Komentar atau Tidak Ada Komentar

Dari sejak lahir ke dunia blogging, setiap blog lazimnya memberi ruang bagi pembaca untuk meninggalkan komentar. Setiap blogger, setidaknya begitulah pengalaman saya, akan merasa sangat senang ketika pengunjung tergerak hatinya untuk meninggalkan sebuah komentar.

Tidak bisa dupungkiri, bahwa ada banyak sekali ide, pelajaran dan masukan yang diberikan peninggal jejak, dan dengan berjalannya waktu, sering timbul persahabatan dengan beberapa dari mereka, meskipun belum pernah berkomunikasi secara langsung, apalagi bertatap muka.

Memang kadang ada komentar yang membuat repot, menanyakan sesuatu yang harus dicari terlebih dahulu di web, dan ada pula yang menjengkelkan meski persentasenya sangatlah kecil dan nyaris tidak berarti.

Sebelum memutuskan untuk menutup komentar di The Aroengbinang Project, saya mencari tulisan tentang pro kontra komentar atau tidak ada ada komentar di blog, hanya untuk mengetahui bahwa saya tidak sendirian, dan ada alasan (yang baik) untuk itu. Tulisan yang cukup mewakili perdebatan itu ada di sini.

Meskipun tidak seluruhnya setuju dengan alasan blogger yang memilih untuk menutup komentar, namun tidak ada yang salah dengan alasan-alasannya. Ini memang bukan soal salah atau benar, karena pendirian bukan untuk dihakimi.

Selain hal-hal lainnya, manfaat utama tidak adanya komentar adalah kecepatan. Plugin Akismet (yang selama beberapa tahun selalu saya baca Askimet) tidak diperlukan lagi, demikian juga plugin Ajax Edit Comment, Subscribe-to-comment, CommentLuv dan sejenisnya.

File css pun menjadi lebih ramping dengan hilangnya script yang berhubungan dengan komentar. Hasil akhirnya adalah blog menjadi lebih ringan, dan lebih cepat dibuka.

Dari awal, The Aroengbinang Project memang diarahkan untuk memperoleh traffic dari search engine, bukan dari blogwalking yang mengandalkan traffic dari saling tukar komentar. Tantangannya adalah bagaimana membuat isi blog selengkap mungkin, tidak menyisakan satu pertanyaan pun, sehingga bisa dirasakan manfaatnya. Ini adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai.

Perlu diketahui bahwa semua komentar yang telah ditulis akan tetap berada di tempatnya. Mereka tidak dihapus atau dihilangkan dan tetap menjadi bagian dari blog, hanya saja tidak ditampilkan.

Tidak ada komentar tidak berarti memutus hubungan dengan pembaca, karena masih tersedia email yang bisa dihubungi, dan bisa pula berteman di Facebook. Update: saat memperbarui tulisan ini, komentar telah dibuka kembali.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Blogging » Komentar atau Tidak Ada Komentar
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 20 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap