Makam Sunan Bungkul Surabaya

Home » Jawa Timur » Surabaya » Makam Sunan Bungkul Surabaya
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Makam Sunan Bungkul Surabaya, atau biasa disebut sebagai Mbah Bungkul, berada di dalam kompleks Taman Bungkul yang lokasinya berada di tepi Jalan Raya Darmo, sebuah jalan elit di kawasan Surabaya. Akses ke Makam Sunan Bungkul berada di sisi belakang Taman Bungkul, melewati deretan warung yang siang itu ramai dengan pengunjung.

Ada beberapa versi tentang siapa sesungguhnya tokoh yang dikenal dengan nama Sunan Bungkul ini. Salah satu versi itu menyebutkan bahwa Sunan Bungkul adalah nama lain dari Ki Ageng Supo, atau Mpu Supo, seorang bangsawan dari jaman Kerajaan Majapahit yang setelah memeluk Islam lalu beliau menggunakan nama Ki Ageng Mahmuddin.

Dari Jalan Raya Darmo kami berbelok kiri masuk ke Jalan Taman Bungkul, lanjut mengikuti jalan yang mengelilingi taman, dan lalu berhenti area Jalan Serayu di sisi timur Taman Bungkul dimana terdapat sentra kuliner yang sangat ramai pengunjung. Di sisi ini terdapat pohon beringin besar dengan sulur akar bergelantungan.

makam sunan bungkul surabaya
Pendopo dan gapura paduraksa yang memisahkan bagian tengah Makam Sunan Bungkul dengan bagian dalam, dimana terdapat makam sang sunan dan makam lainnya. Sebelumnya terdapat gerbang paduraksa lebih besar, yang membatasi bagian luar dengan bagian tengah makam, hal yang kurang lazim, karena biasanya menggunakan candi bentar.

Gerbang paduraksa adalah gerbang dengan penutup di bagian atasnya, sedangkan candi bentar merupakan gerbang tanpa penutup. Setelah gerbang paduraksa pertama terdapat surau yang konon dibangun oleh Sunan Bungkul bersama dengan Raden Rahmat (Sunan Ampel). Ada yang menyebutkan bahwa Raden Rahmat pernah berguru kepada Sunan Bungkul.

makam sunan bungkul surabaya
Pandangan pada sisi kiri cungkup Makam Sunan Bungkul dimana berjajar makam yang nisan dan badan kuburnya diselimuti dengan kain putih. Di luar cungkup makam ada beberapa makam tua, Di sini konon ada makam Makam Mbah Sholeh, pengikut setia Sunan Ampel, meskipun makam sebenarnya ada di kompleks Makam Sunan Ampel Surabaya.

Sebuah versi menyebut bahwa Sunan Bungkul adalah mertua Raden Paku, yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri, setelah Raden Paku secara tidak sengaja memungut buah delima dari Kalimas. Tanpa diketahuinya, Sunan Bungkul memiliki niatan barang siapa yang menemukan buah delima itu akan ia jodohkan dengan puterinya yang bernama Dewi Wardah.

Padahal Raden Paku telah dijodohkan dengan puteri Sunan Ampel yang bernama Dewi Murthasiah, namun karena perjodohannya dengan Dewi Wardah mendapat restu Sunan Ampel, maka Raden Paku pun menikahi kedua puteri itu pada hari yang sama. Makam Sunan Bungkul ini merupakan bangunan cagar budaya, seperti tertera pada prasasti di sana.

makam sunan bungkul surabaya
Makam Sunan Bungkul ada pada sisi sebelah kanan di dalam cungkup makam di atas. Di area makam juga ada sebuah sumur yang airnya konon memiliki tuah. Karena lebih tua, ada peziarah yang datang lebih dulu ke Makam Sunan Bungkul, sebelum ke Makam Sunan Ampel, meskipun tidak ada nama Sunan Bungkul atau Ki Supo dalam riwayat Sunan Ampel.

Makam Sunan Bungkul kabarnya dikunjungi sekitar 100 orang setiap harinya, dan pada hari libur jumlahnya bisa mencapai ribuan, kebanyakan dari luar kota, ada pula yang dari luar pulau. Adanya pohon beringin besar yang tua seperti biasa dapat membantu memberikan sebuah ‘suasana’ bagi para peziarah yang datang ke tempat seperti ini.

Jika nama Sunan Bungkul atau mBah Bungkul tidak saya temui selain di makam ini, maka nama Mpu Supo telah saya temui sebelumnya di Kawasan Bukit Surowiti, dimana terdapat beberapa peninggalan Sunan Kalijaga. Makam Mpu Supo di Bukit Surowiti saya jumpai setelah berkunjung ke Goa Langsih Gresik, tempat persembunyian Brandal Lokajaya.

Makam Sunan Bungkul merupakan bagian dari kesibukan Taman Bungkul yang ramai dikunjungi warga Surabaya yang bukan hanya berkunjung ke makam, namun juga bersantap, minum kopi, atau sekadar duduk-duduk ngobrol sambil membuka laptop-nya. Kondisi Taman Bungkul sekarang ini mestinya sudah jauh lebih baik ketimbang pada saat saya kunjungi itu.

Makam Sunan Bungkul Surabaya selengkapnya: 4.Cagar Budaya 5.Kubur 6.Pengeras Suara 7.Lorong 8.Pendopo 9.Musholla 10.Suasana 11.Beringin 12.Sulur 13.Taman Bungkul

Makam Sunan Bungkul Surabaya

Alamat: Taman Bungkul, Jl Raya Darmo, Surabaya. Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »