Masjid Luar Batang Jakarta

Home » Jakarta » Jakarta Utara » Masjid Luar Batang Jakarta
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Masjid Luar Batang Jakarta yang berada di Jl. Luar Batang V No. 1, Ancol, Penjaringan, Jakarta, didirikan oleh mujahid yang berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan, sekitar tahun 1716-1756 M, bernama Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Al-‘Aydrus. Letak masjid cukup dekat dengan Museum Bahari, dan ada jalan tembus dari ujung Jl. Pasar Ikan.

Masjid Luar Batang Jakarta

Alamat: Jl. Luar Batang V No. 1 Kelurahan Ancol, Kecamatan Penjaringan, Jakarta. Lokasi GPS: -6.123914, 106.806657, Waze. Jam buka sepanjang hari dan malam. Rujukan: Peta Wisata Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Hotel di Jakarta Utara.
Galeri (14 foto): 1.Masjid, 2.Utama, 3.Mihrab, 4.Makam, 5.Jembatan, 6.Mimbar, 7.Imam, 8.Lelangit, 9.Tengah … s/d 14.Perahu.

Setelah masuk ke gang di dalam pasar, saya belok ke gang yang ke arah kiri dan melewati jembatan sederhana yang melintang di atas kanal, dengan perahu-perahu tradisional mengapung di atas permukaan air yang terlihat keruh dan kotor. Setidaknya ada dua jembatan yang bisa dilewati untuk menyeberangi kanal menuju Masjid Luar Batang. Beberapa langkah setelah jembatan itu saya sudah keluar dari gang dan berada di jalan agak besar.

Lanjut berjalan kaki arah ke kanan melewati rumah dan Menara Masjid Luar Batang Jakarta sudah terlihat sesudah beberapa puluh langkah dari jembatan. Sebelum sampai ke pintu gapura masjid yang berbentuk padurkasa, saya melewati paving blok dengan tanah lapang terbuka di sisi kanan. Sedangkan di sebelah kiri tampak beberapa buah sepeda motor. Jadi rupanya ada akses langsung sampai ke depan gapura masjid.

masjid luar batang jakarta utara
Tampak luar bangunan Masjid Luar Batang Jakarta yang ternyata cukup besar, dengan selasar di kiri kanan menuju masjid dan halaman terbuka yang cukup luas. Menara Masjid Luar Batang berbentuk bulat di bagian bawahnya, kemudian berbentuk persegi sampai ke dek pengamatan, dan lalu mengerucut sampai ke puncaknya yang lancip.

Ketika berkunjung ke Masjid Luar Batang Jakarta, menara yang kedua tengah dibangun di bagian sebelah kiri masjid. Saat ini menara itu mestinya sudah selesai dibangun. Di bagian kanan masjid terdapat dua buah pipa besi bermotif ukuran besar yang tersambung dengan pipa berukuran lebih kecil dengan kran-kran untuk tempat berwudhu.

masjid luar batang jakarta utara
Ruang utama Masjid Luar Batang Jakarta dengan 12 pilar di tengahnya. Uniknya, ke-12 pilar ini sama sekali tidak menyangga atap masjid, dan hanya berfungsi sebagai tempat kipas angin, dan mungkin tempat bersandar yang nyaman. Pilar itu merupakan struktur penyangga atap masjid yang lama sebelum direnovasi dengan bentuk seperti sekarang.

Ruang imam dan mimbar Masjid Luar Batang Jakarta cukup luas dan berlangit tinggi, dengan akses di kiri kanannya. Mimbar kayunya terkesan biasa, namun ornamen di atas mihrab terlihat halus dan indah. Sudut langit-langit di sayap kiri kanan masjid dihias dengan kutipan ayat suci Al Qur’an dalam bentuk tulisan kaligrafi yang indah.

masjid luar batang jakarta utara
Sudut langit-langit sebelah kiri Masjid Luar Batang, yang dihias dengan kutipan ayat suci Al Qur’an dalam bentuk tulisan kaligrafi yang indah. Ornamen pada dinding atas mihrab Masjid Luar Batang juga terlihat sangat cantik. Seperti kebanyakan masjid, terdapat tulisan kaligrafi yang berbunyi “Muhammad” pada dinding keramik depan sebelah kiri.

Nama Luar Batang ini diberikan karena daerah itu berada di luar batang besar (groote boom) yang menutup jalan ke pelabuhan pada malam hari. Ini mungkin dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda untuk alasan keamanan dan pertahanan wilayah pemukiman dan pusat pemerintahan pendudukan.

masjid luar batang jakarta utara
Di serambi Masjid Luar Batang Jakrta terdapat makam Habib Husein bin Abubakar Bin Abdillah al-Alaydrus, yang meninggal pada 24 Juni 1756. Konon saat wafat ia dalam usia yang masih relatif muda. Habib Husein pernah menyelamatkan nyawa seorang keturunan Tionghoa dari kejaran tentara VOC dalam peristiwa pembantaian tahun 1740.

Keberanian Habib Husein dalam memberi perlindungan, membuat keturunan Tionghoa itu kemudian masuk Islam dan menjadi pembantu Habib Husein dalam menyiarkan agama Islam di sekitar Penjaringan. Makam inilah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai pelosok, sehingga Masjid Luar Batang Jakarta menjadi seramai seperti sekarang ini.

Menurut cerita yang diyakini oleh banyak orang, bentuk makam Habib Husein ini tetap dipertahankan keasliannya hingga saat ini. Di ruangan yang sama terdapat juga makam Haji Abdul Khadir, murid keturunan Tionghoa yang pernah diselamatkannya dari kejaran serdadu VOC ketika itu.

Pendapat lain menyebutkan ketika Habib Husein hendak dimakamkan di daerah Tanah Abang, mayitnya tetiba lenyap dari “kurung batang” atau keranda, sehingga akhirnya dimakamkan di tempat yang sekarang. Karena keluar dari “kurung batang” maka dinamai Luar Batang, dan Habib Husein pun dijuluki sebagai Habib Luar Batang.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 26 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »