Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi Kebumen

Home » Jawa Tengah » Kebumen » Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi Kebumen
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi Kebumen secara tak sengaja saya kunjungi ketika Bambang bertanya arah, dan saya turun karena melihat ada tengara telah lusuh dan huruf-hurufnya sudah tipis, nyaris tak terlihat. Hanya dengan melihatnya dari dekat tulisan itu bisa terbaca. Baris pertamanya berbunyi “Benda Cagar Budaya”.

Saya tak tahu adanya Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi di Kebumen, sehingga ada rasa heran ketika melihatnya. Syekh Ibrahim Asmorokondi adalah nama lain Syekh Maulana Malik Ibrahim. Ini keempat yang saya kunjungi setelah makam di Cirebon, Gresik, dan Parangtritis.

Syekh Ibrahim Asmorokondi, yang diperkirakan lahir awal abad 14, dipercayai sebagai pendakwah awal dalam penyebaran Islam di Jawa. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, dan keduanya anak Syekh Jumadil Qubro yang banyak disebut berasal dari Samarkand, Uzbekistan, meski prasasti makamnya yang di Gresik mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan, Persia.

Konon Syekh Ibrahim Asmorokondi tinggal di Dusun Leran Gresik ketika datang pertama kali ke Pulau Jawa, karenanya di sana ada peninggalannya berupa Masjid Malik Ibrahim. Hanya saja tak jelas bagaimana petilasannya bisa ada di Cirebon, Parangtritis, di Kebumen ini, serta sejumlah tempat lainnya yang semuanya disebut sebagai makam.

makam syekh ibrahim asmorokondi
Papan nama lusuh Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi yang menarik perhatian saya itu. Dinding tembok keliling yang tak begitu tinggi membuat saya bisa melihatnya, meski harus mendekat ke dinding tembok untuk bisa membacanya. Pilar-pilar di halaman yang menuju ke bangunan cungkup di ujung sana terlihat agak aneh, karena tak menyangga apa-apa.

Ada sepasang pintu berjeruji besi sebagai akses masuk ke Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi, dan terlihat dari jauh pintu cungkup tertutup rapat. Namun seorang penduduk yang saya tanya tentang rumah kuncen mengatakan bahwa saya bisa masuk saja ke dalam makam, karena pintu pagar dan pintu cungkup tidak terkunci sebagaimana yang saya kira.

makam syekh ibrahim asmorokondi
Penampakan cungkup Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi dilihat dari dekat pintu pagar yang telah saya buka sebelumnya, memperlihatkan pilar-pilar soliter yang catnya sudah pudar, teras cungkup, dan bangunan cungkup di makam belakangnya dengan atap bergaya limasan tumpang khas bangunan Jawa yang juga sering terlihat pada atap masjid.

Syekh Ibrahim Asmorokondi, yang juga disebut Sunan Gresik, menurunkan Raden Rahmat (Sunan Ampel), sedangkan Syekh Maulana Ishak yang makamnya berada di dekat Makam Syekh Maulana Maghribi di Gresik disebut menurunkan Sunan Giri. Petilasan Syekh Jumadil Qubro kabarnya ada di Trowulan, di Semarang, dan di Desa Turgo Kecamatan Turi, Jogja.

Setelah sempat melihat area di sekeliling halaman makam, dengan sejumlah tanaman perdu yang cukup asri, saya pun melangkahkan kaki menuju ke teras cungkup, membuka pintu makam, dan masuk ke dalam ruangan cungkup yang tak begitu besar. Apa yang saya lihat di dalam cungkup makam, segera mengingatkan saya pada Makam Syekh Anom Sida Karsa.

makam syekh ibrahim asmorokondi
Unur atau rumah rayap yang telah membatu ini yang menyamakan Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi ini dengan Makam Syekh Anom Sida Karsa. Bedanya adalah unur pada makam ini hanya dipagari dengan besi agar batunya tidak dicungkil, sedangkan unur pada makam Syekh Anom ditutup rapat sehingga tak terlihat kecuali jika dibuka pintu dan kelambunya.

Pada makam terlihat nisan polos yang cukup sederhana. Ada lagi sebuah tugu kecil di belakang unur yang tak jelas benar apa fungsinya. Beberapa bungkus daun pisang yang telah terbuka berisi bebungaan tampak diletakkan di sisi sebelah kiri unur. Ada pula bekas bakaran dupa. Semuanya memberi tanda adanya peziarah ke makam ini.

Masyarakat Dukuh Kuwarisan di Kebumen ini rupanya mempunyai tradisi tahunan unik saat menyambut Muharam atau Suran serta Haul Syekh Ibrahim Asmoroqondi, yang biasa berlangsung pada Jumat Kliwon bulan Suro di kompleks Masjid Banyumudal. Pada acara itu setiap keluarga membuat tumpeng ingkung, yang jumlahnya bisa terkumpul sekitar 6000-an.

Jika mengikuti tulisan yang ada pada makamnya di Gresik, Syekh Ibrahim Asmorokondi atau Sunan Gresik wafat pada Senin 12 Rabi’ul Awwal 822 H / 1419 M atau bulan Mulud pada kalender Jawa, sehingga haulnya mestinya pada bulan itu, atau dua bulan setelah Suro. Begitupun pun, tradisi selalu ada sisi baik yang bisa diambil, dan karenanya layak diteruskan.

Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi selengkapnya: 4.Samping 5.Kemuncak 6.Bunga 7.Nisan 8.Pagar 9.Asri

Makam Syekh Ibrahim Asmorokondi Kebumen

Alamat: Dukuh Kuwarisan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kebumen. Lokasi GPS: -7.68442, 109.67281, Waze. Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 7 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »