Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa

Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa berada di kompleks kubur tua di dukuh Kedung Paruk, Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Banyumas, beberapa puluh meter dari tebing Kali Pelus rawan longsor karena air bah musim hujan. Banyak makam di kompleks ini hilang terbawa longsor, termasuk makam RM Ali Diporudin, salah satu puteranya.

Lokasi makamnya dulu ada di bagian tengah, namun karena kondisi tebing Kali Pelus yang makin parah maka makamnya dipindahkan di lokasi yang paling jauh dari tebing. Sejumlah makam keluarga di tengah makam juga dipindahkan, bahkan keluar dari kompleks makam tua ini.Ketika saya masih kecil, terasa ada hawa yang berbeda saat masuk ke dalam kompleks makam tua ini. Hawa yang bisa menegakkan bulu roma, bahkan di siang hari.

Beberapa orang karenanya menggunakan area kubur yang wingit ini untuk tirakat atau bertapa di malam hari untuk mendapatkan ilmu ajian tertentu atau untuk tujuan lainnya. Sejak kubur keluarga, utamanya Makam mBah Abdul Jamil, telah dipindahkan dari kompleks pekuburan ini, hampir tak pernah lagi saya berkunjung ke kubur tua Kedung Paruk itu, sampai akhirnya mengetahui bahwa Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa, leluhur dari jalur ibu dan mbah Dul Jamil putri, ternyata masih tetap berada di sana.

dipo1
Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa di sebelah kiri dan Makam Nyai R.Ng. Ali Dipawangsa ada di sebelah kanannya. Kedua kubur ini sangat dekat dengan rumah penduduk yang memang sejak dulu sudah ada di pinggir makam. Sebelum dipindahkan ke tempat yang sekarang ini, dahulu makam KH RM Ali Dipawangsa konon sering bersinar pada malam hari.

Di latar belakang adalah kompleks kubur yang kini terlihat jauh lebih terang dibandingkan dulu ketika saya masih kecil, dan mungkin karena itu sudah hilang hawa kewingitannya. Pohon-pohon tua yang di dalam makam pun sudah banyak yang tak ada lagi. Hanya saja saya tak sempat menengok apa yang masih tersisa di dalam sana.

KH Raden Mas Ali Dipawangsa adalah putera KPH Diponegoro II (Diponegoro Anom), atau cucu Pangeran Diponegoro (Ontowiryo, Sultan Abdul Hamid). KPH Diponegoro II ikut berjuang bersama ayahnya melawan Belanda di daerah Bagelen ke barat hingga wilayah Banyumas, sampai ia ditangkap Belanda dan dibuang ke Sumenep dan akhirnya ke Ambon.

dipo2
Di latar belakang Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa adalah bagian belakang pekarangan yang dimiliki penduduk setempat, untuk menunjukkan dekatnya kubur dengan tempat tinggal penduduk, karena memang berada di paling pinggir dan agak terpisah dari kubur-kubur lainnya ini. Di sebelah makam ada pendopo yang berukuran kecil.

KH Raden Mas Ali Dipawangsa memiliki empat orang putera, yaitu RM Suramenggala, RM Ali Diporudin, Kyai Haji RM Muhammad Ilyas, dan putera terakhir yang belum diketahui namanya. Seperti telah di sebut di atas, makam eyang Ali Diporudin yang ada di kompleks kubur ini sudah lama hanyut terkena gerusan arus Kali Pelus.

Konon KH Raden Mas Ali Dipawangsa sampai menyingkir dan tinggal di Kedung Paruk hingga meninggal dan dimakamkan di sana adalah karena menghindar dari kekacauan negara waktu itu akibat berkecamuknya perang. Adalah KH RM Ali Dipawangsa yang awalnya membuka grumbul Kedung Paruk hingga kemudian berkembang menjadi permukiman.

Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa Kedung Paruk

Alamat : Dukuh Kedung Paruk, Desa Ledug, Kembaran, Banyumas. Lokasi GPS : -7.42234, 109.267, Waze. Rujukan : Peta Wisata Banyumas . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Banyumas » Makam KH Raden Mas Ali Dipawangsa
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap