Kelenteng Sun Li San Belitung Timur

Kelenteng Sun Li San Belitung Timur berada di puncak perbukitan daerah Parit Tebu, Kecamatan Gantung, dengan panorama cantik dari ketinggian 106 mdpl. Tempat parkir mobilnya sendiri ada pada ketinggian 66 mdpl, sehingga untuk mencapai kelenteng para pejalan masih perlu mendaki sekitar 165 anak tangga lagi.

Informasi keberadaan Kelenteng Sun Li San didapat Bang Junai dari toko di depan Kelenteng Fuk Tet Che. Dari tempat itu kami mengambil jalan yang membelah Kota Gantung menuju ke Barat Daya, dan setelah 5 km kami berhenti di sebuah warung di pojok pertigaan di kanan jalan.

Sambil saya membeli bekal minum dan menumpang buang air kecil, Bang Junai pun bertanya arah, dan ternyata kebetulan kami berhenti di pertigaan yang benar. Kami tinggal mengikuti jalan di samping warung menuju arah ke Barat, dan ketika sampai di pertigaan kami mengikuti jalan menanjak ke kanan yang kondisi jalannya kurang begitu baik.

kelenteng sun li san
Dari tepian jalan, setelah lebih dari 1 km masuk ke dalam dari pertigaan jalan utama, kami bisa melihat Kelenteng Sun Li San di atas perbukitan, yang memperlihatkan sebuah bangunan utama dan pendopo terbuka di sampingnya.

Setelah melewati jalan aspal yang terkupas, menyisakan jalan tanah yang diperkeras, kami sampai di pertigaan itu. Ke depan terlihat aspal yang masih mulus, ke kanan adalah jalanan tanah berkerikil. Belakangan saya tahu bahwa jalan aspal itu dibuat untuk akses menuju ke Makam KA Loesoeh, seorang tokoh Belitung yang makamnya saya kunjungi setelah dari Kelenteng Sun Li San ini.

Tidak lama kemudian kami tiba di area parkir yang cukup luas di kaki bukit, dengan awal deretan anak tangga di sisi kiri, dan sebuah bangunan toilet di sebelah kanan. Sayang toiletnya tidak berfungsi dengan baik, dan tidak pula terawat.

kelenteng sun li san
Deret anak tangga menuju ke Kelenteng Sun Li San. Kondisi anak-anak tangga ini masih cukup baik untuk dilewati meski cat pada tonggak-tonggak pegangannya sudah banyak yang terkelupas.

Dengan membulatkan niat, saya pun mulai melangkahkan kaki, satu per satu menaiki anak tangga yang kemiringannya tidak begitu curam itu.

Berhenti sejenak di sebuah anak tangga, berbalik badan, terlihat pemandangan dataran Belitung, yang sebagian hijau pohonnya telah berganti warna menjadi coklat setelah dikupas besar-besaran untuk mendapatkan biji-biji timah.

Beberapa buah tempat duduk berpeneduh disediakan untuk pejalan yang ingin sejenak beristirahat sambil menikmati panorama sekitar, sebelum meneruskan pendakian ke Kelenteng Sun Li San.

Hanya sepasang kekasih yang saya jumpai tengah berpacaran di payung peristirahatan terbawah. Selebihnya sunyi. Akhiran San pada nama kelenteng mengingatkan saya pada nama-nama gunung dalam cerita silat Kho Ping Hoo, seperti Kun Lun San, Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga), dan Tai San.

kelenteng sun li san
Setelah sempat beristirahat beberapa kali, akhirnya puncak bukit sudah dekat, dan terlihat bangunan Kelenteng Sun Li San, dengan pendopo agak jauh di sebelah kiri tidak terlihat pada foto.

Kelenteng ini memiliki atap tumpang seperti pagoda, namun hanya dua tingkat dengan perbedaan ukuran yang besar. Tidak ada ornamen naga pada atap kelenteng.

kelenteng sun li san
Altar utama Kelenteng Sun Li San ini dibuat terbuka tanpa pintu, dengan sebuah pagoda kecil untuk membakar kertas sembahyang berada di pelataran depan.

Angin bertiup cukup kencang di sini, sesuatu yang biasanya saya hindari. Namun di puncak bukit, tiupan angin terpaksa saya terima, karena membantu mendinginkan lapisan bumi yang terpanggang oleh panas matahari.

kelenteng sun li san
Inilah ruangan utama Kelenteng Sun Li San, dengan tuan rumah Dewi Kwan Im yang duduk di atas bunga teratai, diapit dua patung lain di bawahnya.

Di depan hiolo bercat merah yang batang-batang hionya telah padam semua, tampak berderet tiga buah patung Buddha berukuran kecil. Di samping kiri kanan hiolo terdapat cawan kaca berisi minyak dengan sumbu yang menyala. Angin rupanya menjadi jinak di dalam ruangan sembahyang ini.

kelenteng sun li san
Di sudut ruang Kelenteng Sun Li San di sisi sebelah kiri juga terdapat patung-patung Dewi Kwan Im.

Saya jadi teringat Akhun, pengurus di Vihara Dewi Kwan Im Burung Mandi, yang mengatakan bahwa kelentengnya menjadi terkenal karena orang yang datang ke sana doanya terkabul. Tidak jelas apakah ketidakterkenalan Kelenteng Sun Li San akibat kurang manjurnya orang ketika berdoa di sini.

kelenteng sun li san
Tambur Kelenteng Sun Li San yang berhias ornamen tulis pada badannya. Ornamen sepasang naga berebut mustika ternyata ada di bagian atas rumah-rumahan altar.

Ada lagi sepasang naga berukuran kecil terbuat dari batu pualam hijau di kiri kanan bawah patung Dewi Kwan Im. Saya tidak menemukan adanya patung To Tie Kong atau Dewa Bumi di altar utama Kelenteng Sun Li San ini.

Altar Dewa Langit ada di bagian depan Kelenteng Sun Li San dan sebuah tempat sembahyang pendek di sebelah kirinya. Bang Junai dengan gembolannya terlihat tengah berdiri di samping pagoda pembakar kertas, memandangi dataran luas di bawah sana.

kelenteng sun li san
Keindahan panorama dari bagian depan Kelenteng Sun Li San. Pemandangan lepas dari atas perbukitan juga bisa dilihat dari pendopo atau gazebo yang terlihat pada foto, yang terletak beberapa meter dari bangunan utama kelenteng.

Sayang tidak ada informasi yang tersedia mengenai kapan Kelenteng Sun Li San ini berdiri. Meskipun tidak ada tengara pada kelenteng yang bisa menjadi petunjuk, namun tampaknya kelenteng sudah ada di tempat ini sejak jaman kolonial Belanda.

Saya sempat mengambil pula foto pemandangan dari dalam ruangan utama Kelenteng Sun Li San. Akan sangat menyenangkan jika saja ada bangku-bangku panjang di tempat ini.

kelenteng sun li san
Sebuah tandon air berukuran besar terlihat ada di belakang bangunan Kelenteng Sun Li San. Sesuatu yang cukup mengherankan jika air bisa ditemukan di puncak bukit ini.

kelenteng sun li san
Dengan lensa tele, dari pendopo Kelenteng Sun Li San, saya bisa melihat sebuah ekskavator tengah mengupas bumi, disaksikan oleh dua orang yang berdiri beberapa meter di sebelah kirinya.

Bumi yang terkupas ini akan meninggalkan lubang-lubang dalam, dan suatu ketika nanti akan menjadi genangan-genangan air tak bertuan, sebagaimana telah dialami oleh puluhan atau ratusan lokasi penambangan lainnya.

Masih dengan lensa tele dan dari pendopo Kelenteng Sun Li San, terlihat sebuah gubug pekerja tambang di tengah gunungan tanah kelabu keputihan.

Pemandangan dari sekitar Kelenteng Sun Li San yang seharusnya mempesona ini terpaksa tercampur dengan panorama pahit ketika melihat kerusakan alam yang demikian luas dan parah. Bagaimana pun saya tetap merasa senang telah mampir ke puncak bukit yang sunyi ini.

Kelenteng Sun Li San Belitung Timur

Alamat : Parit Tebu, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Lokasi GPS : -2.98489, 108.09901, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : sepanjang waktu. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Tempat Wisata di Belitung TimurPeta Wisata Belitung, Hotel di Belitung Timur

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Bangka Belitung » Belitung Timur » Kelenteng Sun Li San Belitung Timur
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap