Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus

Home » Jawa Tengah » Kudus » Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Lokasi Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus masih berada di dalam kota, namun agak masuk ke dalam dari jalan besar. Makam ini bisa diakses dari Jl Kyai Telingsing, dengan lintasan cukup panjang dan agak berkelok dan belum sepenuhnya dipetakan oleh Google Maps. Bisa juga diakses lewat Jl. DR. Wahidin Sudirohusodo yang jaraknya lebih dekat dan mobil bisa masuk hingga ke dekat makam.

Namun kami masuk dari Jl Kyai Telingsing, sehingga harus turun dari kendaraan dan lanjut dengan jalan kaki, sementara mobil memutar dan masuk lewat akses yang satunya lagi itu. Nama Kyai Telingsing pertama kali saya dengar saat berkunjung ke Masjid Nganguk Wali, yang dibangun oleh para wali dan pengawasannya diserahkan kepada Kyai Telingsing. Sang kyai yang merupakan keturunan Tionghoa itu bernama asli Tee Ling Sing atau The Ling Sing.

Ketika tiba di lokasi, yang tampak pertama kali adalah adanya kompleks kubur yang tak begitu luas, yang rupanya merupakan bagian dari kompleks Makam Kyai Telingsing. Makam sang kyai sendiri berada di dalam bangunan cungkup yang terpisah dari makam lain, dengan halaman lumayan luas. Seorang penduduk membantu kami untuk memberitahu kuncen, namun entah mengapa kuncen tak kunjung datang.

makam kyai telingsing sunggingan kudus
Tampak depan Makam Kyai Telingsing Sunggingan Kudus, sesuai dengan nama pada tengara yang menggantung di sana itu. Di area sebelah kiri adalah kompleks pemakaman yang sepertinya sudah tak bertambah lagi, dan sebelah kanan adalah perumahan penduduk, yang salah satunya adalah rumah dimana kuncen tinggal.

Di belakang cungkup makam ini terdapat pohon tua besar yang tinggi. Hanya saja bagian atasnya sudah dipotong. Mungkin karena khawatir tumbang jika terkena angin besar. Bisa dimaklumi karena banyak rumah penduduk berdiri di sekitar pohon tua itu. Seperti sudah sering saya tulis, adanya pohon tua di dekat makam menjadi semacam legitimasi bagi usia makam.

makam kyai telingsing sunggingan kudus
Di dalam cungkup makam ini masih ada cungkup lagi, yaitu dimana kubur Kyai Telingsing berada, dengan pintu masuk kayu jati berukirnya terlihat di sisi sebelah kanan pada foto. Sementara itu pada lorongnya, merapat pada tembok mengelilingi cungkup terdapat susunan bata telanjang. Di bagian depan cungkup kubur sang kyai juga ada tembok bata lagi.

Susunan bata telanjang gaya Majapahitan, yang dipadu dengan lantai keramik, dinding keramik, dan tembok semen merupakan kombinasi yang aneh dan tak nyambung. Begitupun masih ada bagusnya, karena bata telanjang itu tetap dipertahankan, tak dibuang. Hanya saja akan lebih elok jika semua menggunakan bata telanjang, meski direkat dengan semen, dan divernis. Setidaknya tembok bagian dalam, jika pun bagian luar disemen agar lebih tahan cuaca.

makam kyai telingsing sunggingan kudus
Sepasang makam yang berada dalam cungkup Makam Kyai Telingsing. Tak ada tengara nama di sana. Ada lagi beberapa makam lain di dalam cungkup itu, setidaknya ada satu yang terpisah, dan satu makam agak gendut yang unik, karena hanya separuh yang terlihat, separuhnya lagi berada di dalam tembok. Tak ada juga tengara nama di sana.

Menurut catatan yang saya baca memang ada makam putera dari Kyai Telingsing di dalam kompleks ini. Di dalam cungkup utama yang saya tak bisa masuk ke dalamnya kabarnya terdapat dua makam. Yang pertama adalah makam sang kyai, dan satu lagi adalah makam salah seorang muridnya yang bernama Khadam.

makam kyai telingsing sunggingan kudus
Cungkup Makam Kyai Telingsing dilihat dari belakang dengan kompleks kubur yang ada di sebelahnya. Semua kubur yang ada di luar itu terbuat dari susunan bata merah, sehingga memberi kesan tersendiri, meski semuanya dibuat dalam bentuk yang sederhana. Tak jelas apakah masih ada yang mengenali siapa yang dikubur di sana, karena tak terlihat ada tengara nama.

Konon Kyai Telingsing adalah putera dari Sunan Sungging, seorang keturunan Arab yang sempat mukim di Kudus namun kemudian pergi ke Tiongkok untuk berdakwah. Di sana beliau menikahi seorang perempuan Tionghoa, melahirkan putera yang diberi nama Tee Ling Sing atau The Ling Sing. Sebuah sumber menyebut bahwa beliau lahir di Yunan pada 1478.

Atas saran sang ayah, pada usia sekitar 17 tahun Tee Ling Sing pergi ke Jawa dan mukim di Kudus untuk berdakwah di sana, terhitung sejak tahun 1495 hingga wafatnya pada 1548 dalam usia 70 tahun. Ia kemudian lebih dikenal sebagai Kyai Telingsing. Sunan Kudus disebut-sebut sebagai muridnya, dan keduanya bekerja sama dalam melakukan dakwah ke masyarakat yang ketika itu masih banyak yang menganut kepercayaan Hindu dan Buddha.

Cukup lama kami duduk, dan berputar-putar di dalam dan di luar cungkup, namun kuncen belum juga datang. Akhirnya kami masuk gang menurut petunjuk arah yang diberikan oleh seorang penduduk, dan berhasil menemukan rumah kuncen. Sayangnya beberapa kali mengetuk pintu rumah, tak ada orang yang menyahut. Entah sedang pergi kemana semua penghuni rumahnya.

Galeri (19 foto): 1.Tampak depan, 2.Pintu, 3.Kubur, 4.Kubur luar, 5.Teduh, 6.Seragam, 7.Halaman, 8.Kubur unik, 9.Kubur tunggal … s/d 19.Cagar Budaya.

Makam Kyai Telingsing Sunggingan

Alamat: Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Lokasi GPS: -6.8103857,110.8338895, Waze. Jam buka tak tentu, tergantung keberadaan kuncen. Harga tiket masuk gratis, sumbangan diharapkan. Tempat Wisata di Kudus, Peta Wisata Kudus, Hotel di Kudus.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »