Masjid Ampel Surabaya

Home » Jawa Timur » Surabaya » Masjid Ampel Surabaya
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Masjid Ampel lokasinya berada di tengah-tengah permukimam penduduk di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Masjid Ampel berada sekitar 2,8 km dari Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria yang kami kunjungi sebelumnya. Kami turun dari mobil Apey Idris di Jalan Nyamplungan, lalu berjalan masuk ke dalam Gang Ampel Kesumba. Gang ini panjangnya sekitar 200 m, dan bertemu dengan lorong yang dipadati oleh kios-kios.

masjid ampelMasjid Ampel yang merupakan masjid paling ramai dikunjungi peziarah di Surabaya, membawa berkah bagi para pedagang yang berjualan di sepanjang lorong menuju masjid. Lorong ini beratap polikarbonat terang dengan jalanan yang tertata rapi.

Kios-kios ini menjual berbagai jenis pakaian, muslim maupun umum, tasbih dan perlengkapan sembahyang lainnya, minyak wangi, kitab-kitab dan buku Islam, mainan anak, dan banyak lagi. Kios-kios ini juga menjual jajanan dan makanan tradisional setempat, makanan Arab dan India, berbagai jenis minuman, sampai air zam-zam pun ada.

Di sepanjang lorong ini terdapat cukup banyak gang yang menuju ke Jl. Nyamplungan, selain Gang Ampel Kesumba, dan ke jurusan yang berlawanan.

masjid ampelMasjid Ampel dengan sebuah gapura berhias suluran daun dan kelopak bunga, yang membatasi halamannya dengan lorong kios. Gapura ini adalah salah satu dari lima gapura Masjid Ampel yang dikenal dengan nama Gapuro Poso (Puasa). Empat gapura lainnya adalah Gapuro Munggah (naik haji), Gapuro Ngamal (zakat), Gapuro Madep (shalat), dan Gapuro Paneksen (syahadat).

masjid ampelMasjid Ampel memiliki tempat berwudhu berbentuk melingkar dengan atap genting mengerucut bersegi enam, yang tampaknya melambangkan rukun iman, dengan ornamen kuningan berjumbai di puncaknya.

masjid ampelMasjid Ampel memiliki menara tunggal setinggi lima puluh meter yang bentuknya bulat sedikit mengerucut menyerupai menara kontrol di bandara, dengan bentuk lingkaran seperti dek pengamatan pada puncaknya.

Atap Masjid Ampel berbentuk limasan, yang merupakan ciri khas arsitektur masjid jaman Walisongo, dengan ornamen seperti bentuk mahkota pada puncaknya.

masjid ampelMasjid Ampel memiliki sebuah bedug berukuran besar, lengkap dengan kentongan dan pemukulnya. Adanya bedug dan kentongan di dalam masjid, tidak lepas dari peran Walisongo yang melakukan pendekatan kultural dan menghormati tradisi dalam menjalankan dakwahnya.

Memukul bedug dengan irama tertentu menjadi semacam ritual dan permainan yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja, khususnya ketika lebaran tiba, dimana kentongan dan bedug ditabuh dari sejak berbuka pada hari terakhir puasa sampai menjelang shalat Ied.

masjid ampelMasjid Ampel ketika seorang pria tengah bangkit berdiri dari sujudnya di selasar panjang yang ditopang pilar-pilar beton berjajar rapi.

masjid ampelMasjid Ampel memiliki ruang utama khas masjid-masjid tua, dengan pilar-pilar Kayu Jati tinggi penopang atap yang masing-masing terikat dengan kayu penghubung pada bagian tengah dan atasnya.

Pilar-pilar Kayu Jati ini semuanya berjumlah 16 buah, dengan diameter 60 cm, dan tinggi 17 m tanpa sambungan, yang semuanya masih aseli. Angka 17 adalah jumlah rakaat shalat wajib yang dilakukan orang Islam dalam seharinya.

Umpak tiang Masjid Ampel ini dilapis keramik halus bersegi delapan, dan banyak pilar kayunya berhiaskan ornamen kuningan dan kaligrafi Arab pada posisi miring memanjang, dan di atasnya yang seolah menjadi atapnya, adalah kaligrafi berbunyi “Muhammad” dengan puncak seperti kubah berbunyi “Allah”

Keramik pada lantai Masjid Ampel terlihat bersih mengkilap sehingga menciptakan bayangan cermin yang nyaris sempurna.

Masjid Ampel memiliki beberapa buah pilar berukuran dua pelukan orang dewasa yang dilapis dengan lempengan-lempengan kayu yang membentuk garis berulang. Di latar belakang terlihat bagian bawah menara Masjid Ampel yang juga dilapis kayu dengan bentuk menyerupai benteng.

Masjid Ampel didirikan pada 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah, yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel, dibantu Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji serta para santri. Sonhaji, atau Mbah Bolong, adalah mantan nakhoda kapal yang menentukan arah kiblat Masjid Ampel.

masjid ampelMasjid Ampel pada bagian mihrab dengan mimbar yang berwarna keemasan. Bagian mihrab yang menunjukkan arah kiblat inilah yang letaknya ditentukan oleh mbah Bolong.

Di salah satu ruang samping masjid terdapat pilar beton ganda. Masjid Ampel telah mengalami empat kali pemugaran besar untuk sampai pada bentuknya yang sekarang.

Ada pula sebuah tangga kayu yang juga dijumpai pada beberapa masjid tua lainnya.

masjid ampelMasjid Ampel dengan pintu berukir kaligrafi pada dasar menaranya yang terlihat kokoh dan indah.

Masjid Ampel menjadi kawasan wisata religi bersejarah di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi. Lingkungan sekitarnya tertata rapi dan bersih. Masjid Ampel juga anggun dan indah, perpaduan arsitektur kuno dan modern yang dijaga dan dipelihara dengan baik.

Masjid Ampel

Alamat: Jl. Ampel Suci 45 / Jl. Ampel Masjid 53, Surabaya. Lokasi GPS -7.23073, 112.74275. Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »