Masjid Al Atiq Jakarta

Lokasi Masjid Al Atiq Jakarta berada di Jalan Masjid I RT 003 RW 01, Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan, hanya sekitar 50 meter dari pinggiran Kali Ciliwung sehingga sering terimbas banjir dan menjadi tempat penampungan masyarakat yang rumahnya terkena banjir.

Konon Masjid Al Atiq dibangun awal 1500-an, meskipun demikian tengara pada masjid menunjukkan angka 1632 M / 1053 H. Ada pula yang menyebut bahwa masjid ini merupakan peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin, dari Kesultanan Banten Lama, saat ia berkunjung ke Batavia.

Menurut cerita, pasukan Pangeran Jayakarta pernah mampir dan memperbaiki masjid ini. Ada pula yang menyebutkan bahwa Masjid Al Atiq pernah menjadi tempat persembunyian Si Pitung dan Ji’ih ketika melarikan diri dari penjara Belanda.

Atap Masjid Al Atiq berbentuk limasan tumpang, sebagaimana atap Masjid Demak dan masjid di Jawa pada umumnya. Dahulu Masjid Al Atiq dikenal sebagai Masjid Kandang Kuda, karena sebagian besar penduduk setempat memiliki mata pencaharian sebagai tukang sado atau delman. Nama masjid sempat berubah menjadi Masjid Jami’ Kampung Melayu, dan kemudian diberi nama Masjid Jami’ Al-Atiq oleh Gubernur Ali Sadikin sekitar tahun 1970-an.

Sebagian peninggalan lama di Masjid Al Atiq adalah pintu berdaun dua berpatri timah, jendela kaca di bagian atas sisi Barat, serta tulisan kaligrafi di atas mimbar. Sedangkan penunjuk arah kiblat dan tiang lampu kabarnya disimpan di museum, namun tak ada informasi di museum mana.

Masjid Al Atiq Jakarta

Alamat : Jl Masjid 1, RW 1 Kampung Melayu, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Lokasi GPS : -6.226266, 106.863688, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Jakarta . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Selatan.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jakarta » Jakarta Selatan » Masjid Al Atiq Jakarta
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 4 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap