Makam Ki Gede Gamel Cirebon

Home » Jawa Barat » Cirebon Kabupaten » Makam Ki Gede Gamel Cirebon
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Makam Ki Gede Gamel secara kebetulan terlewati ketika kami sedang dalam perjalanan dari Makam Sunan Gunung Jati menuju daerah sentra Batik Trusmi di Plered, Cirebon, melalui sebuah jalan tembus (lihat peta Google pada akhir tulisan) yang kondisi jalannya cukup baik.

Makam Ki Gede Gamel

Alamat: Desa Gamel, Kecamatan Plered Cirebon. Lokasi GPS -6.68968, 108.51185, Waze. Terdekat: Batik Trusmi Jaya Abadi (2,2 km). Rujukan: Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon, Hotel di Cirebon.
Galeri (5 foto): 1.Beringin, 2.Bale panjang, 3.Tembok keliling, 4.Bermain, 5.Gapura.

Nama depan Ki Gede Gamel ini mengingatkan saya pada tokoh-tokoh dalam cerita silat Jawa karangan mendiang SH Mintardja, baik di kisah legendaris Nagasasra – Sabuk Inten maupun cerita Api Di Bukit Menoreh. Ada nama-nama seperti Ki Ageng Gajah Sora, Ki Ageng Pengging Sepuh, atau Ke Ageng Sora Dipayana dalam kisah Nagasasra – Sabuk Inten.

Ada pula nama-nama Ki Gede Pemanahan, dan Ki Gede Menoreh di cerita Api Di Bukit Menoreh. Ki Gede adalah gelar ketika masih aktif menjabat, dan Ki Ageng gelar atau panggilan setelah paripurna yang diberikan untuk orang yang dihormati atau memiliki kedudukan sebagai kepala tanah perdikan yang bebas pajak.

makam ke gede gamel
Sebuah pohon beringin dengan batang sangat besar di halaman Makam Ki Gede Gamel ini menjadi sebuah penanda bahwa Makam Ki Gede Gamel sudah berusia tua. Musholla tampak di latar belakang yang terlihat melalui lengkung gapura yang unik.

Anak-anak terlihat bermain di belakang sepasang tembok gapura Makam Ki Gede Gamel yang terbuat dari susunan bata merah. Gapura Makam Ki Gede Gamel ini tidak dibuat menjulang tinggi, namun dihubungkan dengan sebuah lengkung setengah lingkaran yang dipuncaknya terdapat ornamen seperti sebuah mahkota.

makam ki gede gamel
Sebuah Balai panjang beratap welit dengan 6 tiang penyangga di halaman Makam Ki Gede Gamel ini konon adalah salah satu warisan Ki Gede Gamel. Nama asli Ki Gede Gamel adalah Ki Suradinata, yang menurut cerita merupakan salah satu pengikut dari Sunan Gunung Jati.

Balai panjang di kompleks Makam Ki Gede Gamel ini dulunya dipakai sebagai tempat pertemuan para tokoh-tokoh agama untuk membicarakan hal-hal penting terkait dakwah dan kemasyarakatan. Tiang penyangga tengah di sebelah kanan terlihat cukup tebal karena dibungkus oleh 17 lilitan kain.

makam ki gede gamel
Makam Ki Gede Gamel tampaknya berada di sebelah ujung kompleks pemakaman ini, terlihat dari gapura putih serta tembok keliling di latar belakang foto di atas. Entah apa yang ada di belakang sana, karena saya tidak sempat masuk ke dalam kompleks Makam Ki Gede Gamel ini.

Sebagaimana yang dilakukan masyarakat pada Kramat Buyut Trusmi, masyarakat Desa Gamel dan Desa Sarabau juga melakukan kegiatan tradisi tahunan untuk membuka dan mengganti welit penutup balai peninggalan Ki Gede Gamel ini. Kegiaran ini melibatkan sampai sekitar 1.500 warga.

Selain bertujuan menjaga warisan leluhur, tradisi tahunan ini juga dimaksudkan untuk menjaga kebersamaan dan silaturahmi diantara warga kedua desa itu. Sebuah tradisi luhur dan perlu dilestarikan karena ada nilai-nilai yang dijaga dan diwariskan secara turun temurun dengan cara itu.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 28 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »