Masjid Agung Kebumen

Masjid Agung Kebumen adalah tempat kedua yang saya kunjungi pada hari pertama di Kebumen, sebuah kota yang memiliki makna tersendiri karena adanya leluhur yang bermukim di sini. Masjid ini berada tepat menghadap Alun-alun Kebumen, atau sebaliknya, karena belum jelas mana diantara kedua tempat itu yang lebih dulu dibuat.

Sebelumnya, setiba di Stasiun Kebumen saya membayar becak Rp.15.000 untuk ke Hotel Nillo, tempat saya menginap. Setelah meninggalkan barang di kamar, saya keluar, melambai becak yang mangkal di depan hotel dan menyepakati harga untuk memutari jalan di sekitaran kota.

Sayang sekali saya lupa tidak membawa kaca mata dan tutup kepala. Keduanya saya tinggal di dalam kamar, sehingga debu dan angin jalananan terasa cukup mengganggu pandangan mata ketika becak dengan atap terbuka yang saya tumpangi melaju di jalanan. Mau tak mau saya harus memicingkan mata ketika ada kendaraan lewat membawa angin debu.

masjid agung kebumen
Tampak muka Masjid Agung Kebumen dengan latar belakang pendar cahaya matahari yang sudah mulai turun rendah di belahan bumi bagian Barat karena saat itu sudah lewat jam 5 sore. Gerbang masjid terbuat dari pintu besi dorong yang jika menutup akan berbentuk bola dunia, diapit pilar beton tinggi dengan puncak berbentuk kubah kecil.

Kendaraan roda empat bisa parkir di pinggir jalan atau masuk ke halaman masjid, dengan petugas parkir berjaga di pintu gerbang. Menara tunggal masjid berada di sisi kiri dengan tangga besi ulir telanjang. Speaker yang mengarah ke empat penjuru mata angin berada di atas atap dek pengamatan, dan pada puncak terdapat tulisan Arab berbunyi “Allah”.

masjid agung kebumen
Ruang utama Masjid Agung Kebumen yang bagian tengahnya ditopang oleh delapan soko guru atai tiang penyangga. Soko guru masjid itu pada awalnya dibuat dari empat batang pohon jati yang dibawa dari Ambal, sekitar 25 km dari Kebumen. Namun ada yang menyebutkan bahwa kayunya berasal dari hutan Buayan dan Petanahan di daerah selatan Kebumen.

Sejak didirikan oleh KH Imanadi, Masjid Agung Kebumen mengalami lima kali pemugaran, yang terbesar pada 2005. KH Imanadi (1775-1850 M) adalah putra Kiai Nurmadin bin Pangeran Abdurahman (Kiai Marbut Roworejo). Beliau ahli fikih dan hukum ketatanegaraan yang gigih membantu Pangeran Diponegoro dan karena itulah ia kemudian ditahan Belanda.

Ketika Aroeng Bingang IV menjadi Adipati di Kebumen, KH Imanadi dikeluarkan dari penjara dan diangkat menjadi Penghulu Landrat pertama di Kebumen serta diberi hadiah tanah luas di barat Alun-alun Kebumen yang kini menjadi Dusun Kauman. Pada 1832 sebagian tanah itu diwakafkannya untuk pembangunan masjid, yang sekarang menjadi Masjid Agung Kebumen.

masjid agung kebumen
Masjid Agung Kebumen memiliki dua buah bedug, satu besar berwarna hijau dan satunya lagi kecil berwarna biru laut. Keduanya diletakkan di dalam ruang serambi depan masjid. Serambi ini dibuat empat tahun setelah masjid didirikan oleh KH Imanadi. Meskipun wafat di Kauman, namun KH Imanadi dimakamkan di Pesucen, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen.

Sebuah papan bertulis menyebutkan bahwa bedug besar di serambi itu bernama Bedug Ijo Manung Sari, dibuat pada 15 Sya’ban 1422 H. Bedug yang dibuat dari kayu waru ini hanya dibunyikan setiap hari Jumat saja. Panjangnya 2,6 m, keliling 5 m, garis tengah 1,6 m, garis tengah bagian tengah 1,8 m, dan jumlah paku yang digunakan ada 108 buah.

Tak saya lihat apakah bedung yang kecil memiliki nama juga. Jika bedug besar dibunyikan seminggu sekali, maka bedug yang kecil itu mestinya dibunyikan setiap kali masuk waktu shalat, sebelum adzan, selain hari Jumat tentunya. Bangunan masjid ini terdiri dari teras dan bangunan utama bertingkat dengan atap limasan tumpang, khas masjid Jawa.

Saya sempat tertegun ketika ada seorang pria yang mengatakan bahwa jika saya datang lagi ke tempat ini maka bentuk masjid mungkin sudah berubah. Mudah-mudahan renovasi masjid tak mengganti atap tumpang dengan kubah. Pemerintah daerah mesti menghargai arsitektur budaya sendiri agar budaya Islam Indonesia tetap memiliki ciri khasnya.

Masjid Agung Kebumen

Alamat : Jl Pahlawan No 197 Kebumen. Lokasi GPS : -7.6687387, 109.6506625, Waze. Galeri : 15 foto. Rujukan : Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen. Galeri (15 foto) Masjid Agung Kebumen : 1.Tampak muka, 2.Ruang utama, 3.Bedug, 4.Limasan Tumpang, 5.Menara Masjid 6.Puncak Masjid 7.Bedug Ijo 8.Serambi 9.Mihrab 10.Kaligrafi 11.Kaca Patri 12.Lampu Gantung 13.Mimbar 14.Prasasti 15.Papan Bedug Ijo.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Kebumen » Masjid Agung Kebumen

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 16 Juli 2017. Tag: