Keramat Solear Tangerang

Selepas kondangan di daerah Tangerang, Waze saya nyalakan untuk menuju ke lokasi Keramat Solear Tangerang yang berada di Dusun Solear, Desa Cikasungka, Kecamatan Cisoka, berjarak sekitar 16 km dari Kota Tigaraksa. Tempat ini berada dalam sebuah hutan lindung seluas sekira 4,5 ha yang dihuni oleh sekitar 500-an ekor kera yang dilindungi.

Kami masuk Jalan Tol Tangerang – Merak dan berkendara menuju ke arah barat hingga akhirnya Waze menyuruh keluar di Gerbang Tol Balaraja Barat. Di pertigaan setelah keluar tol kami belok ke kiri di Jl Raya Serang mengarah ke Barat Daya. Setelah mengikuti jalan selama beberapa saat, ketika jalan itu berbelok ke kanan, kami lurus masuk ke Jl Raya Cisoka. Sesudah 7,8 km di Jl Cisoka kami belok kanan di perempatan jalan kecil, tepat di seberang akses ke Perumahan Taman Kirana Surya. Sekitar 1,6 km kemudian kami belok ke kiri, dan setelah menyeberangi jembatan mengambil jalan ke kiri sedikit dan lalu kanan ke Jl Keramat Solear. Lima ratus meter setelah jembatan tadi kami sampai di lokasi Keramat Solear Tangerang.

Di area parkir ada beberapa lapak warung dan penjual cindera mata. Bangunannya terbuat dari bambu dengan atap terbuat dari asbes, plastik, dan ada juga rumbia. Tak ada satu pun lapak warung yang sedap dipandang mata, kebersihan pun tak terjaga. Kadang saya bertanya, kemana saja semua mahasiswa arsitektur ber-KKN hingga tempat seperti ini tak tersentuh mereka.

keramat solear tangerang

Gerombolan monyet ekor panjang yang mengharap derma makanan, umumnya kacang, dari para pengunjung Keramat Solear Tangerang, sudah menunggu di sekitar jalan berpaving blok sesaat setelah kami membayar parkir dan tiket masuk serta melewati gerbang sederhana. Sebagian pepohonan di area bagian depan ini terbilang masih cukup muda, namun semakin ke dalam terlihat semakin banyak pohon tua.

Sebelumnya, sewaktu turun dari kendaraan di area parkir yang lumayan luas namun terkesan agak kumuh dan tak terurus, sejumlah penjual kacang memang sudah datang mengerumuni. Namun saya baru membeli beberapa bungkus setelah masuk, termasuk ke seorang wanita berusia agak lanjut yang menguntit agak lama. Tangan monyet yang efisien dan mulut yang mengunyah cepat dan mampu menampung banyak makanan membuat kacang cepat habis.

keramat solear tangerang

Bangunan berdinding tembok dan beratap seng terlihat di sekitar ujung kiri area Keramat Solear Tangerang di ujung dimana jalan berbelok ke arah kanan. Di sekitar bangunan ini ada beberapa pohon besar dan tinggi, menandai tempat itu sebagai makam keramat dan dijaga dua orang sepuh yang menunggui kotak sumbangan. Satu duduk di bawah Pohon Tularak, dan seorang lagi duduk di bawah Pohon Kilangir.

Mereka mempersilahkan saya masuk ke dalam area Makam Syekh Mas Masaad, yang ternyata bukan di dalam bangunan itu namun justru ada di belakangnya, di bawah sebuah pohon sangat besar, dikelilingi pagar segi empat dari logam tahan karat. Sejumlah peziarah, pria wanita dan anak-anak, tampak tengah duduk membaca tahlil dan doa. Atas petunjuk penjaga, kami menelusuri jalan setapak di samping makam dan sampai di tepi sungai dimana terdapat makam Dewi Mayangsari di dalam sebuah kuncup kecil.

keramat solear tangerang

Monyet betina dan anaknya yang terlihat menggemaskan ini terlihat setelah beberapa puluh langkah kami menelusuri kawasan di dalam area hutan Keramat Solear Tangerang yang luas itu, melewati deretan warung sederhana lagi yang sebagian kosong tanpa penghuni. Di tengah kawanan monyet kami membeli beberapa bungkus kacang lagi dari dua gadis muda yang lewat dan langsung habis tandas dalam beberapa kejapan mata saja. Ini mengingatkan saya pada Plangon, Cirebon.

Kompleks ini dibatasi sungai di sisi barat yang melengkung sepanjang sekitar 330 meter dan jalan kecil di sisi timur sepanjang 267 meter, lebar terpendek 100 meter di sisi selatan dan lebar terpanjang di bagian tengah 200 meter. Ketika hampir sampai di ujung utara kami pun berbalik badan untuk kembali ke area luas di depan bangunan dimana terdapat makam. Selanjutnya kami melangkah menembus area ke bagian tengah hutan melewati jalan setapak.

keramat solear tangerang

Di sebelah Pohon Kihara yang konon berusia 400 tahun dengan ketinggian 20 meter ini terdapat makam dibatasi ram besi bercat hitam di bawah cungkup beratap seng tanpa dinding yang sangat sederhana. Tak ada nama. Melangkah beberapa meter melewati makam itu kami bertemu cungkup yang belakangnya terdapat makam di bawah pohon sangat besar. Tak pula ada nama. Saat itu ada seorang pria yang tengah mengecat cungkup.

Menurut cerita yang berkembang dan dipercayai kalangan penduduk Dusun Solear, Syekh Mas Masaad adalah seorang panglima pasukan Kesultanan Banten yang ditugaskan untuk menyebarkan agama dan memperluas wilayah di daerah yang sekarang dikenal bernama Tigaraksa. Di tempat itu Mas Masaad harus bertempur dengan Pangeran Jaya Perkasa atau Mas Laeng, patih Kerajaan Pajajaran yang dibantu oleh Ki Seteng.

keramat solear tangerang

Namun karena ternyata pertempuran berlangsung seimbang maka ketiganya kemudian sepakat untuk menghentikan perselisihan dan memilih berdamai. Kesepakatan ketiga tokoh itulah yang kemudian memberi nama Tigaraksa pada wilayah ini, yaitu tiga yang memelihara perdamaian. Meski mungkin tak ada bukti tertulis tentang kisah itu, namun bahwa ada persaingan pengaruh antara Banten dan Pajajaran memang tercatat dalam sejarah, juga dengan Kesultanan Cirebon serta Mataram, sebelum VOC akhirnya datang merubah peta kekuasaan di Jawa, dan Nusantara.

Keramat Solear Tangerang sebenarnya cukup menarik, namun masih perlu banyak pembenahan rancang bangunan dan lanskap serta kebersihan. Untuk ke Keramat Solear Tangerang, pengunjung bisa naik angkutan umum ke terminal Balaraja, dilanjutkan angkot jurusan Perumahan Taman Adiyasa, turun di Perumahan Taman Kirana Surya, dan lanjut ojek. Angkutan umum ke Balaraja dari Bekasi : Bus Aja, Rudi; Kali Deres : Bus Bulan Jaya, Komara, Rudi, dll; Kampung Rambutan : Bus Aja; Pulo Gadung : Bus Aja, Prima Jasa; Tanjung Priok : Bus Prima Jasa; dan Tomang : Omprengan.

Keramat Solear Tangerang

Alamat : Dusun Solear, Desa Cikasungka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Lokasi GPS : -6.286022, 106.394144, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang hari dan malam. Harga tiket masuk : parkir mobil Rp 10.000, motor Rp 5.000. Rujukan: Peta Wisata Tangerang, Hotel di Tangerang, Tempat Wisata di Tangerang. Galeri 23 foto Keramat Solear Tangerang : 1.Gerombol monyet, 2.Makam Sykeh Mas Saad, 3.Kera Lucu, 4.Pohon Kihara, 5.Bos monyet menguap, 6.Bos tidur, 7.Ekor panjang, 8.Jagoan, 9.Tahlil, 10.Makam Dewi Mayang Sari … s/d 23.Soal desain.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Banten » Tangerang Kabupaten » Keramat Solear Tangerang
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 6 September 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap