Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Tampak luar Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus terlihat modern dengan arsitektur timur tengah, menara kembar yang tinggi, kubah, dan akses masuk berupa lubang-lubang lengkung dengan satu yang paling besar ada di tengah. Masjid ini tampaknya telah mengalami renovasi besar yang terjadi belum lama, namun tak saya temukan informasi mengenai kapan pekerjaan itu dilakukan, mungkin kurang dari lima tahun lalu.

Kunjungan ke Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus ini kami lakukan setelah gagal bertemu kuncen Makam Kyai Telingsing karena rumahnya kosong. Tak ada yang menjawab salam dan ketukan pintu, meski saya lakukan berulang kali. Jarak makam ke masjid hanya sekitar 50 meter, arah ke selatan, di tengah permukiman penduduk yang padat, sehingga nyaris tak ada halaman di depan masjid.

Saat itu jam baru menunjukkan sekitar pukul 10 pagi, artinya waktu masuk shalat dzuhur masih sekitar dua jam lagi. Masjid terlihat sepi, hanya ada seorang pria yang masuk ke dalam ruang utama masjid dan melakukan shalat dhuha. Shalat ini memang bisa dilakukan 15 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dzhuhur. Tak terpikir bahwa mungkin saja orang itu adalah pengurus masjid yang bisa diajak berbincang.

masjid kyai telingsing sunggingan kudus
Tengara nama masjid yang tertera pada dinding rendah, berada di dekat tempat mengambil air wudlu bagi jamaah pria. Majid Jami’ Kyai Telingsing Sunggingan Kudus adalah nama resmi dari masjid ini. Ada tulisan huruf Arab pada tengara nama itu, lengkap dengan tanda bacanya, yang berbunyi “kiyahi tilingsing”.

Sumber di situs Kemenag menyebutkan bahwa status bangunan ini adalah SHM (sertifikat hak milik), namun tak disebutkan siapa pemiliknya. Luas tanah dan luas bangunannya sama, yaitu 560 m2, tahun berdiri 1930, dan bisa menampung 700 jamaah. Disebutkan juga fasilitasnya adalah perlengkapan pengurusan jenazah, pembangkit listrik / genset, kamar mandi / WC, tempat wudhu, dan sarana ibadah, dengan jumlah pengurus 25 orang.

masjid kyai telingsing sunggingan kudus
Selain jam lemari yang terkesan mewah, pada serambi masjid juga ada bedug besar yang terlihat kekar dengan ukiran huruf Arab dan huruf Latin pada badannya. Ada dua kentongan yang menggelantung di kedua sisinya. Pemukul bedug yang terlihat antik menggelantung di atasnya. Dudukan bedug juga diukir.

Ukiran huruf Latin pada badan bedug berbunyi “Masjid Jami’ Kyai Telingsing Sunggingan Kudus”. Sedangkan huruf Arab yang berada dalam lingkaran berhias ukiran dedaunan tak bisa saya baca, karena ditulis dalam bentuk kaligrafi, yang sering susah untuk dibaca oleh orang dengan pengetahuan bacaan huruf Arab yang pas-pasan. Debu tampak membalut badan bedug, mungkin sisa pekerjaan renovasi.

masjid kyai telingsing sunggingan kudus
Pintu gebyog, mungkin dari kayu jati, berukir dengan detail elok yang memisahkan ruangan serambi dengan ruang utama masjid. Pada kaca pintu yang tebal tampak ukiran huruf Arab yang berbunyi “Allah” dan “Muhammad”. Jam lemari ikut mempermewah pandangan di serambi masjid ini.

Lantai serambi tampak dikeramik licin dan mengkilap. Langit-langit serambi meski tak bisa dikatakan elok namun rapi dan ada lampu-lampu down light di sana yang akan memberi kesan tersendiri jika menyala pada malam hari. Kudus tak seterkenal Jepara dalam hal ukir mengukir, namun pintu gebyok itu mungkin dibuat oleh seniman ukir Kudus sendiri.

masjid kyai telingsing sunggingan kudus
Pandangan pada mihrab Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus, dengan lekuk lengkung di atas lubang masuknya, dan mimbar khatib serta sajadah tempat imam memimpin shalat yang letaknya bersebelahan dalam relung yang sama. Di atas relung itu terdapat lubang cahaya dengan kaca patri bertulis huruf Arab berbunyi “Allah”.

Lampu gantung yang cukup elok tampak menghias ruang utama masjid ini. Sebagian dari lantai dua tampai di kiri atas tengah pada foto. Lantai ruang tengah masjid dilapis karpet sembahyang pada tiga shaf pertama. Sebagaimana lazimnya kebanyakan masjid, jumlah jamaah jarang sekali melebihi tiga shaf, kecuali pada shalat Jumat dan shalat pada saat hari raya.

Catatan pada situs Kemendikbud menyebut bahwa menurut H.J. De Graff & Th. Pigeaud (1985:108-122), Sunan Kudus merupakan salah satu imam masjid Kerajaan Demak pada akhir masa Sultan Trenggana, dan di awal pemerintahan Sunan Prawata, raja Demak keempat yang memerintah tahun 1546-1549.

Kyai Telingsing, guru Sunan Kudus dalam ilmu kanuragan adalah mubalig asal Yunan, Tiongkok Selatan. Selain berdakwah, beliau juga berdagang, dan menjadi pelukis terkenal dengan motif lukisan Dinasti Sung. Setelah datang ke Kudus untuk menyebarkan Islam, ia mendirikan Masjid Kyai Telingsing dan pesantren di Kampung Nganguk.

Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Alamat : Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS : -6.8109077, 110.8338681, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang waktu, terutama saat masuk waktu shalat. Harga tiket masuk : gratis, sumbangan diharapkan. Rujukan : Tempat Wisata di Kudus, Peta Wisata Kudus, Hotel di Kudus. Galeri (12 foto) Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus : 1.Tengara, 2.Bedug, 3.Serambi, 4.Mihrab, 5.Jami’, 6.Ukiran, 7.Mimbar, 8.Dhuha, 9.Gebyok … s/d 12.Depan.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Kudus » Masjid Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 22 Juli 2017. Tag: , ,

Tulisan lainnya : Museum Artha Suaka Jakarta | Tentang Response Time | 8 Peta Wisata Majalengka | 14 Tempat Wisata di Sorong | Gereja Anglikan Jakarta | 31 Peta Hotel Jakarta Timur | 11 Tempat Wisata di Demak | Taman Fatahillah Jakarta | Situ Patengan Bandung | Hotel di Tangerang Selatan |