Makam Syekh Anom Sida Karsa Kebumen

Kunjungan pertama di pagi hari itu adalah ke lokasi Makam Syekh Anom Sida Karsa yang berada di daerah Petanahan, Kebumen. Tempat ziarah ini berjarak sekitar 11,8 kilometer dari alun-alun kota yang ada di depan Masjid Agung Kebumen mengarah ke Selatan, sedikit agak ke arah Barat Daya. Jarak yang cukup jauh dari Kota Kebumen.

Melewati Jl Ronggowarsito dan Jl Raya Soka, kami masuk Jl Raya Petanahan hingga bertemu Jl Klengen – Wonosari dan belok kanan, mengarah ke Barat. Setelah 2 km belok kiri, dan 600 meter lagi belok kanan. Musholla dan Makam Syekh Anom Sidakarsa ada di kanan jalan.

Lokasi Makam Syekh Anom Sida Karsa berjarak sekitar 6 km dari Pantai Petanahan, pantai yang saya datangi kemudian. Saat Bambang tengah mencari rumah pengurus makam berdasar keterangan ibu pemilik warung di depan gerbang makam, saya terlebih dahulu masuk ke area makam dan mengunjungi musholla yang detail ornamennya sangat menarik.

makam syekh anom sidakarsa kebumen
Musholla ini diberi nama Musholla Agung Al Waliyyu Syekh Anom Sida Karsa. Tidak begitu besar ukurannya, sesuai nama, namun merupakan bangunan permanen dengan tembok bata disemen dan atap genteng serta kemuncak kuncup bunga empat tingkat dan aksara Arab berbunyi “Allah” di puncaknya.

Di samping kiri terdapat pintu unik dan elok berdaun satu berbentuk lengkung. Di sisi kiri dan kanan bawah pintu ini terdapat hiasan suluran, sedangkan di dasar lengkung atasnya terdapat aksara Arab berbunyi “Muhammad” di kiri, “Allah” di kanan, dan “Bismillahirrahmanirrahim” pada bagian lengkungnya.

Di bawah lengkung ada sepotong matahari dengan tujuh berkas sinar, dan di dalam matahari terdapat tulisan “Musholla Agung Al – Waliyyuh Syech Anom Sida Karsa, Putra wayah Dalem Sunan Demak”. Menurut cerita, Syekh Anom Sida Karsa merupakan keturunan ke-5 Raden Patah / Fatah, Sultan Demak yang pertama.

Di bawahnya ada kaligrafi tulisan Arab, di bawahnya kaligrafi ada tulisan “Sesungguhnya yg memakmurkan masjid Allah hanya orang2 yg beriman kepada Allah dan hari Qiamat”. Di bawah tulisan ada kaligrafi lagi, dan paling bawah ada lagi tulisan berbunyi “Sodaqoh itu menutup tujuhpuluh pintu kejahatan”.

Pintu utama di tengah berdaun dua yang juga sangat indah, dengan lengkung bertaut di bagian atasnya, ornamen suluran warna metalik, huruf Arab “Allah”, “Muhammad”, kaligrafi ayat suci, dan tulisan “Pangkat ilmu di atas Segala pangkat, Al Hadits”, serta tulisan “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan, QS At-Tholaq”

makam syekh anom sidakarsa kebumen
Masuk ke dalam serambi bangunan Makam Syekh Anom Sida Karsa yang dikeramik seluruhnya terlihat ada beberapa buah makam yang posisinya terpisah dengan letak tak teratur, dengan bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda pula.

Yang menarik adalah adanya beberapa makam yang bagian tengah pusaranya berada di bawah permukaan lantai serambi, serta tak ada bagian makam itu yang lebih tinggi posisinya dari lantai. Jika pun itu dibuat sebagai penghormatan kepada Syekh Anom Sida Karsa, namun ada makam lain yang berbentuk kijing biasa dan lebih tinggi dari lantai.

Beberapa makam di serambi itu diberi tengara, seperti makam B. Nyai Romini, makam Ny. Chasan Abdullah yang wafat pada 1955, KH Bachri wafat 1957, dan makam K. Chasan Abdullah yang wafat pada 1943. Sejumlah makam lainnya tidak memiliki penanda. Mereka yang dimakamkan di serambi adalah keturunan Syekh Anom Sida Karsa.

Tak lama kemudian datang seorang pria berpeci, berbaju hitam dan bersarung biru bergaris, bernama Muhyidin (40 tahun). Ia adalah keturunan ke-12 Syekh Anom Sida Karsa yang selain mengurus makam juga mengurus kegiatan madrasah, meneruskan apa yang telah dicontohkan oleh Syekh Anom semasa hidupnya.

Muhyidin meneruskan kisah dari para orang tua bahwa Syekh Anom Sida Karsa adalah asli keturunan Raden Patah dari Demak. Silsilahnya adalah Brawijaya V – Raden Patah – Sultan Trenggono – Sunan Prawoto – Pangeran Kediri – Pangeran Sudarmo – Pangeran Anom atau Syekh Anom Sida Karsa.

makam syekh anom sidakarsa kebumen
Makam Syekh Anom Sida Karsa berada di dalam cungkup bertutup kain yang dikelilingi oleh kurungan berangka besi berdinding kaca dengan tulisan ayat suci dan hiasan di bagian bawahnya. Di sebelahnya adalah makam isterinya. Kurungan besi itu digembok untuk melindungi makam dari tangan jahil.

Pasalnya dulu peziarah ada yang mencongkel makam untuk dibawa pulang sebagai jimat penangkal bahaya. Tadinya saya tak faham apa yang dicongkel, namun setelah gembok dan kain dibuka baru terlihat bahwa pada makam terdapat unur (gundukan rumah rayap yang telah membatu), bertekstur kasar dengan ketinggian sekitar satu setengah meter berwarna putih kecoklatan. Ziarah ke makam Syekh Anom Sidakarsa biasanya banyak dilakukan pada bulan Sura dan Ruwah.

Menurut Muhyidin, meski banyak tempat telah beliau jelajahi namun Syekh Anom Sida Karsa memilih tinggal di daerah ini karena mengetahui banyak orang yang masih membutuhkan pencerahan, diantaranya adalah daerah Ambal yang dihuni banyak berandal. Beliau menetap di tempat ini sampai wafatnya.

Semasa hidupnya, Syekh Anon Sida Karsa terkenal memiliki kelebihan. Kabar itu akhirnya sampai ke telinga para berandal di Ambal. Mereka pun datang menyatroni rumah Syekh Anom, berjumlah 200-an orang. Sampai di lokasi mereka melihat ada keanehan, yaitu meskipun rumah Syekh Anom miring ke Utara namun justru yang di sebelah Selatan yang disangga kayu. Para berandal itu pun menganggap pemilik rumah sudah tak waras lagi.

Ketika Syekh Anom Sida Karsa mempersilahkan para begal masuk ke dalam rumah, lagi-lagi mereka menganggap tuan rumah tak waras. Bagaimana mungkin rumah sekecil itu sanggup menampung gerombolan yang berjumlah demikian banyak. Namun ketika akhirnya masuk, ternyata dalaman rumah itu luas sekali. Seluruh gerombolan hanya memenuhi satu pojok rumah saja. Barulah para berandal itu sadar bahwa Syekh Anom bukan orang sembarangan.

Berandal itu dijamu makan oleh Syekh Anom, satu hal yang selalu dilakukannya pada setiap tamu yang datang ke rumahnya. Makanan selalu ada, berapa pun tamu yang datang setiap harinya. Para berandal dipesan agar tidak membuang tulang ayam ke lantai. Namun seorang berandal sengaja membuang tulang ayam ke lantai, dan tiba-tiba tulang itu berubah menjadi ayam lagi! Akhirnya para berandal itu pun takluk kepada Syekh Anom.

Muhyidin berujar bahwa pemugaran bagian dalam makam Syekh Anom dilakukan pada 1982, sedangkan pendopo, dan madrasah dibangun pada 2000 – 2002, sudah di jaman Muhyidin. Musholla dibangun 2003 selesai 2006, atas inisiatif H. Edi Sucipto dari Bekasi yang konon mendapat perintah dari Syekh Anom. Pembangunan musholla dilakukan setelah lebih dulu berembug dengan Muhyidin dan para pengurus yang belum lama dibentuk oleh Muhyidin.

Makam Syekh Anom Sida Karsa

Alamat : Dusun Wadas, Desa Grogol Beningsari, Petanahan, Kebumen. Lokasi GPS : -7.74329, 109.60658, Waze. Galeri : 16 foto. Rujukan : Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen. Galeri (16 foto) Makam Syekh Anom Sida Karsa Kebumen : 1.Musholla, 2.Serambi, 3.Kurung besi, 4.Pintu Samping, 5.Matahari 6.Langit-Langit 7.Pengimaman 8.Absensi 9.Pintu Utama … s/d 16.Kemuncak.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Kebumen » Makam Syekh Anom Sida Karsa Kebumen
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 16 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap