Lubang Tambang Mbah Soero Sawahlunto

Lubang Tambang Mbah Soero merupakan salah satu tempat wisata yang paling mengesankan saya ketika berada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lubang Tambang Mbah Soero dan Info Box Galeri Tambang Batubara berada di Jl. M Yazid, Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, pada GPS -0.67955, 100.77927.

Sewaktu masih beroperasi, Lubang Tambang Mbah Soero, yang sebelumnya dikenal dengan nama Lubang Tambang Soegar, mempekerjakan orang-orang hukuman yang dikenal sebagai ‘orang rantai’. Mbah Soero adalah mandor yang berasal dari Jawa yang dipekerjakan di lubang tambang ini. Ia dikenal sebagai pekerja keras, tegas, taat beragama, dan memiliki ilmu kebatinan tinggi, sehingga sangat disegani oleh para buruh tambang.

Gedung Info Box merupakan Galeri Tambang Batubara Sawahlunto. Dari tempat ini pengunjung masuk ke Lubang Tambang Mbah Soero yang berada di sebelah kanan gedung, dengan ditemani oleh pemandu wisata khusus.

Lubang Tambang Mbah Soero
Ruang utama Gedung Info Box yang memamerkan foto-foto sejarah tambang batubara Sawahlunto, khususnya Lubang Tambang Mbah Soero. Di tempat ini pengunjung akan diberi topi dan sepatu tambang sebelum masuk ke Lubang Tambang Mbah Soero. Tempat ini sebelumnya merupakan Gedung Pertemuan Buruh yang dibangun pada 1947, tempat dilangsungkannya pertemuan dan berbagai acara hiburan.

Lubang Tambang Mbah Soero ditutup tahun 1930 karena tingginya rembesan air, dan baru dibuka pada 2007 untuk dijadikan tempat wisata. Sekali masuk ke Lubang Tambang Mbah Soero ini maksimum 20 orang untuk menjaga kecukupan pasokan udara di dasar lubang.

Lubang Tambang Mbah Soero
Patung ‘orang rantai’ yang tengah mendorong lori berisi batubara, diawasi oleh seorang mandor. Patung ini berada di halaman diantara Gedung Info Box dan Lubang Tambang Mbah Soero.

Pintu masuk ke Lubang Tambang Mbah Soero saat itu masih tertutup dan dikunci. Lubang Tambang Mbah Soero adalah tempat wisata yang dibuka untuk umum, namun untuk turun ke dalam lubang, pengunjung harus ditemani oleh pemandu resmi.

Lubang Tambang Mbah Soero
Pak Wilizon (Pak Win), pemandu yang menemani kami, berdiri di mulut Lubang Tambang Mbah Soero, sesaat sebelum turun ke bawah. Meskipun usianya telah menginjak 54 tahun, namun energi dan semangatnya masih sangat tinggi, dengan pengetahuan yang luas tentang seluk beluk Lubang Tambang Mbah Soero.

Diceritakannya bahwa bekas tambang batubara ini dipugar sejak 26 Juni 2007 dengan mengerahkan 15 pekerja untuk memompa air yang menggenangi lubang. Dibutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk mengeringkan air di Lubang Tambang Mbah Soero ini. Renovasi terowongan ini selesai dilakukan sekitar akhir Desember 2007.

Di beberapa tempat di sepanjang lorong Lubang Tambang Mbah Soero terdapat lorong tambang yang sengaja ditutup karena belum direnovasi. Angka 2007 pada dinding adalah tahun dimana renovasi dan penutupan lubang ini dilakukan.

Lubang Tambang Mbah Soero
Lubang Tambang Mbah Soero dengan lebar dan tingginya sekitar 2 m ini memiliki kedalaman 15 m dari permukaan tanah, dan baru bisa dimasuki sejauh 186 meter, dari bekas lubang galian tambang yang diperkirakan memiliki panjang keseluruhan sekitar 1 km.

Dasar Lubang Tambang Mbah Soero terlihat rapi dengan penerangan yang cukup baik. Udara segar dipompa ke dalam lubang dari permukaan tanah dan dialirkan melalui pipa-pipa, yang membuat udara di dasar Lubang Tambang Mbah Soero tetap terasa segar. Pengeras suara pun telah dipasang jika sewaktu-waktu diperlukan. Salah satu lubang di dasar Lubang Tambang Mbah Soero masih ditutup dengan pagar besi. Di beberapa tempat, atap lorong dilapis pelindung untuk melindungi pengunjung dari tetesan air yang masih merembes turun dari langit-langit.

Susunan batubata yang tebal, serta pipa saluran udara di dasar Lubang Tambang Mbah Soero. Seorang teman, Lita Jonathans, tampak tengah memotret dinding Lubang Tambang Mbah Soero yang masih menyimpan lempengan-lempengan batubara. Ujung Lubang Tambang Mbah Soero yang konon mengandung energi mistik yang sangat besar.

Jalur pendakian menuju pintu keluar Lubang Tambang Mbah Soero sempat saya ambil fotonya dari atas. Saluran panjang berwarna kuning di sebelah kanan adalah selubung yang mengalirkan udara segar ke dalam Lubang Tambang Mbah Soero. Ada pula foto Pak Win di pintu keluar lubang ventilasi udara Lubang Tambang Mbah Soero.

Lubang Tambang Mbah Soero

Alamat: Jl. M Yazid, Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Telp 0754-61725, 61982, 61032. Lokasi GPS -0.67955, 100.77927. Tiket masuk: Rp. 8.000. Tempat Wisata di Sawahlunto, Peta Wisata Sawahlunto, Hotel di Sawahlunto

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Sawahlunto » Lubang Tambang Mbah Soero Sawahlunto
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap