Makam Sunan Bonang Bismo Batang

Perjalanan ke Makam Sunan Bonang Bismo Batang sebenarnya tak jauh dari tempat terakhir yang kami kunjungi. Namun karena ada beberapa hal menarik selama perjalanan maka kami tiba di tempat lebih lama dari semestinya. Tempat yang disebut makam itu sebenarnya adalah petilasan yang berada di Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Namun karena dibuat dalam bentuk makam, dan nama petilasan kurang menarik minat, maka orang menyebutnya Makam Aulia, yaitu Makam Sunan Bonang dan Makam Sunan Kalijaga. Keduanya di satu tempat, di dalam sebuah cungkup kubus di ruang Masjid Al Huda Bismo, di belakang ruang imam.

Jarak Makam Sunan Bonang Bismo Batang dengan Pohon Jlamprang Wonobodro hanya 2,1 km, arah ke Selatan, dengan mengambil cabang jalan yang menurun ke kanan setelah sekitar 300 meter dari gang masuk ke pohon. Kami sebenarnya melewati air hangat Ngasinan Desa Bawang Wonolobo, namun baru belakangan mengetahuinya sehingga tak mampir.

makam sunan bonang bismo batang
Papan penanda arah dengan jalan yang menurun menuju ke Makam Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Papan itu menyebut jarak 1,5 km, sedangkan hitungan saya setidaknya 1,8 km dari papan itu. Jika mengambil jalan yang di kiri bisa juga ke makam namun harus memutar, dan jika lurus akan sampai ke Agrowisata Perkebunan Teh Pagilaran.

Setelah 3 menit berkendara dari jalan bercabang itu, jalan yang kami lewati mulai menanjak. Jalannya tak lebar, namun cukup mulus. Sebuah poster di pinggir jalan menyebutkan Desa Bismo berada di Dataran Tinggi Dieng yang masuk Kabupaten Batang, dimana terdapat hutan lindung, kawasan resapan air, sumber mata air, dan cagar budaya.

makam sunan bonang bismo batang
Penampakan cungkup Makam Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga yang berada di dalam ruangan di sebelah belakang ruang utama Masjid Al Huda, Desa Bismo. Keempat sisinya tertutup kain, dan tak ada keinginan menyingkapnya untuk melihat jirat kuburnya. Kami masuk bukan dari dalam masjid, namun lewat pintu samping, melewati sejumlah undakan.

Ketika saya berkunjung, Masjid Al Huda masih dalam proses perbaikan. Dinding bagian depan luarnya, serta lantai atas masih belum selesai dikerjakan. Di dalam masjid ini kabarnya disimpan peci Sunan Bonang yang dibuat dari anyaman sejenis akar, juga ada Al Qur’an tulis tangan peninggalannya, namun saya tak sempat melihatnya. Ada pula pohon jambu air di sisi utara masjid yang konon ditanam oleh Sunan Kalijaga, yang mestinya sudah berumur ratusan tahun, karena sang sunan wafat pada 1586 (ada yang menyebut 1513) maka bisa diperkirakan umur pohon itu. Konon Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga memang pernah bertandang ke Desa Bismo ini dalam rangka dakwah.

makam sunan bonang bismo batang
Dalaman ruang utama Masjid Al Huda Desa Bismo yang terkesan sempit karena dibagi dengan jamaah wanita di sebelah kiri, oleh sebab ruangan di bagian lainnya masih sedang diperbaiki. Kami masuk dari ruang belakang dimana terdapat makam, atau tepatnya petilasan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga, lewat lubang di sebelah kanan itu.

Yang terlihat sangat menonjol di dalam masjid ini adalah adanya struktur kayu dengan empat tiang, dan ada pula dudukan kayu di bagian atasnya yang menjadi penyangga atap. Sepertinya itu adalah soko guru dari masjid asli sebelum direhab menjadi bentuk yang sekarang ini. Konon masjid ini awalnya dibuat oleh dua orang wali itu.

makam sunan bonang bismo batang
Jalan simpang menurun dengan latar gunung tinggi yang kami lewati setelah sekitar 300 meter berkendara dari gang masuk Pohon Jlamprang. Di lembah bawah sana terdapat area persawahan subur yang luas. Sunan Bonang dilahirkan dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim pada 1465, atau lebih muda 15 tahun dari Sunan Kalijaga. Namun demikian, menurut cerita, adalah Sunan Bonang yang dengan kesaktiannya bisa menyadarkan Raden Said atau Berandal Lokajaya sehingga kemudian ia menjadi salah wali songo terkenal yang berjuluk Sunan Kalijaga.

Kakek Sunan Bonang adalah Maulana Malik Ibrahim yang menurunkan Sunan Ampel, ayahnya. Ibunya bernama Nyai Ageng Manila. Sunan Bonang wafat pada 1525 M dan dimakamkan di Desa Bonang, Lasem, Rembang. Namun ada pula “makamnya” di belakang Masjid Agung Tuban, di Tambak Kramat Pulau Bawean, dan di Singkal Kediri.

Warisan Sunan Bonang diantaranya adalah komposisi Gending Dharma yang konon bisa membawa orang masuk ke alam meditasi, hanya tak jelas apakah gending ini masih ada atau tidak. Adalah juga Sunan Bonang yang menambahkan perangkat bonang dan rebab pada gamelan, serta menciptakan tembang Tombo Ati yang terkenal hingga sekarang itu. Sejumlah suluk juga disebut sebagai ciptaan Sunan Bonang. Diantaranya adalah Suluk Bentur, Suluk Ing Aewuh, Suluk Jebeng, Suluk Khalifah, Suluk Pipiringan, Suluk Regok, Suluk Wasiyat, dan Suluk Wujil yang berisi ajaran kepada Wujil, pelawak cebol terpelajar dari Majapahit. Ada pula karangannya yang diberi nama Wejangan Seh Bari.

Dalam perjalanan setelah tanjakan, kami melihat di dasar lembah di sebelah kiri jalan ada kolam dengan garis tepi biru. Tak lama kemudian kami melihat ada akses jalan kecil ke bawah dengan tulisan “Air Keramat (Tuk)”, yang sepertinya tempat orang untuk bersuci sebelum berziarah ke Makam Sunan Bonang yang membujang hingga wafat ini.

Makam Sunan Bonang Bismo Batang

Alamat : Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Lokasi GPS : -7.1040494, 109.8380578, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Tempat Wisata di Batang . Peta Wisata Batang . Hotel di Batang. Galeri (14 foto) Makam Sunan Bonang Bismo Batang : 1.Papan penanda, 2.Cungkup makam, 3.Ruang utama, 4.Menurun, 5.Kawasan Lindung 6.Kolam 7.Beton 8.Pucuk Merah 9.Pohon Teh … s/d 14.Tanjakan.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Batang » Makam Sunan Bonang Bismo Batang

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 22 Juli 2017. Tag: , , ,

Tulisan lainnya : 12 Travel Agent di Bukittinggi | Pantai Samudera Baru Karawang | Museum Antonio Blanco Gianyar Bali | Pantai Losari Makassar | 49 Tempat Wisata di Kediri | Hotel di Palembang | Google Translate |