Keraton Kanoman Cirebon

Keraton Kanoman Cirebon adalah keraton terakhir di kota udang yang kami kunjungi hari itu. Matahari Cirebon yang sangat panas membuat kami lekas merasa lelah dan haus pun sering menyergap, sehingga begitu sampai di lokasi kami beristirahat sejenak di bawah pohon rindang yang berada di depan bangsal Jinem Keraton Kanoman.

Penjual es kelapa muda yang kebetulan sedang mangkal di halaman Keraton Kanoman Cirebon pun kami panggil dan lalu memesan beberapa gelas. Nikmat sekali! Bapak pemandu wisata keraton yang sudah menyapa ketika kami baru tiba, terpaksa harus bersabar menunggu sampai kami menyelesaikan urusan bisnis tenggorokan dengan es kelapa muda itu.

Akses ke Keraton Kanoman Cirebon merupakan lubang tembok lengkung pada GPS -6.72067, 108.56779, melewati pasa dan gerbang dengan ukiran lumayan indah, sebelum berbelok ke kiri dan sampai di halaman keraton. Karena sudah sore, pemandu menyarankan agar masuk dahulu ke museum Keraton Kanoman Cirebon sebelum petugasnya pergi. Kami menurut.

keraton kanoman cirebon
Tampak depan Keraton Kanoman Cirebon yang disebut Bangsal Jinem, atau pendopo keraton yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu. dan digunakan juga untuk upacara penobatan Sultan Kanoman serta tempat pemberian restu oleh Sultan pada acara perayaan di Keraton Kanoman, seperti misalnya acara peringatan Maulid Nabi dan Grebeg Syawal.

Di sebelah kanannya adalah museum Keraton Kanoman Cirebon yang terlihat sederhana dan tidak jauh berbeda dengan kondisi museum di Keraton Kasepuhan yang kurang terurus. Sebuah bangunan kolonial dengan lonceng menggantung di langit-langitnya terlihat di dekat pintu gerbang di kompleks keraton yang luasnya sekitar 6 hektar ini.

keraton kanoman cirebon
Bangsal Jinem Keraton Kanoman Cirebon dilihat dari jarak yang lebih dekat, dengan dua lampu gantung antik menempel pada langit-langit ruangan. Saya tidak menemukan ornamen yang menonjol dan indah pada bangsal ini, dan tidak pula terlihat adanya piring keramik menempel pada dinding bangsal. Bangsal yang agak terlalu sepi menurut saya.

Masuk ke museum kami melihat Kereta Jempana dengan ornamen mega mendung dan merupakan salah satu koleksi terpenting Keraton Kanoman Cirebon yang masih asli. Kereta Jempana dibuat pada tahun Saka 1350 atau 1428 M atas prakarsa Pangeran Losari dan digunakan permaisuri. Kereta yang terbuat dari kayu sawo ini dulu ditarik enam ekor kuda.

Juga ada koleksi meriam-meriam kecil, dan deretan peralatan debus Banten yang terlihat kusam. Ada rasa sedih ketika melihat kondisi terlantar benda-benda koleksi museum Keraton Kanoman Cirebon ini. Pengabaian benda peninggalan bersejarah semacam ini, pada akhirnya bisa membuat sebuah kota kehilangan akar budaya dan jati dirinya.

keraton kanoman cirebon
Kereta Paksi Naga Liman, merupakan Kereta kebesaran Sunan Gunung Jati dan para Sultan Cirebon yang juga dibuat pada tahun 1350 Saka atau 1428 M, juga atas prakarsa Pangeran Losari. Kereta Paksi Naga Liman menggabungkan bentuk paksi (burung), naga, dan liman (gajah) yang pada belalainya memegang sebuah senjata trisula ganda.

Keistimewaan Kereta Paksi Naga Liman yang disimpan di Keraton Kanoman Cirebon ini ada pada bagian sayapnya yang bisa mengepak saat kereta sedang berjalan, serta jejari cekung rodanya yang berguna sebagai pelindung agar kotoran tidak menciprati penumpangnya. Ada pula koleksi sejumlah gentong keramik antik dan seperangkat gamelan tua.

keraton kanoman cirebon

Kami kemudian berjalan ke area belakang Keraton Kanoman Cirebon, dengan melewati tempat tinggal keluarga sultan. Pada ujung kanan ada bangunan Witana, yaitu bangunan keraton Cirebon yang paling awal didirikan, sebelum dibangunnya Keraton Kasepuhan. Pintu gerbang Keraton Kanoman kabarnya dibuka pada saat acara Gerebeg Syawal.

Keraton Kanoman Cirebon didirikan pada 1510 Saka atau 1588 M oleh Pangeran Muhammad Badridin Kartawijaya, Sultan Kanoman I, yang merupakan keturunan ke-VII Sunan Gunung Jati. Semoga ketika berkunjung, kondisi keraton dan benda bersejarah yang disimpan di museumnya telah jauh lebih baik dan terawat dibanding ketika saya berkunjung.

Bisa dipahami bahwa merawat dan menjaga benda tua tidaklah mudah, dan tidak pula murah. Karenanya bisa dipahami bahwa di belahan dunia lain yang telah maju, orang harus membayar harga yang cukup mahal untuk masuk ke dalam museum, meski masih juga menerima subsidi dari pemerintah setempat. Begitu pun ada banyak museum yang harus berjuang untuk tetap hidup.

Keraton Kanoman Cirebon

Alamat : Kelurahan Lemahwungkung, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon. Lokasi GPS : -6.72289, 108.56783, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Galeri : 12 foto. Terdekat : Vihara Pemancar Keselamatan (530 m) . Masjid Agung Sang Cipta Rasa (1 km). Rujukan : Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon, Hotel di Cirebon. Galeri (12 foto) Kraton Kanoman Cirebon : 1.Tampak depan, 2.Kereta Paksi, 3.Naga Liman, 4.Jalan Masuk, 5.Lonceng 6.Museum 7.Kereta Jempana 8.Meriam 9.Gentong 10.Debus 11.Witana 12.Gerbang.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Barat » Cirebon Kota » Keraton Kanoman Cirebon
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap