Kelenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang

Kelenteng Kwan Tie Miaw, salah satu kelenteng tertua di Pulau Bangka, saya kunjungi pada 28 November, 2009. Kota Pangkalpinang diguyur hujan deras pagi itu, namun langit berubah menjadi jauh lebih terang menjelang tengah hari. Oleh karenanya, setelah teman-teman dari Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi mulai menyanyikan lagu-lagu selain KRLK pada sekitar jam 2, saya mulai berpikir untuk menjelajah Bangka lagi.

Adalah kejutan yang menyenangkan, ketika bang Abing Patrick menawarkan adiknya yang bernama Santoso, dengan panggilan Asan, untuk menemani saya menjelajah pulau. Ia juga meminta bang Petrus Sinpo Simanjuntak untuk ikut menemani. Kelenteng Kwan Tie Miaw atau Kelenteng Kwan Tie Miau adalah tempat pertama yang kami kunjungi setelah meninggalkan rumah Persada, tempat dimana pertemuan dilakukan. Dewi dan cucu bang Sinpo yang masih kecil juga ikut. Perjalanan ke Kelenteng Kwan Tie Miaw cukup singkat karena letaknya di tengah kota.

Patung naga yang lazimnya terlihat jelas di wuwungan kelenteng, tidak tampak di Kelenteng Kwan Tie Miaw, karena letaknya ternyata berada di belakang atap yang pertama. Ini agak tidak lazim, karena di kelenteng lainnya letak dua patung naga yang berhadapan biasanya berada di atas wuwungan atap yang terdepan.

kelenteng kwan tie miaw pangkalpinang
Hiolo Thian (Dewa Langit) keemasan berkaki tiga dengan relief kepala menyeramkan serta ornamen sepasang naga diletakkan di bagian depan Kelenteng Kwan Tie Miaw ini. Hiolo Thian sering diletakkan di bangunan kecil terpisah dari bangunan utama.

Sebuah Bedug dan genta mungil terlihat menggantung di dekat pintu masuk Kelenteng Kwan Tie Miaw. Bedug berukuran besar selalu ada di masjid-masjid, namun tidak ada genta di sana. Sementara genta besar setahu saya selalu ada di gereja-gereja, namun tidak ada bedug di sana.

Lampu dengan tulisan huruf Tionghoa pada kacanya serta beberapa kelopak bunga terlihat di sebuah sudut Kelenteng Kwan Tie Miaw. Sementara saya memotret, Dewi terlibat dalam sebuah percakapan dengan ketua yayasan Kelenteng Kwan Tie Miaw. Belakangan Dewi menyayangkan karena saya tidak begitu memperhatikan cerita dibalik foto-foto yang saya ambil, yang memang benar adanya.

Dua patung kecil diletakkan depan arca Avalokiteswara berukuran besar, salah satu dewa dalam aliran Budha Mahayana, yang akan mengangkat dunia dari kehancuran dan menyelamatkan manusia dari siksaan setelah mati. Di belakang patung ada pula lukisan Avalokiteswara yang dibuat pada permukaan dinding.

kelenteng kwan tie miaw pangkalpinang
Rupang Hok Tek Ceng Sin (Fu De Zheng Shen) yang secara harafiah berarti dewa bumi atas kemakmuran dan jasa yang sering dianggap sama dengan Dewa Bumi Tu Di Gong (Dabo Gong). Sebagai salah satu dewa yang tertua usianya, maka Hok Tek Ceng Sin juga sering disebut Hou Tu.

Rupang Hok Tek Ceng Sin sering digambarkan sebagai kakek tua dalam posisi duduk, berambut dan berjanggut putih panjang dengan paras muka tersenyum ramah. Dewa Bumi dipuja oleh para petani untuk mendapatkan panen berlimpah dan oleh para pedagang agar rejeki mereka lancar.

Namun untuk memperoleh berkah berlimpah dari Dewa Bumi orang harus terlebih dahulu mengerjakan banyak kebajikan, karena berkah tidak akan datang kepada mereka yang rajin bersembahyang di altar Dewa Bumi namun tidak atau jarang melakukan kebajikan kepada sesama.

Kelenteng Kwan Tie Miaw tengah direnovasi ketika kami berada di sana, yang merupakan renovasi kesekian kalinya sejak didirikan pada 1841. Pembangunan kembali Kelenteng Kwan Tie Miaw dilakukan setelah hampir seluruhnya terbakar pada 1998. Sebelum tragedi itu terjadi kelenteng ini bernama Kwan Tie Bio dan Kelenteng Amal Bhakti selama Orde Baru.

kelenteng kwan tie miaw pangkalpinang
Altar pemujaan di Kelenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang untuk Chin Shih Huang Ti, seorang kaisar terkenal semasa dinasti Chin. Di sebelah kirinya adalah patung Chui Chang dan patung Kuan Pien di sebelah kanannya.

Huang Ti (Qin Shi Huang Di) banyak menjalankan proyek-proyek raksasa semasa memerintah, termasuk pembangunan Tembok Besar Cina versi pertama, pembuatan mausoleum seukuran kota yang dijaga oleh Tentara Terracotta seukuran manusia sebenarnya, dan sistem jalan raya nasional besar-besaran, semuanya dengan pengorbanan ribuan nyawa manusia.

Huang Ti juga melarang dan membakar banyak buku untuk menjaga stabilitas politik di masa pemerintahannya. Namun dengan semua hal buruk itu, Huang Ti masih tetap dianggap sebagai tokoh yang sangat penting dan dihormati banyak orang.

Kelenteng Kwan Tie Miaw juga menyimpan sejumlah senjata berwujud tombak, kapak panjang, dan pedang bertangkai panjang dengan bentuk khas yang lazim digunakan oleh pasukan kerajaan dan panglima perang pada masa kekaisaran di daratan Tiongkok.

Kelenteng Kwan Tie Miaw, merupakan satu obyek wisata religi yang menarik untuk dikunjungi jika anda berada di kota Pangkalpinang. Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk sampai ke sana dari hotel mana pun anda menginap di kota itu. Letak Kelenteng Kwan Tie Miaw juga dekat dengan Gang Singapur dan Pasar Mambo yang memungkinkan anda berbelanja setelah berkunjung ke kelenteng.

Kelenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang

Alamat : Jl. Mayor Syafrie Rachman, Pangkalpinang. Lokasi GPS : -2.129973, 106.115055, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Bangka . Hotel di Bangka . Tempat Wisata di Bangka. Galeri 14 foto Kelenteng Kwan Tie Miaw Bangka : 4.Kakek Tua, 5.Phek Khong 6.Bedug 7.Cai Shen 8.Avalokiteswara 9.Bunga 10.Bodhisatwa 11.Rupang 12.Senjata 13.Renovasi 14.Banteng

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Bangka Belitung » Pangkalpinang » Kelenteng Kwan Tie Miaw Pangkalpinang
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap