Masjid Cheng Hoo Surabaya

Adalah sebuah makan malam singkat di Soto Pak Sadi di wilayah Ambengan Surabaya, yang membawa saya berkunjung ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Semula saya pikir akan menjadi malam yang membosankan saat melihat jam telah menunjukkan angka 6.30, dan saya merasa agak lelah untuk memotret.

Sebuah tempat menawarkan jasa sewa mobil minimum 4 jam, terlalu lama untuk nafsu memotret yang rendah, dan harga sewanya pun sedikit mahal. Percakapan singkat dengan resepsionis hotel merubah malam itu menjadi sedikit lebih berwarna. Resepsionis itu berkata bahwa Jembatan Suramadu, tujuan utama saat itu, berjarak hanya beberapa menit dari hotel, dan ia membantu menemukan sewa mobil 3 jam dengan harga yang baik. Beberapa menit kemudian saya sudah berada di jalanan Surabaya, ditemani supir mobil sewaan.

Dari beberapa tempat yang rekomendasi teman, saya memutuskan untuk makan malam singkat di Soto Pak Sadi, di daerah Ambengan, yang rasanya seenak cabangnya yang di daerah Santa, Jakarta. Saat itulah supir menyebut nama Masjid Cheng Hoo yang lokasinya ternyata cukup dekat dengan Soto Pak Sadi.

masjid cheng hoo surabaya
Masjid Cheng Hoo Surabaya letaknya di seberang sebuah rumah sakit swasta, dipotret ketika lampu masjid sedang dimatikan.

Cheng Ho, yang juga dikenal sebagai Ma Sanbao, atau Haji Mahmud Shams (1371–1435), adalah seorang diplomat Cina beragama Islam yang masyhur dan seorang Laksamana armada kapal laut kuat di jaman Kekaisaran Dinasti Ming. Laksamana Cheng Hoo melakukan pelayaran legendaris ke banyak pelabuhan di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan dan Afrika Timur dari tahun 1405 sampai 1433.

Armada kapal lautnya mengunjungi kepulauan Indonesia beberapa kali, dan meninggalkan jejak seperti genta “Cakra Donya” di Kesultanan Aceh; sebuah piring dengan tulisan Ayat Kursi yang disimpan di Kesultanan Cirebon, dan banyak lagi yang lain.

masjid cheng hoo surabaya
Adalah dua hiasan kaligrafi huruf arab pada kedua sisi dinding luar yang membedakan Masjid Cheng Hoo Surabaya dengan sebuah kelenteng, yang lazimnya dicirikan dengan bentuk dan warna bangunan yang khas. Masjid Cheng Hoo ini dibangun sebagai perwujudan mimpi komunitas Cina Muslim Surabaya untuk memiliki sebuah tempat yang cukup baik untuk melakukan kegiatan ibadah.

masjid cheng hoo surabaya
Bagian dalam Masjid Cheng Hoo bisa dilihat pada foto di atas. Masjid Cheng Hoo dengan luas 231 m2 ini dibangun dikompleks PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, atau Pembina Iman Tauhid Islam), memakai rancangan arsitektur Masjid Niu Jie di Beijing (dibangun pada 996) sebagai acuan.

masjid cheng hoo surabaya
Bentuk pada dinding Masjid Cheng Hoo dalam foto di atas menyerupai bentuk yang ada di gereja, dan menurut penunggu masjid melambangkan nilai keharmonisan lintas agama.

Pembangunan Masjid Cheng Hoo dimulai pada 15 Oktober 2001 dan hanya membutuhkan enam bulan untuk menyelesaikannya, namun peresmiannya baru dilakukan pada 13 Oktober 2002.

masjid cheng hoo surabaya
Bentuk segi delapan yang mengelilingi lampu-lampu kristal pada bagian tengah Masjid Cheng Hoo, tempat dimana kubah masjid biasanya berada, melambangkan filosofi Pat Kwa Cina, simbol keberuntungan dan kejayaan.

masjid cheng hoo surabaya
Bagian utama Masjid Cheng Hoo yang berukuran 9 x 11 meter ini memiliki nilai simbolis. Angka 9 melambangkan Wali Songo, 9 ulama Islam pada masa Kerajaan Demak yang sangat dihormati karena peranannya yang sangat besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, khususnya Jawa. Sedangkan angka 11 melambangkan ukuran Ka’bah ketika pertama kali dibuat.

masjid cheng hoo surabaya
Sebuah replika kapal Laksamana Cheng Hoo yang terletak di sayap kanan Masjid Cheng Hoo karya Abadaeng, seorang seniman setempat yang lahir di Sulawesi.

masjid cheng hoo surabaya
Pandangan jarak dekat huruf Arab “Allah” dan “Muhammad”, serta nama Masjid Cheng Hoo dalam huruf Latin dan Cina. Rancangan arsitektur keseluruhan Masjid Cheng Hoo dibuat oleh Azis Johan, seorang insinyur yang berasal dari Bojonegoro.

masjid cheng hoo surabaya
Masjid Cheng Hoo Surabaya dipotret ketika lampu masjid dinyalakan. Masjid Cheng Hoo merupakan tempat yang perlu anda kunjungi ketika sedang berada di Surabaya. Meski pun ukuran Masjid Cheng Hoo boleh dikatakan agak kecil, namun keunikan bangunannya membuatnya menjadi masjid yang menarik untuk dikunjungi.

Masjid Cheng Hoo Surabaya

Alamat : Jl. Gading, Surabaya, di belakang kompleks Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, di seberang tempat rekreasi Taman Remaja Surabaya. Lokasi GPS : -7.252014, 112.7469094, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Timur » Surabaya » Masjid Cheng Hoo Surabaya

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017. Tag: ,