Lembah Harau Lima Puluh Kota

Keinginan yang sudah sangat lama untuk berkunjung ke Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya terwujud juga. Keinginan yang muncul karena cerita beberapa teman yang tergetar hati dan jiwanya dengan suasana di Lembah Harau ini. Dalam perjalanan ke Lembah Harau inilah kami sempat mampir ke Rumah Kelahiran Bung Hatta dan Ngalau Indah

Lembah Harau
Lahan datar persawahan subur di Lembah Harau dengan perbukitan yang seolah muncul begitu saja dari dalam tanah, memanjang sejauh mata memandang. Lembah Harau ini letaknya berada sekitar 45 km dari Kota Bukittinggi, yang bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum.

Lembah Harau
Seorang pengendara motor tengah mengisi bahan bakar yang disimpan dalam botol gelas di sebuah kios yang dilayani oleh seorang ibu, diawasi anaknya, dengan latar belakang tebing bukit kapur yang menjulang tinggi tegak di tepi Lembah Harau.

Lembah Harau
Tebing batuan kapur ini sebagian tetap telanjang memperlihatkan warnanya yang putih kuning kecoklatan, dan sebagian lain diselimuti tumbuhan lumut, paku-pakuan dan perdu, memberi keteduhan pada mata yang memandangnya.

Lembah Harau
Salah satu air terjun di kawasan Lembah Harau di lokasi yang disebut Sarasah Aka Barayun (air terjun Akar Berayun).

Sayang sekali saat itu debit air terjunnya sangat kecil meskipun sudah masuk musim penghujan. Ada undakan menuju ke daerah pinggang perbukitan dimana terdapat kebun binatang, permainan sepeda air, dan Panorama, namun entah mengapa tidak satu pun yang terpikir untuk datang ke tempat itu.

Lembah Harau
Warung-warung minum dan makan di tepian Sarasah Aka Barayun, yang juga menjual tanam-tanaman koleksi langka. Di latar belakang tampaknya adalah beberapa penginapan atau homestay, bagi pejalan yang ingin menikmati suasana Lembah Harau pada malam hari.

Lembah Harau
Beberapa jenis tanaman yang dijajakan di warung-warung di seberang Sarasah Aka Barayun, Lembah Harau, diantaranya adalah Kantung Semar.

Lembah Harau
Tidak jauh dari Sarasah Aka Barayun, terdapat sebuah kawasan Villa di kaki sebuah bukit yang bernama Lembah Echo. Lokasi parkir kendaraan berada di dekat jalan besar, dan pengunjung harus berjalan kaki melewati sebuah jembatan, persawahan, dan lalu melewati jalanan mendaki sebelum tiba di kawasan Lembah Echo.

Lembah Harau
Jembatan kecil dan jalan berkelok mendaki menuju Lembah Echo. Di kawasan ini, pejalan yang berteriak keras memang akan mendengar gema suaranya, memantul dari dinding perbukitan kapur yang mengapit Lembah Harau, dan saya sudah membuktikannya sendiri…

Lembah Harau
Pemandangan ke arah jalan besar, dari sebuah titik di tanjakan menuju Lembah Echo.

Lembah Harau
Kawasan Lembah Echo di tepi Lembah Harau ini cukup luas, dengan beberapa buah cottage, satu rumah gadang besar dan satu rumah gadang berukuran lebih kecil.

Lembah Harau
Rumah Gadang kecil dengan dua kamar yang disewakan dengan tarif sekitar Rp.600 ribu per malam, atau Rp.325 ribu untuk sewa per kamar. Jika datang berpasangan, anda harus menunjukkan surat nikah untuk bisa tinggal dalam satu kamar. Terdapat pula cottage kecil dengan harga sewa Rp.60 ribu per kamar.

Lembah Harau
Lahan persawahan Lembah Harau yang sangat subur. Kami sempat memesan minuman dan makanan kecil di Villa Lembah Echo ini, menikmatinya di ruangan bawah Rumah Gadang yang besar, sambil merasakan keheningan suasana di kaki tebing Lembah Harau yang mengesankan ini.

Lembah Harau

Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Sumatera Barat » Lima Puluh Kota » Lembah Harau Lima Puluh Kota

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 7 Maret 2017. Tag: