Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang

Home » Jawa Tengah » Batang » Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang berada di Bukit Wonobodro, perbukitan tak begitu tinggi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kabupaten ini tepat berada di sebelah Timur Kabupaten Pekalongan, yang dilewati jalan Pantai Utara Jawa, dengan jalur tengkorak Alas Roban.

Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang

Alamat: Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Lokasi GPS: -7.087925, 109.8419094, Waze. Rujukan: Tempat Wisata di Batang . Peta Wisata Batang . Hotel di Batang.
Galeri (26 foto): 1.Kerumunan anak, 2.Berdoa, 3.Jirat kubur,4.Pasujudan, 5.Air Kramat 6.Gapura 7.Tata Tertib 8.Tengara 9.Gapura … s/d 26.Kolam jernih.

Kami menempuh jarak 4,2 km dari Agrowisata Perkebunan Teh Pagilaran, atau 28 km dari Alun-Alun Batang untuk sampai di halaman parkir Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang yang cukup luas. Area parkirnya tepat di kaki bukit, dengan undakan lebar menuju ke atas.

Yang terasa agak mengganggu adalah banyaknya anak kecil yang merubung kami, menawarkan air dalam botol. Bukan air mineral kemasan untuk diminum, namun air setempat yang biasa dipakai untuk berziarah, atau untuk dibawa pulang. Meskipun telah ditolak, anak-anak itu tak langsung menyerah. Silih berganti mereka mendesakkan jualannya.

makam syekh maulana maghribi wonobodro batang
Kerumunan anak yang mengerubungi dan menawarkan air dalam botol di latar depan, dan undakan menuju ke Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terlihat di latar belakang, dengan lubang gapura kembar di ujung atasnya. Area parkir yang tak terlihat berada di sebelah kanan, dimana di pinggirannya terdapat pedagang makanan yang ramah.

Di sisi sebelah kiri ada kolam segi empat cukup besar berisi air jernih yang diperuntukkan buat peziarah pria, namun tak saya lihat kolam untuk wanita. Di sebelah kanan terdapat cungkup kecil petilasan pasujudan, dan di sebelahnya ada pancuran tunggal dengan tengara yang berbunyi “Air Kramat Petilasan Wudhu Auliya Wonobodro”.

Setelah menaiki undakan dan melewati gerbang atas, terlihat jalur lurus lebar dan panjang yang di ujungnya terdapat gapura cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang. Sementara di sebelah kanan ada tengara di awal jalan simpang berbunyi “Makam Ky Agung Pekalongan, Makam Ki Ageng Wonobodro”. Kami berjalan ke kanan lebih dulu.

makam syekh maulana maghribi wonobodro batang
Seorang peziarah tampak sedang berdoa di depan jirat kubur yang ditutup kain hijau dan dipagar. Tak ada tengara nama pada makam utama di dalam pendopo yang besar ini, namun sepertinya adalah makam Kyai Agung Pekalongan. Di belakangnya ada sepasang makam dengan nisan marmar berbentuk botolan yang mungkin Makam Ki Ageng Wonobodro.

Ada yang menyebut Kyai Agung Pekalongan adalah Ki Ageng Wonobodro, namun ada yang menyebut sebagai orang yang berbeda. Sayang tak saya peroleh riwayat mereka. Di pendopo ada sejumlah makam lain, dengan nisan batu tipis sederhana. Di halaman ada lagi sepasang makam dalam cungkup kecil dengan lantai tinggi, juga tak ada tengara nama di sana.

Kami meninggalkan Makam Kyai Agung Pekalongan dengan melewati gapura lengkung untuk menuju ke cungkup Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang. Ini adalah makam kelima dengan nama penghuni sama yang sudah saya kunjungi. Yang pertama saya kunjungi adalah yang di Cirebon, lalu di Gresik, kemudian di Parangtritis, dan di Kebumen.

makam syekh maulana maghribi wonobodro batang
Jirat kubur Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang juga ditutupi kelambu, namun warnanya putih dan berenda, yang lokasinya tepat berada di tengah pendopo yang ditopang empat sokuguru bercat warna tembaga. Di dalam kelambu terdapat dua makam panjang dan tinggi. Di belakang kubur terlihat papan pemisah ruangan peziarah pria dan wanita.

Masih di dalam pendopo Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang terdapat beberapa kubur lainnya, beberapa diberi tanda nama yang cukup membantu bagi peziarah. Diantara makam yang bertengara itu adalah Makam Syekh Fakir Sugih, dan Makam Syekh Jambu Karang. Uniknya Makam Syekh Jambu Karang juga ada di Pemalang dan Purbalingga.

Warga setempat mempercayai bahwa yang ada di Bukit Wonobodro adalah makam atau petilasan Syekh Maulana Maghribi yang paling tua, dengan alasan banyaknya peziarah yang datang ke tempat ini terutama sejak setengah bulan sebelum bulan puasa. Di Kabupaten Batang masih ada satu lagi Makam Syekh Maulana Maghribi, namun tak saya kunjungi.

Syekh Maulana Maghribi berasal dari Maghrib, Maroko. Ada pula yang menyebut bahwa ia lahir di Samarkand. Raffles menyebutnya berasal dari Arab, dan menetap di Desa Leran. Sedangkan J.P. Moquette menduga Malik Ibrahim berasal dari Kashan, Iran sekarang. Yang diakui banyak orang adalah pengaruhnya yang besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Di Wonobodro, setiap 13 Syuro diselenggarakan khol untuk Syekh Maulana Magribi, Sunan Kudus, Syekh Bandi Maktis, Syekh Fakir Sugih, Kyai Agung Pekalongan, Kyai Bahurekso, dan Ki Ageng Wonobodro. Salawat, dzikir, tahlil, dan ceramah diselenggarakan pada malam hari, dan esok paginya orang berjalan beriringan dari masjid ke makam untuk berziarah.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 25 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »