Masjid Nurul Amin Pagaruyung Tanah Datar

Masjid Nurul Amin Pagaruyung Batusangkar, yang menaranya tampak menjulang tinggi di kejauhan, menarik perhatian ketika saya masih di Istano Basa Pagaruyung. Minat saya pada bangunan masjid, sama besarnya seperti minat saya pada kelenteng, candi, pura dan gereja tua. Meskipun kadang perlu usaha, kesabaran, dan sedikit keberuntungan untuk bisa memotret tempat-tempat itu.

Sementara teman-teman beristirahat sambil minum kopi di sebuah warung di seberang Istano Basa, saya pun pergi berkunjung ke Masjid Nurul Amin Pagaruyung yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari Istano Basa dengan diantar oleh supir.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Undakan dan kubah kecil telanjang yang cukup elegan saya lalui ketika berjalan menuju bangunan utama Masjid Nurul Amin Pagaruyung.

Lokasi Masjid Nurul Amin Pagaruyung sendiri masih berada cukup jauh di ketinggian. Sayang keduanya tampak telah mulai usang dimakan usia dan cuaca, serta kurang terawat.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Menara Masjid Nurul Amin Pagaruyung yang menjulang tinggi, dan sudah bisa terlihat dengan jelas dari jarak beberapa kilometer. Selain memiliki sebuah kubah utama, Masjid Nurul Amin Pagaruyung juga memiliki beberapa buah kubah berukuran lebih kecil.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Sebuah tengara pada dinding luar Masjid Nurul Amin Pagaruyung, yang menunjukkan tanggal peresmian pada 21 Februari 1992.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Selasar Masjid Nurul Amin Pagaruyung, dimana pilar-pilar luar dan langit-langitnya diberi ornamen garis-garis ritmis. Tidak saya temukan adanya bedug di Masjid Nurul Amin Pagaruyung ini.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Selasar Masjid Nurul Amin Pagaruyung dilihat dari sisi yang lain.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Ruangan utama Masjid Nurul Amin Pagaruyung terlihat cukup sederhana. Bagian mihrab dan dinding bagian depan terlihat polos, tanpa hiasan kaligrafi indah yang lazimnya dijumpai di masjid. Pada dinding di bagian kanan hanya terlihat deretan jam kecil yang menunjukkan waktu sholat, dan di sebagian bidang pada empat pilar besar terdapat ornamen kelopak bunga melingkar.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Kubah bagian dalam Masjid Nurul Amin Pagaruyung, dengan lampu gantung susun enam dan sekitar tiga puluh titik lampu.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Kubah dan lampu gantung Masjid Nurul Amin Pagaruyung dilihat pada posisi tegak lurus.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Ornamen yang cukup cantik pada pintu Masjid Nurul Amin Pagaruyung.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung
Masjid Nurul Amin Pagaruyung ini sebenarnya cukup megah, hanya saja sudah memerlukan perbaikan dan perawatan di banyak tempat. Bisa dipertimbangkan untuk menambah ornamen di bagian dalam masjid yang masih terlihat sangat sepi.

Keagungan sebuah masjid memang bukan semata dilihat dari bentuk fisiknya, namun setidaknya ia perlu dijaga, dirawat dengan semestinya, dan bisa menjadi inspirasi. Keagungan masjid, dan tempat ibadah pada umumnya, seharusnya memang ada pada bagaimana pemanfaatannya sebagai tempat ibadah dan tempat menimba ilmu-ilmu agama agar para pengikutnya bisa menjadi lebih saleh.

Masjid Nurul Amin Pagaruyung

Batusangkar, Tanah Datar
Sumatera Barat
GPS: -0.47392,100.62276

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Sumatera Barat » Tanah Datar » Masjid Nurul Amin Pagaruyung Tanah Datar

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 20 Januari 2017. Tag:

Tulisan sebelumnya : Cagar Alam Geologi Karangsambung Kebumen | Vihara Buddhayana Jakarta | Museum Telekomunikasi TMII Jakarta | Upacara Ngaben di Gianyar Bali | Waduk Jatiluhur Purwakarta | Makam Sunan Kudus | Kelenteng Boen Bio Surabaya |