Langgar Laweyan Solo

Ada tiga tempat menarik yang berada pada satu deret yang sama di Jl Dr. Rajiman, Solo, Jawa Tengah, yaitu Langgar Laweyan Solo, Rumah Samanhudi, dan Masjid Jannatul Firdaus. Yang kedua, Rumah Samanhudi,  tidak saya temukan. Yang ketiga sudah saya kunjungi sebelumnya. Jika dari arah Solo, Langgar Laweyan berada setelah Masjid Jannatul Firdaus

Langgar Laweyan Solo saya ketahui dari papan denah terperinci tentang isi Kampoeng Batik Laweyan saat berkunjung ke Masjid Laweyan beberapa saat sebelumnya. Ini bukti bahwa memasang petunjuk navigasi tempat-tempat wisata di lokasi-lokasi strategis sangatlah penting.

Di serambi langgar terdapat kentongan yang besar memanjang. Tak ada bedug. Selain memang tak ada tempat, mungkin hanya masjid yang “berhak” memasang bedug untuk dibunyikan sebelum berkumandangnya suara adzan.

langgar laweyan
Tengara Langgar Laweyan dekat tepi jalan Dr Rajiman yang dibuat pada lembar besi berwarna dasar hijau dan tulisan kuning, terlihat bertabrakan dengan bahan dan warna nama langgar pada dinding bangunan, tabrakan antara tradisional dan modern.

Kentara sekali memang bahwa secara sepintas pun terlihat Langgar Laweyan telah mengalami renovasi dari bangunan aslinya, meskipun waktu itu saya belum melihat seperti apa bangunan aslinya. Belakangan baru saya temukan keadaan Langgar Laweyan sebelum direnovasi di sini.

langgar laweyan
Bagian depan Langgar Laweyan. Membandingkannya dengan bangunan aslinya sebelum direnovasi, sebenarnya model pintu dan jendelanya dibuat persis sama, hanya saja pemilihan pemakaian pelitur yang berwarna coklat telah menghilangkan kesan antik pada bangunan ini.

Pemilihan warna pintu dan kusen yang bisa menimbulkan kesan antik itulah yang mestinya dipikirkan ketika melakukan renovasi Langgar Laweyan ini. Sehingga preservasi bangunan tidak hanya mempertimbangkan aspek bentuk arsitektur bangunan saja.

Oleh sebab terasa ganjil ketika melihat sebuah bangunan berkesan baru dan modern namun dikatakan sebagai warisan bangunan tua dan dikategorikan Cagar Budaya.

langgar laweyan
Sisi samping Langgar Laweyan, yang sesungguhnya adalah serambi depan langgar, hanya saja memang tidak menghadap ke jalan besar. Tempat wudhu ada di sebelah kanan, dan ada tulisan “Keputren” menempel pada tembok paling kanan.

Sayang sekali semua pintu terkunci, dan meskipun saya telah mengetuk cukup keras beberapa kali, lantaran terlihat di dalam ada seorang pria yang tengah terlentang di lantai masjid, mungkin tidur, namun tak juga pintu dibukakan.

Melihatnya kecilnya langgar, dan hampir pasti tak ada harta berharga di dalamnya, tak ada alasan untuk mengunci pintu, selain agar orang yang di dalam itu tak terganggu tidurnya. Langgar Laweyan direnovasi tentu bukan untuk tempat tidur bagi penjaganya, namun agar pejalan bisa mampir, sholat di dalamnya, dan melihat peninggalan masa lalu di wilayah sekitar Kampoeng Batik Laweyan ini.

Langgar Laweyan Solo

Alamat : Jl Dr. Rajiman, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.56886, 110.79422, Waze. Galeri : 5 foto. Rujukan : Tempat Wisata di Solo . Peta Wisata Solo . Hotel di Solo. Galeri (5 foto) Langgar Laweyan Solo : 1.Cagar Budaya, 2.Kentongan, 3.Sisi Samping, 4.Bagian Depan, 5.Tengara.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Solo » Langgar Laweyan Solo
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 16 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap