Makam Gunung Kelir Pleret Bantul Jogja

Makam Gunung Kelir juga tidak ada dalam catatan Tempat Wisata di Bantul yang saya buat sebelumnya. Lokasi Makam Gunung Kelir ini saya ketahui saat berkunjung ke Museum Purbakala Pleret. Mendengar nama Gunung Kelir yang terdengar eksotis di telinga membuat minat saya langsung terbit untuk mengunjunginya.

Perjalanan ke Makam Gunung kelir melewati daerah persawahan yang meskipun terbilang sempit dan sebagian tidak beraspal, namun masih bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Jarak dari Situs Masjid Kauman ke Makam Gunung Kelir sekitar 1,5 km, arah ke timur atau ke arah kiri, lalu belok kiri di pertigaan Jl Pleret, belok kanan di pertigaan pertama, lalu lurus melewati persawahan sampai mentok dan belok ke kanan. Kami berhenti di tepi jalan, sekitar 130 m dari belokan. Makam Gunung Kelir ada di perbukitan Gunung Kelir di sebelah kanan jalan.

Sejenak melihat-lihat kiri kanan, tidak lama kemudian datang Pak Slamet, pria berusia sekitar 55-an tahun yang menjadi juru kunci Makam Gunung Kelir. Bersamanya kami mendaki perbukitan Gunung Kelir yang tingginya 99 mdpl itu. Di kompleks kubur dimana terdapat Makam Dalang Panjang Mas dan Ratu Mas Malang ini Sunan Amangkurat I membangun tembok keliling dari bata putih setinggi 2 meter dengan ketebalan antara 120 – 155 cm. Nisan kuburnya terbuat dari batu andesit. Pembangunannya dimulai pada 1665 dan selesai pada 11 Juni 1668. Amangkurat I menyebutnya sebagai Antaka Pura, atau Pura Mayat.

makam gunung kelir pleret
Lereng di tepi jalan yang harus dilewati pejalan untuk naik ke Makam Gunung Kelir, diambil dari atas. Tidak ada undakan, namun beruntung lereng ini terbuat dari padas yang tidak licin. Begitu pun saya percaya dulunya pasti ada undakan di sini, namun sepertinya telah hancur karena gempa bumi atau sebab lain dan belum juga diperbaiki sampai saat itu.

Setelah melewati lereng yang cukup curam itu kami kemudian berjalan menapaki jalan setapak berbatu dengan sudut kemiringan tidak begitu curam, diapit oleh gerumbul perdu. Akses sampai ke puncak gunung boleh dikatakan tidak terlalu sulit, dan tidak beberapa lama kemudian kami telah sampai di sebuah dataran luas.

Dalang Panjang Mas yang beristri Ratu Mas Malang adalah dalang Keraton Mataram sejak masa Panembahan Sedo Krapyak. Sialnya Amangkurat I kasmaran pada Ratu Mas Malang, dan meminta dalang menyerahkan istrinya namun ditolaknya permintaan tidak pantas itu. Akibatnya Dalang Panjang Mas dan seluruh nayaganya dibunuh atas perintah Amangkurat I, dan jasadnya dimakamkan di Makam Gunung Kelir ini.

makam gunung kelir pleret
Gerbang masuk menuju Makam Gunung Kelir dengan gapura yang telah hancur, serta tembok bata tebal dengan banyak bagian telah runtuh. Tembok ini mengelilingi area seluas 900 m2, dimana di dalamnya terdapat makam Ratu Mas Malang, Dalang Panjang Mas, dan makam-makam lainnya yang terlihat cukup tua.

Pada dinding tembok Makam Gunung Kelir ini terdapat beberapa goresan berbentuk wayang kulit, namun hanya satu yang terlihat sangat jelas, sedangkan goresan lainnya agak samar. Goresan wayang ini tentu dikarenakan Panjang Mas memang adalah seorang dalang yang tersohor semasa hidupnya. Tidak diketahui dengan pasti siapa pembuat goresan wayang ini.

Setelah Dalang Panjang Mas dibunuh, Amangkurat I pun mengambil Ratu Mas Malang menjadi selirnya, dan kemudian bahkan menjadikannya sebagai permaisuri. Sayangnya Ratu Mas Malang tiba-tiba meninggal dunia pada 1655, yang diduga karena diracun, namun ada juga yang menduga karena kesedihan yang dalam akibat berpisah dengan suaminya.

Meninggalnya Ratu Mas Malang membuat Amangkurat I murka dan mengurung semua istrinya di sebuah kamar tanpa diberi makan. Ia tidak langsung mengubur jasad istrinya. Amangkurat I baru sadar akan kesalahannya setelah bermimpi Ratu Mas Malang telah bersatu dengan Ki Dalang Panjang Mas. Ia lalu memerintahkan memakamkan jasad Ratu Mas Malang di Gunung Kelir, di tempat lebih tinggi dari makam Ki Dalang Panjang Mas karena statusnya sebagai permaisuri.

makam gunung kelir pleret
Tulisan pada tugu pendek di latar depan foto di atas berbunyi “Ki Dalang Panjang Mas, Dalang S. Dalem I.S.K.S Amangkurat I”, maksudnya adalah Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan Amangkurat I. Lalu ada tulisan “Nurdi Keputren” di bawahnya. Jika keputren adalah tempat tinggal para putri raja, maka arti kata “Nurdi” belum saya temukan.

Di belakang kanan tugu di Makam Gunung Kelir ini, di bawah Pohon Elo yang besar dan eksotis, adalah makam Ki Dalang Panjang Mas. Bekas bakaran dupa serta kuntum bunga terlihat di makam. Sedangkan makam yang lebih tinggi di bagian tengah adalah makam Ratu Mas Malang. Tidak diketahui empat makam yang mengapitnya, namun kemungkinan dayang-dayangnya.

Makam Ratu Mas Malang sedianya di lokasi lebih tinggi, hanya saja tempat itu terus mengeluarkan air sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan makam. Kami berkunjung ke tempat itu melewati jalan setapak. Sayang tempat yang disebut Sendang Mulyo itu hanya terlihat seperti kubangan, diteduhi Pohon Kepuh besar. Menurut Pak Slamet, ada trap-trapan di sendang ini namun tidak terlihat karena tergenang air sedalam 2 m.

Ketika keluar dari tembok makam, Pak Slamet menunjukkan batu besar berbentuk persegi yang disebut Watu Jonggol, yang konon merupakan tempat Ki Dalang Panjang Mas menyimpan wayang-wayangnya. Batu ini dalam posisi tengkurap, dan sering menjadi tempat bersemedi para pengalap berkah di Makam Gunung Kelir.

Makam Gunung Kelir merupakan sebuah tempat eksotis yang layak untuk diperhatikan dan dikembangkan kembali oleh dinas terkait dan pelaku wisata Jogja. Setidaknya bisa dimulai dengan membuat undakan yang layak, memasang tengara dan penjelasan tentang situs, menyediakan lahan parkir, serta memperlebar akses.

Makam Gunung Kelir Bantul

Alamat : Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasi GPS : -7.86630, 110.41639, Waze. Galeri : 22 foto. Rujukan : Tempat Wisata di Bantul lainnya, Peta Wisata Bantul, Hotel di Yogyakarta. Galeri 22 foto Makam Gunung Kelir Pleret : 4.Slamet 5.Wayang 6.Ki Dalang 7.Ratu Mas Malang 8.Pohon Elo 9.Tembok 10.Reruntuhan 11.Tersohor 12.Huruf 13.Sendang Mulyo 14.Pohon Kepuh 15.Suasana 16.Lestari 17.Regol 18.Watu Jonggol 19.Semedi 20.Jalan Setapak 21.Cagar Budaya 22.Tugu

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Yogyakarta » Bantul » Makam Gunung Kelir Pleret Bantul Jogja
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap