Bogor ternyata adalah FX Silaban, arsitek beragama Kristen yang taat namun pluralis yang juga merancang Masjid Istiqlal di Jakarta, serta juga merancang area di Makam Raden Saleh di Kota Bogor.

masjid raya bogor
Ruangan utama Masjid Raya Bogor yang cukup mewah dan lumayan lega. Ini adalah juga kunjungan pertama saya setelah selesainya revitalisasi Masjid Raya Bogor yang telah mulai dilakukan sejak 2006, namun pengerjaannya memakan waktu sangat lama dan baru diresmikan pada 16 Januari 2013.

Sebelumnya, setelah parkir kendaraan di sisi masjid, dengan berlari kecil menembus hujan saya masuk ke dalam masjid lewat samping, dan mengambil air wudlu. Sesaat kemudian saya masuk ke dalam ruang utama masjid, melewati pintu kaca dengan kusen aluminium dan beberapa orang yang tengah duduk meluruskan kaki di teras masjid.

Tembok dinding kiri kanan dan atas mihrab dilapis bahan semen fiber-glass GRC Board, berhias kaligrafi petikan ayat Al-Quran serta ornamen lengkung dan garis. Di atas lubang mihrab terdapat tulisan Arab berbunyi “Allah” dan “Muhammad” dengan kaligrafi mendatar dan melingkar. Tempat imam dan mimbar khatib menjadi satu yang bagian atasnya berhias ukiran.

masjid raya bogor
Bagian dalam kubah utama Masjid Raya Bogor yang cukup indah dengan lampu kristal gantung berada tepat di tengahnya. Setelah revitalisasi total yang menelan dana Rp 22 miliar, Masjid Raya Bogor memiliki kubah besar yang diapit dua kubah kecil, menggantikan atap masjid yang bergaya limasan dua tumpang.

Sayang arsitektur tradisional dikalahkan di banyak masjid setelah direnovasi. Masjid seluas 4.057 m2 ini ruang utamanya meski cukup luas namun tidak bisa dikatakan sangat besar. Adanya balkon di sisi kiri kanan atas dengan penopang keemasan menambah kapasitas masjid. Langit-langit di bawah balkon dihiasi ornamen bintang segi delapan, dengan lampu-lampu tanam.

masjid raya bogor
Anak-anak tampak bergerombol merubung seorang mentor wanita di pojok teras masjid saat saya keluar dari ruang utama. Wajah-wajah mereka tampak gembira berhias senyum. Orang-orang yang saya lewati ketika memasuki masjid mungkin sebagian diantaranya adalah para orang tua yang tengah menunggu anaknya belajar mengaji ini.

masjid raya bogor
Meski hujan yang mengguyur Kota Bogor belum berhenti secara tuntas, namun saya masih bisa menyempatkan waktu untuk mengambil foto Masjid Raya Bogor dari arah samping, sebelum bergegas masuk kembali ke dalam mobil dan mengendarainya meninggalkan halaman masjid untuk pulang ke Jakarta.

Sebelumnya dari teras masjid saya bisa melihat menara Masjid Raya Bogor yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid. Menara Masjid Raya Bogor yang karena letaknya cukup jauh dari bangunan utama terlihat seperti sebuah bangunan mandiri, jika saja tidak ada lorong penghubung diantara kedua bangunan itu.

Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil. Di dasar tiang menara masih berbentuk segi empat, dan baru di atasnya menjadi segi enam dengan ukuran semakin ke atas semakin kecil dan berakhir dengan kubah di puncaknya dimana tertancap tiang berhiaskan bulan bintang.

Cuaca yang masih kurang bagus tak memungkinkan saya untuk mengambil foto dari arah depan masjid. Jika saja langit cerah, mestinya Gunung Salak akan menjadi latar belakang foto yang indah bagi Masjid Raya Bogor ini. Hanya saja bangunan jangkung kini mulai bermunculan di Kota Bogor, yang merusak panorama kota yang mestinya menjadi kota peristirahatan berkelas ini.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 27 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »