Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen Kebumen

Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen Kebumen adalah masjid saka tunggal kedua yang saya kunjungi. Sesuai namanya, masjid di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor Kebumen ini hanya memiliki satu pilar yang menyangga atapnya, berbeda dengan masjid kebanyakan yang lazimnya memiliki empat pilar yang disebut dengan soko guru.

Adalah Masjid Saka Tunggal Cikakak di Banyumas yang pertama saya kunjungi. Jika di masjid Cikakak ada banyak monyet ekor panjang, maka di masjid Pekuncen ini sepi. Namun di dekat kedua masjid unik ini sama-sama ada makam tua yang dihormati dan diziarahi banyak orang.

Lokasi Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen ada di sebelah utara Benteng Van der Wijck, berjarak sekitar 1,7 km, melewati Desa Sidayu. Bangunannya berada di ujung gang, masuk sekitar 200 meter dari jalan utama desa ke arah kiri atau arah ke Barat. Sekira 200 meter di sebelah Barat masjid terdapat lapangan tembak yang panjangnya sekitar 475 meter.

masjid jami' saka tunggal pekuncen kebumen
Gapura candi bentar bertulis “Masjid Jami’ Saka Tunggal”, dan tahun pembuatan gapura Juli 2005 serta padanan dalam kalender Hijriyah. Juga ada “Pkc”, singkatan dari Pekuncen. Di sebelah kiri terlihat ada tengara yang menandai bahwa Masjid Saka Tunggal Pekuncen ini merupakan benda Cagar Budaya yang dilindungi kelestariannya oleh Undang-Undang.

Halaman masjid terlihat cukup luas dan telah dilapisi dengan blok paving sehingga terlihat rapi. Melihat bentuknya, Masjid Saka Tunggal Pekuncen yang sekarang ini sudah merupakan kombinasi dari bangunan tradisional limasan tumpang dengan gaya masjid Timur Tengah, terlihat dengan adanya kubah, serta lubang-lubang lengkung pada teras.

masjid jami' saka tunggal pekuncen kebumen
Pemandangan pada pojok serambi Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen. Sebuah bedug berukuran sedang, lengkap dengan kentongannya yang diletakkan pada dudukan mendatar, terlihat di sisi serambi sebelah kanan. Dahulu, bedug adalah suara merdu yang selalu ditunggu-tunggu orang, terutama sebagai penanda buka puasa pada saat bulan Ramadhan.

Atap serambi telah ditutup dengan eternit atau asbes yang dicat warna putih, menyembunyikan struktur kayu penopang atap masjid. Struktur kayu penopang atap sebenarnya mungkin akan terlihat lebih indah jika saja dibiarkan terlihat mata. Dengan adanya eternit maka serambi masjid menjadi terkesan sempit karena langit-langit yang rendah.

masjid jami' saka tunggal pekuncen kebumen
Seorang bapak berkopiah tampak berdzikir di dekat mihrab, memunggungi saka tunggal penopang atap limasan masjid. Tiang kayu jati tua itu berukuran 30×30 cm, dengan tinggi 4 m, dan di puncaknya melintang empat batang kayu yang disangga empat skur berukir. Saka tunggal dan skur-nya itu tampaknya merupakan bagian masjid yang masih asli.

Masjid Saka Tunggal Pekuncen konon didirikan pada 1722 oleh Bupati Kendurean, yang adalah putra dari Adipati Mangkuprojo. Sang adipati wafat pada 1719 dan dimakamkan di Pekuncen sesuai dengan wasiatnya, karena beliau pernah berjuang melawan penjajah dari tempat ini. Masjid ini didirikan bertepatan dengan peringatan 1000 hari wafatnya sang adipati.

Semula atap masjid terbuat dari ijuk dan berdinding tabak bambu. Pada 1822 atap masjid diganti genteng, dan pada 1922 dindingnya diganti batu bata. Saya sempat shalat Jumat di Masjid Jami’ Saka Tunggal ini setelah berkunjung ke Makam Adipati Mangkupraja yang berada di atas sebuah bukit cukup tinggi sekitar 300 meter di sebelah utara masjid.

Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen Kebumen

Alamat : Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kebumen. Lokasi GPS : -7.587, 109.51952, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen. Galeri (5 foto) Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen Sempor Kebumen : 1.Candi bentar, 2.Serambi, 3.Dzikir, 4.Mihrab, 5.Serambi.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Kebumen » Masjid Jami’ Saka Tunggal Pekuncen Kebumen
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 18 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap