Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

Satu jam jelang tengah hari kami tiba di depan gapura Makam Pangeran Puger Demaan Kudus, di tengah kompleks permukiman penduduk yang cukup padat. Bukan waktu yang baik untuk ke kubur, karena biasanya kuncen tak ada di tempat, dan hawa panas terasa menyengat. Namun sebagai pejalan musiman, kadang terasa mewah untuk bisa mengatur waktu kunjung, utamanya lantaran buta lokasi sehingga tak gampang atur rute.

Nama Pangeran Puger yang saya tahu adalah sosok yang kemudian menjadi raja ketiga Kasunanan Kartasura yang setelah naik tahta memakai gelar Sri Susuhunan Pakubuwana I. Nama kecilnya Raden Mas Darajat, putera Sunan Amangkurat I, lahir dari Ratu Wetan atau permaisuri kedua yang berasal dari Kajoran, dari keluarga keturunan Kesultanan Pajang. Pangeran Puger juga disebut sebagai ayah Kentol Surawijaya yang kemudian dikenal sebagai Tumenggung Aroeng Binang.

Namun dalam sejarah Mataram rupanya ada nama Pangeran Puger lain, yaitu yang makamnya berada di Desa Demaan Kota Kudus ini. Akan halnya makam Pakubuwana I sendiri berada di dalam kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri. Begitu pun saya senang bisa berkunjung ke makam yang bisa menjadi portal sejarah masa silam ini, dan menelisik kisah yang belum saya ketahui sebelumnya.

makam pangeran puger demaan kudus
Kompleks Makam Pangeran Puger Demaan Kudus dilindungi dengan tembok keliling dan di bagian depan terdapat gapura beratap yang pilarnya dibuat dari susunan bata telanjang yang direkat semen. Pagar gapura tak dikunci namun di sana ada papan peringatan berisi larangan bagi anak-anak untuk bermain di halaman kompleks makam.

Halaman di depan cungkup makam lumayan lega, meski tak bisa dibilang luas. Ada dua cungkup makam bersebelahan, yang dua-dua pintu masuknya terkunci. Sehingga saya meminta Kasmudi (Budi Rentcar Jepara 0858 6572 5176) mencari rumah kuncen untuk meminjam kuncinya, sukur-sukur kuncennya ada dan bisa diajak berbincang. Selagi menunggu kunci kami berjalan berkeliling di kompleks makam.

makam pangeran puger demaan kudus
Dua cungkup makam yang letaknya bersisian itu. Di sebelah kiri, yang atapnya berbentuk limasan tumpang dan berukuran lebih besar adalah Makam Pangeran Puger, sesuai nama yang menggantung di bagian depan cungkup kecilnya. Pada serambi berlantai keramik yang mengelilingi cungkup utama terdapat sejumlah kubur. Di salah satu sisi ada yang berderet, dan di sisi lainnya ada yang hanya satu makam.

Cungkup sebelah kanan yang atapnya limasan tanpa tumpang adalah Makam Raden Ayu Kuning, yang kabarnya adalah isteri dari Pangeran Puger. Di luar tembok kompleks makam ini ada beberapa makam lagi yang kebanyakan tak bertanda nama. Sekitar 25 meter di belakang cungkup makam terdapat Lapangan Pangeran Puger untuk main bola, bersebelahan dengan Balai Desa Demaan. Lokasi makam ini sekitar 500 meter dari Alun-Alun Kudus, arah ke barat laut.

makam pangeran puger demaan kudus
Setelah menunggu agak lama, Kasmudi akhirnya datang kembali ke makam membawa anak kunci untuk membuka gembok pintu. Kubur yang ada di dalam cungkup utama ditutup dengan kain mori putih tinggi, dan di dalamnya terdapat dua kubur yang bentuknya sama. Semua nisannya ditutup dengan kain putih dan tidak ada tengara nama di sana, namun lazimnya kubur pria ada di sebelah kiri.

Jika yang di sebelah kubur Pangeran Puger adalah isterinya, maka Raden Ayu Kuning tentunya isterinya yang lain, hal yang biasa pada jaman dahulu. Namun belakangan ketika kami membuka gembok cungkup RA Kuning dan masuk ke dalamnya, ternyata di sana juga ada dua kubur. Entah kubur siapa yang satunya lagi, karena kedua kubur juga tidak diberi tengara nama.

Pangeran Puger yang dimakamkan di Desa Demaan Kudus adalah Raden Mas Kentol Kejuro, putera ketiga Panembahan Senopati, lahir dari seorang isteri selir bernama Nyai Adisara. Jatuhnya tahta kerajaan Mataram ke Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati, putera ke-8 Panembahan Senapati yang lahir dari permaisuri, membuat Puger merasa tak puas. Untuk meredamnya, Hanyokrowati pun mengangkat Puger menjadi Adipati Demak, yang terjadi pada sekitar tahun 1602 M.

makam pangeran puger demaan kudus
Pandangan pojok pada cungkup Makam Pangeran Puger, dengan pohon tanggung tampak di latar depan yang tak sanggup memayungi area cungkup dari terik matahari. Di kanan bawah sana tampak sebuah tugu prasasti pendek yang menjadi tanda selesainya pekerjaan pemugaran makam pada Sabtu Paing, 4 Januari 1992, ditandatangani Soedarsono, bupati Demak ketika itu.

Meskipun telah mendapat jabatan tinggi, namun kemuliaan sebagai raja dan mimpi menjadi penguasa Mataram rupanya masih menghantui pikiran Pangeran Puger, yang membuatnya kemudian memberontak terhadap pemerintahan adiknya sendiri. Perang pun tak terhindarkan, namun pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Suranata (Ki Gede Mestaka) akhirnya berhasil menggulung pasukan pemberontak.

Kalah dalam peperangan, Pangeran Puger pun kemudian diasingkan oleh adiknya ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Desa Demaan. Peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 1605 M. Dalam pengasingannya itu Pangeran Puger akhirnya bertekat untuk lebih menekuni kehidupan beragama dan kemudian ikut menyebarkan agama Islam.

Akan halnya pemerintahan Panembahan Hanyokrowati sendiri terus mengalami gejolak dengan terjadinya pemberontakan di sejumlah tempat. Musuhnya yang terkuat adalah Adipati Surabaya, yang dengan kekuatan pasukannya berhasil menguasai Kadipaten Pasuruan dan Blambangan. Wilayah Surabaya juga dikeliling parit pertahanan yang diperkuat meriam.

Meski pasukan Mataram yang dipimpin Adipati Martalaya merebut Lamongan pada 1612, lalu pada 1613 menyerbu Gresik dan menaklukkan Tuban serta Pati, namun Mataram tidak menyerbu Surabaya hingga Panembahan Hanyokrowati meninggal secara tak terduga di Hutan Krapyak pada 1613. Surabaya baru takluk di masa pemerintahan Sultan Agung, yaitu pada 27 Okotober 1625, setelah Pangeran Jayalengkara menyerah ke pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Mangun Oneng.

Galeri (18 foto): 1.Gapura, 2.Cungkup, 3.Kubur, 4.Pohon, 5.Depan, 6.Prasasti, 7.RA Kuning, 8.Kubur luar, 9.Aksara … s/d 18.Grafiti.

Makam Pangeran Puger Demaan Kudus

Alamat: Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS: -6.80631, 110.84023, Waze. Tempat Wisata di Kudus, Peta Wisata Kudus, Hotel di Kudus.


Kirim ke Facebook | Tweet | WhatsApp | Email | Print!

Home » Jawa Tengah » Kudus » Makam Pangeran Puger Demaan Kudus
Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Blogger dan pejalan musiman yang senang pergi berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Email aroengbinang@gmail.com. WA 0815 1433 7628. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »