Masjid Hastana Keraton Kartasura

Masjid Hastana Keraton Kartasura saya kunjungi karena di sisi kanan tengara Benteng Kartasura ada jalan ke kompleks peninggalan Keraton Kasunanan Kartasura. Karena aksesnya terbuka saya pun melangkahkan kaki memasuki kompleks itu. Ada sebuah rumah di sana, namun penghuninya tak keluar ketika saya ketuk pintunya.

Melihat ada sebuah masjid di ujung kiri jalan buntu, saya melanjutkan langkah menuju ke arah masjid itu yang pintu pagarnya terlihat tertutup rapat itu. Beruntung meski tertutup namun kunci gemboknya tidak terpasang. Jarang memang ada masjid menggembok pintu pagar.

Adalah nama yang tertera pada gapura, yaitu “Masjid Hastana Karaton Kartasura”, yang membuat saya tertarik untuk masuk ke dalam pekarangan masjid, lantaran menduga bahwa masjid itu tentu ada kaitannya dengan peninggalan Keraton Kasunanan Kartasura yang hancur menyusul peristiwa Geger Pecinan.

masjid hastana keraton kartasura
Inilah gapura paduraksa dengan tengara nama “Masjid Hastana Karaton Kartasura” berlambang mahkota raja di puncaknya. Melongokkan kepala ke dalam pekarangan masjid selama beberapa saat namun tak melihat jua orang di dalamnya, akhirnya saya pun mencoba membuka pintu pagar sorong itu. Berhasil.

Pintu yang menghubungkan serambi masjid dengan ruang utama masjid tidak ditutup, sehingga saya bisa masuk ke dalam ruang utama masjid. Atap serambi menyerupai bangunan kelenteng, yaitu limasan terpancung, dan atap ruangan utama berupa limasan tumpang yang tak terlihat dari bagian depan karena tingginya sepertinya sama dengan tinggi atap serambi masjid.

masjid hastana keraton kartasura
Ruang utama Masjid Hastana Keraton Kartasura yang disangga dengan empat saka guru saja, dengan dua pintu di sebelah kiri dan dua pintu di sebelah kanan. Sementara di bagian depan ada tiga pintu besar diapit dengan satu pintu kecil masing-masing di sisi kiri kanannya.

Tak ada yang istimewa pada dalaman masjid. Pada mihrab hanya ada sebuah tulisan kaligrafi dalam akasara Arab “Allah”, sebuah jam dinding sederhana, mimbar bercat abu-abu polos, pengeras suara, sepasang AC, serta kipas angin. Tak saya temukan tengara cagar budaya di tempat ini, meskipun kabarnya masjid ini merupakan masjid tertua di Kartasura.

masjid hastana keraton kartasura
Ruang utama Masjid Hastana Keraton Kartasura dilihat dari pojok sebelah kiri ruangan, memperlihatkan dua buah pintu samping masjid.

Belakangan, setelah bertemu dengan kuncen yang mengawasi peninggalan Keraton Kasunanan Kartasura bernama RT Kertihastonodipuro (72 tahun), saya baru tahu bahwa masjid ini dibangun pada 1827 di jaman Pakubuwana X oleh Yayasan PB X Keraton Surakarta Hadiningrat. Konon sebagian besar bangunan dan kayu masjid masih asli seperti ketika dibangun.

Masjid Hastana Keraton Kartasura

Alamat : Desa Siti Hinggil, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Lokasi GPS : -7.55803, 110.73979, Waze. Galeri : 4 foto. Rujukan : Peta Wisata Sragen, Tempat Wisata di Sragen, Hotel di Solo. Galeri (4 foto) Masjid Hastana Keraton Kartasura Sukoharjo : 1.Gapura Masjid Hastana, 2.Ruang Utama, 3.Pandangan Sudut, 4.Serambi dan Bedug.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Sukoharjo » Masjid Hastana Keraton Kartasura
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 16 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap