Masjid Agung Jepara

Home » Jawa Tengah » Jepara » Masjid Agung Jepara
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Jelang sore kami ke Masjid Agung Jepara, yang nama resminya Masjid Agung Baitul Makmur. Masjid kuno ini telah mengalami renovasi. Sebagaimana masjid tua lain, dengan melihat foto lawas, bangunannya sayangnya telah kehilangan ciri awalnya, yang justru tampak lebih elok.

Meski keindahan tempat ibadah seperti Masjid Agung Jepara ini tak hanya pada bangunan, namun juga pada ibadah, dan manfaatnya. Kemakmuran kaum sering terlihat dari megahnya tempat ibadah. Kemajuan seni budaya juga terkait dengan kekuatan ekonomi rakyatnya.

Saat memasuki lingkungan masjid, kami melewati sebuah gapura dengan dua pilar yang puncaknya berupa limasan yang tak pejal di bagian bawahnya, dan keduanya dihubungkan oleh tembok datar di bagian atas, dan lengkung di bagian bawah. Pilarnya mengingatkan pada gapura candi bentar, namun bukan juga bentuk gapura paduraksa, meski tengahnya terhubung.

masjid agung jepara
Pemandangan yang terlihat sesaat setelah melewati gerbang Masjid Agung Jepara. Pada awalnya atap masjid ini tumpang susunnya ada lima, dengan bentuk agak melengkung ke atas menyerupai pagoda. Meskipun keindahan atap aslinya telah lama hilang, yang terjadi pada saat dilakukan renovasi pertama tahun 1686, namun beruntung masih berupa atap limasan tumpang.

Ada banyak masjid besar yang bernasib “lebih buruk” karena atap limasan tumpangnya, yang merupakan ciri arsitektur bangunan masjid Jawa, telah digantikan dengan bentuk kubah. Jika saja arsitek Indonesia bisa mengembangkan bentuk limasan tumpang sedemikian rupa sehingga terlihat menjadi jauh lebih agung, maka saya kira itu lebih membumi ketimbang kubah.

masjid agung jepara
Ruang utama Masjid Agung Jepara dengan pilar-pilar beton silindris berukuran besar dan tinggi yang dibalut dengan ukiran kayu, sehingga terlihat elok. Bagian lelangitnya pun memakai material kayu sepenuhnya yang menambah keanggunannya. Kepiawaian seni ukir Jepara terlihat pada bagian mihrab, demikian juga terlihat pada mimbar kayunya.

Pada bagian mihrab terukir pada kayu huruf Arab yang berbunyi Allah dan Muhammad, serta sejumlah ayat-ayat suci Al-Quran dalam bentuk kaligrafi yang sangat padat dan nyaris bertumpuk sehingga rada susah dibaca. Diantara yang tertulis di sana adalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kafirun, dan ada juga kaligrafi ayat Kursi.

masjid agung jepara
Bagian pusat lelangit Masjid Agung Jepara dengan ukuran kayu menempel di sana, dan sebuah lampu gantung susun tiga dengan bagian bawa berukuran besar. Atap tumpang di puncak masjid tampaknya tak cukup tinggi sehingga tak cukup membawa cahaya masuk ke dalam ruangan utama ini. Jejendela kaca di sekeliling tembok cukup membantu pencahayaan di siang hari.

Ukiran yang ada di masjid ada yang menggunakan motif Majapahitan dengan ciri khas perpaduan antara bentuk geometris cembung dan cekung. Ada pula yang mengadopsi motif ukir Semarangan dengan dedaunan yang beralur lembut, serta ada pula motif ukir Pajajaran dengan bentuk geometris cembung. Perpaduan motif seni ukir yang terlihat indah.

masjid agung jepara
Pandangan sudut ruang utama Masjid Agung Jepara, memperlihatkan pilar-pilar yang kokoh, bagian mihrab, mumbar, lelangit lapis kayu, dan jejendela kaca polos dengan ukiran di atasnya. Untuk membantu penerangan masjid di malam hari, pada sekitar tengah pilar dipasang lelampu. Pendingan ruang menggunakan kipas angin gantung.

Renovasi terakhir masjid yang bisa menampung 2.000 jamaah ini dilakukan pada tahun 1989, dengan arsitek Arifin ST, dan peresmiannya pada September 1990. Luas bangunan saat ini adalah 1.935 m2 dengan luas tanah 3.490 m2. Sarana pendukungnya adalah rumah pegawai, sarana pendidikan, ruang koperasi, klinik, kantor pengurus, dan ruang pertemuan

Tak ada tahun pasti kapan mberdiri, hanya saja umumnya orang sepakat bahwa dibangun di masa Pangeran Arya Jepara, yang memerintah Jepara hingga 1599. Pangeran Arya Jepara adalah putera Maulana Yusuf, Sultan banten, namun diambil sebagai anak angkat oleh Ratu Kalinyamat. Masjid ini dibangun pusat pemerintahan pindah dari Kota Kalinyamat ke Jepara.

Galeri (17 foto): 1.Depan . 2.Utama . 3.Plafon . 4.Pojok . 5.Serambi . 6.Mihrab . 7.Mimbar . 8.Pintu . 9.Rak … s/d 17.Limasan.

Masjid Agung Jepara

Alamat: Jl RA Kartini No.1, Desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Telp 0291–594675. Lokasi GPS: -6.5911213, 110.6669247, Waze. Jam buka waktu shalat, harga tiket masuk gratis. Peta Wisata Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Hotel di Jepara.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »