Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Ketika pertama kali ditawari membuat perjalanan gila oleh Keluarga Esjepe melalui laut dari Titik Nol Barat ke Titik Nol Timur Indonesia, yang pertama terlintas adalah mesti mampir Sigli. Sayang karena waktu ketat sekali kami hanya melintasi Sigli. Nah pilihan kedua ya harus masuk ke Masjid Raya BaiturrahmanBanda Aceh.

Persiapan kami lakukan 3 bulan, karena susahnya minta ampun mencocokkan jadwal kapal dari Barat ke Timur, lantaran minimnya info PELNI. Namun akhirnya ini merupakan petualangan hebat yang sangat mengesankan, dan Masjid Raya Baiturrahman adalah persinggahan pertama. Perjalanan ini kami namai “KUNJUNG 2 UJUNG”, dengan Titik Nol yang pertama di Pulau Weh. Kami menumpang KM Kelud dari Tanjung Priok pada 17 Juni 2011 menuju ke Belawan, dan dari Belawan kami lanjutkan dengan mempergunakan Bus Malam Kurnia untuk sampai di Banda Aceh. Di sana kami sudah ditunggu oleh saudara dari salah seorang teman.

Kejelekan saya setiap hendak pergi ke satu tempat yang ingin saya tuju adalah tidak pernah melihat atau mencari tahu tentang tempat tersebut atau apa yang ada di daerah itu (kebiasaan yang buruk, jangan pernah ditiru!). Jadi saya hanya pernah melihat gambar Masjid Raya Baiturrahman ini dari sketsa hitam putih serta melihat beberapa kali foto masjid ini masuk dalam berita saat Tsunami melanda Banda Aceh. Sehingga ketika pertama kali memasuki tempat ini saya seperti melihat sebuah keajaiban, dan cuma bisa berucap WOOOOW….!

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Pada pembangunan awal, Masjid Raya Baiturrahman ini hanya memiliki satu kubah saja. Lalu pada tahun 1953 diperluas menjadi 3 kubah, dan pada tahun 1959 – 1968 diperluas lagi menjadi 5 kubah, sampai sekarang (tampak seperti foto di atas).

Duluuu sekali, menurut cerita orang-orang setempat, penduduk asli Aceh menolak untuk mempergunakan masjid ini karena dibangun oleh Belanda. Tetapi sekarang masjid besar ini sudah menjadi kebanggaan Rakyat Nanggroe Aceh Darussalam. Saat terjdi Tsunami pada tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman ini menjadi salah satu bangunan yang selamat dari amukan gelombang dahsyat Tsunami dan sempat dijadikan sebagai tempat pengungsian para korban gempa.

Masjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun pada tahun 1612 saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Namun pada tahun 1873 masjid ini diruntuhkan oleh kaum penjajah dan dibangun kembali oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1877. Sampai sekarang Masjid ini masih kokoh berdiri dan terawat dengan baik. Tidak ada lagi tanda-tanda yang tersisa bahwa pada tahun 2004 lalu sempat diterjang gelombang ganas.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Saya suka sekali dengan ornamen dan rancang bangun yang ada di dalam Masjid Raya Baiturrahman ini, yang konon dibuat oleh seorang perancang dari Itali. Lampu dan pintu-pintu besarnya menambah kecantikan Masjid Raya Baiturrahman ini.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Di hari biasa, tidak banyak orang yang berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Di dalam hanya nampak beberapa orang yang sedang melakukan Sholat, Zikir, ada juga yang sedang membaca buku atau Al-Quran, dan ada pula yang tengah tertidur pulas.

Suasana di dalam Masjid Masjid Raya Baiturrahman ini memang sangat menunjang untuk orang terlelap di dalamnya, meski tidak mempergunakan AC dan udara di luar sedang berada di puncak kegerahannya, di dalam sini terasa sangat sejuk dan nyaman.

Menurut saya Masjid Raya Baiturrahman ini termasuk salah satu masjid yang tercantik dan terindah di Indonesia, dilihat dari arsitekturnya maupun susunan pilar-pilarnya. Halaman masjid inipun sangat luas dan dirawat dengan baik. Diluar halaman terdapat Menara Masjid dan kolam air sehingga menambah kecantikan Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Jadi jika kalian berkunjung ke Banda Aceh jangan lewatkan untuk mampir ke Masjid Raya Baiturrahaman untuk menikmati keindahannya, sekaligus bersujud syukur di dalamnya.

Ada yang perlu diingat bagi kaum perempuan yang hendak berkunjung ke Banda Aceh, yaitu wajib memakai jilbab atau kerudung bagi kaum muslimah.

Sedangkan yang non-muslimah diharuskan memakai baju yang rapi dan sopan karena disana sudah berlaku Hukum Syariah yang harus ditaati. Dan bagi mereka yang sudah menikah sebaiknya jika bepergian ke Banda Aceh untuk membawa salinan buku nikah, hanya untuk berjaga-jaga jika ada pemeriksaan disana.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Transportasi menuju Banda Aceh dari Jakarta sekarang juga sudah mudah. Banyak sekali maskapai penerbangan yang menuju ke sana, dengan harga termurah sekitar Rp. 1.000.000 / orang / pp. Dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda kalian bisa menuju ke Masjid Raya Baiturrahman dengan mempergunakan angkot atau naik mobil yang dicarter bersama seharga Rp. 15.000 / orang.

Bisa juga dengan naik bis dari Terminal Rawamangun menuju Banda Aceh, atau naik kapal laut dengan KM Kelud yang berangkat setiap hari Jumat dari pelabuhan Tanjung Priok sampai ke Belawan dengan harga tiket termurah Rp. 341.000 / orang. Dari Belawan kalian bisa menumpang Bus Malam Kurnia atau Pelangi. Harga tiket Bus Kurnia Rp. 110.000 / orang, sedangkan Pelangi Rp. 180.000 / orang. Lokasi kedua bus di atas berada di Jl. Gajah Mada, yang dicapai dari pelabuhan Belawan dengan naik angkot Rp. 10.000 / orang.

Di Banda Aceh, selain Masjid Raya Baiturrahman masih ada beberapa tempat menarik yang bisa di kunjungi. Diantaranya adalah Kapal Apung, sebuah kapal PLTA seberat 11.000 ton yang terdampar di tengah kota terbawa Tsunami. Ada juga Museum Tsunami (yang ini saya belum pernah masuk kedalamnya) dimana terdapat diorama dan foto-foto saat Tsunami melanda Banda Aceh tahun 2004. Harga tiket masuknya hanya Rp. 10.000 / orang.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Alamat : Jalan Moh. Jam (Pasar Aceh), Banda Aceh. Lokasi GPS : 5.553377, 95.317839, Waze. Rujukan : Peta Wisata Banda Aceh, Tempat Wisata di Banda Aceh, Hotel di Banda Aceh.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Aceh » Banda Aceh » Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

By Decyca Saune. Suka jalan kaki, yg demen pake rok dan gelang tangan, sedikit cerdas, suka membaca, senang berada di ketinggian, tapi suka juga melaut, yg cinta sangat dengan Indonesianya. (Decy wafat pada 13 Agustus 2016 dan dimakamkan di pekuburan yg tenang di Depok. R.I.P.). Subscribe via email for newly published posts. Updated on 14 Juli 2017. Tag:

Tulisan lainnya : Soto Sokaraja Pusat Kuliner Kebumen | 34 Peta Wisata Bekasi | 47 Peta Wisata Jakarta Timur | 4 Tempat Wisata di Ogan Komering Ulu Timur | Downtown JungleLand Sentul | Cara Install Plugin WordPress | Pemandangan dari Argo Anggrek Semarang | Menambah Twitter Cards Meta Tags WordPress Tanpa Plugin | 4 Tempat Wisata di Empat Lawang | Makam Giriloyo Imogiri Bantul Jogja |