Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara

Di wilayah Kalinyamatan, kami sempat mampir ke Masjid Baiturrahman Robayan Jepara. Masjid yang dari luar tembok terlihat cukup megah ini berada persis di tepi jalan kabupaten Demak – Jepara, sehingga sudah kami lewati saat sedang bermobil menuju ke Kota Jepara.

Sebenarnya ada satu masjid tua lagi yang kami kunjungi di wilayah Kalinyamatan, selain Masjid Jami Baiturrahman Robayan, yaitu Masjid Al Makmur Kriyan yang konon adalah warisan dari jaman pemerintahan Ratu Kalinyamat, dan dibangun mendiang Kyai Jafar Shidiq (Yek Nde).

Hanya saja ketika kami berkunjung ke Kriyan, masjid itu masih dalam proses perbaikan besar, sehingga kami hanya mampir sebentar. Robayan dan Kriyan merupakan desa yang tua dari sisi sejarah, dan keduanya memiliki warisan masjid berlatar panjang. Bangunan masjid Masjid Jami Baiturrahman yang asli konon didirikan mBah Roboyo, seorang ulama pendatang yang babat hutan membuka pemukiman yang menjadi cikal bakal Desa Robayan.

masjid jami baiturrahman robayan jepara
Bagian depan masjid yang terlihat modern, dilihat dari lubang lengkung gapura paduraksa yang ketinggian relatifnya bisa diperbandingkan dengan pengemudi mobil yang menemani saya berkeliling. Gapura paduraksa Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara ini peninggalan budaya Hindu, namun karena telah disemen dan ornamennya tak dipertahankan maka nilai seni dan keindahannya pun berkurang.

Ada yang menyebut bahwa bentuk itu masih asli, namun saya meragukannya lantaran tak terlihat corak tradisional yang saya kenali, semisal di Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik (foto ke-13, pada halaman terakhir). Boleh jadi hanya kerangka dasar gapura ini yang dipertahankan, sebagaimana yang saya lihat pada gapura Masjid Setono Gedong saat berkunjung ke Situs Setono Gedong Kediri.

masjid jami baiturrahman robayan jepara
Ruang utama Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara yang terlihat modern dan anggun, kental bentuk Timur Tengah dengan paduan ukiran Jepara pola repetitif pada tiang-tiangnya. Kaligrafi petikan Ayat Suci Al Quran menghias lengkung lubang utama pada mihrab. Mahkota mimbar berupa kubah dengan warna keemasan, sedangkan karpet sajadah hanya terlihat dipasang di tempat imam.

Jangankan desa, untuk ukuran kota besar pun masjid ini masih layak dibanggakan. Saya pernah menulis bahwa kemegahan tempat ibadah biasanya berkait kemakmuran penduduknya. Namun ini tak berlaku jika dananya dari APBN/APBD, seperti sebuah provinsi yang hendak membangun masjid berbiaya 3 triliun sementara jumlah penduduk miskinnya terbanyak di negeri ini.

masjid jami baiturrahman robayan jepara
Pandangan pada pilar-pilar besar penyangga beton di bagian atas dan atap masjid, serta pintu kayu jati yang diukir indah, membatasi area serambi dengan ruang utama. Sudah sepantasnya Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara ini memiliki pintu elok semacam ini karena Jepara adalah gudangnya ahli ukir kayu.

Sedikitnya masjid ini pernah mengalamai perbaikan besar empat kali, yang menghilangkan bentuk aslinya, kecuali gapura paduraksa. Perbaikan terakhir pada 2004 kabarnya memakan biaya lebih 2 milyar. Mungkin karena di desa santri ini memiliki sejumlah pondok pesantren, yaitu Miftahul Ulum, Ar-Roudloh, Al-Fatah, Baiturrochim, dan Ash-Shiddqi. Sedangkan persis di belakang masjid ada Madrasah Al-Azhar Robayan.

masjid jami baiturrahman robayan jepara
Sebuah bedug berukuran sedang dipasang di sudut kanan teras masjid, dengan penabuh kayu diletakkan di atasnya. Saya tak ingat apakah ada kentongan di sana. Jika ada mungkin sengaja tak tertangkap untuk mendapatkan gambar pintu masjid berukir, serta kaca patri tinggi memanjang yang ada di sebelah kanannya.

Di Desa Robayan dan Kriyan ada sebuah tradisi yang sudah berlangsung lama, ada yang menyebut sejak jaman para wali, yaitu Eder. Tradisi ini berupa semacam ungkap kegembiraan dan rasa syukur dengan telah ditetapkannya takbiran pada malam harinya, dengan cara menabuh bedug sehabis shalat ashar sebagai tanda berakhirnya bulan puasa.

Selain kemegahan dan kemewahan masjid yang meskipun elok namun bisa ditemukan di kota lain, maka keunikan Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara ini mestinya ada pada gapura paduraksanya. Hanya saja gapura itu, menurut hemat saya, ada baiknya bentuk asli gapura itu dikembalikan sebagai penghormatan pada budaya yang telah lebih dahulu membumi di tanah Jawa.

Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara

Alamat : Jalan Raya Welahan, Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Lokasi GPS : -6.7395851, 110.7232243, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sembarang waktu. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Peta Wisata Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Hotel di Jepara. Galeri (16 foto) Masjid Baiturrahman Robayan Jepara : 1.Depan . 2.Utama . 3.Jati . 4.Bedug . 5.Paduraksa . 6.Gantung . 7.Mihrab . 8.Kubah . 9.Mimbar … s/d 16.Menara.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Jepara » Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 22 Juli 2017. Tag: , , ,