Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto

Home » Sumatera Barat » Sawahlunto » Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Dari tempat menginap, yang dikenal dengan nama W1 (mess bujangan Belanda yang dibangun tahun 1920-an, kini mess Pemda), pagi-pagi sebelum sarapan kami berjalan kaki turun ke Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, Sumatera Barat. Kota Sawahlunto memang konturnya berbukit-bukit, dengan deretan perbukitan tinggi mengelilinginya.

Masjid Agung Nurul Islam yang terletak di kaki perbukitan, memiliki satu kubah besar di tengah, dan dikelilingi oleh empat kubah yang berukuran lebih kecil. Semoga pemda suatu ketika nanti bisa merapikan kabel-kabel telepon dan listrik yang berseliweran tanpa aturan itu.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Sayap samping kanan Masjid Agung Nurul Islam yang menuju bagian belakang masjid. Sebuah rumah panti asuhan tampak berada di sebelah kanan masjid.

Bangunan Masjid Agung Nurul Islam ini semula adalah bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, yang kemudian berubah fungsinya menjadi masjid sejak tahun 1952. Menara Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto yang tingginya lebih dari 75 m adalah bekas menara cerobong asap PLTU tersebut.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Bunker terkunci di belakang Masjid Agung Nurul Islam, yang merupakan bekas pabrik amunisi Belanda untuk membuat mortir, peluru, granat dan pistol. Di lorong bunker ini masih ada ruangan yang belum pernah dibuka, dan konon ruang bawah tanah ini jauh lebih luas ketimbang masjidnya sendiri.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Atap kubah yang terbuat dari seng tampaknya masih asli, hanya puncaknya saja yang mungkin ditambahkan kemudian. Lubang angin yang ditutup kaca sederhana bisa jadi tidak asli lagi. Sebuah loudspeaker kecil tampak menempel pada dinding kubah.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Bagian puncak menara Masjid Agung Nurul Islam dengan lambang bintang sabit di pucuknya.

Bentuk lengkung pada selasar Masjid Agung Nurul Islam tampaknya juga ditambahkan kemudian untuk memberi nuansa sebuah masjid.

Masuk ke dalam gerbang Masjid Agung Nurul Islam terlihat dua papan petunjuk yang berbunyi unik dengan simbol pria dan wanita mengarah ke tempat berbeda, berbunyi “tempat uduk”.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Salah satu sudut belakang Masjid Agung Nurul Islam yang tampaknya digunakan sebagai tempat penyimpanan dan rak buku terlihat agak kurang rapi. Langit-langit di bawah kubah kecil tampak dibuat dari susunan bilah-bilah kayu, yang juga dijumpai di banyak bangunan lain di Sawahlunto.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Bagian mihrab Masjid Agung Nurul Islam.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Langit-langit kubah utama Masjid Agung Nurul Islam yang berbentuk segi delapan.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Ruang utama Masjid Agung Nurul Islam dengan delapan pilar yang menyokong kubah utama, serta lima pilar lain di depan dan empat pilar di bagian belakang ruangan.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Jembatan kereta api yang tampaknya baru saja dicat dan diperbiki, berada di sebelah kiri Masjid Agung Nurul Islam, menuju ke arah Stasiun Sawahlunto.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Masjid Agung Nurul Islam yang berukuran 21 x 21 m ini merupakan salah satu ikon bangunan tua Kota Sawahlunto, terutama dengan menaranya yang menjulang tinggi dan bentuk kubahnya yang khas, sehingga sangat mudah untuk dikenali, meskipun dari jarak yang jauh.

Masjid Agung Nurul Islam

Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lokasi GPS: -0.68598,100.77804. Tempat Wisata di Sawahlunto, Peta Wisata Sawahlunto, Hotel di Sawahlunto

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »