Keindahan Kepulauan Karimunjawa Jepara

Putih lembut pantai berpasir, terumbu karang yang masih asli, batu besar? Orang pasti menebak, saya berada di Pulau Belitung. Nop, lokasi foto saya adalah di Tanjung Gelam, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Tempat ini berada sekitar 60 mil laut dari Kota Semarang, dan 45 mil laut dari Jepara, salah satu kota terdekat.

Perjalanan kali ini tidak direncakan dengan rapi. Di mulai dari kegalauan salah satu teman, karena masalah di kantornya, jadilah 3 teman berusaha menghibur. Setelah pembahasan yang singkat, hanya melalui chatting, diputuskan kita akan menghibur teman kita di Karimunjawa.

Ditugaskan saya sebagai perempuan satu-satunya, untuk menghubungi agen-agen bus menuju Jepara. Sedikit susah karena hari itu hari Jumat, dan kita memesan tiket secara mendadak. Tapi memang keberuntungan, saya mendapatkan bus menuju Jepara yang kursinya masih tersedia untuk 4 orang dengan keberangkatan hari itu juga.

Singkat cerita, saya pulang ke rumah, mengepak tas, dan langsung berangkat ke Grogol. Walaupun saya tinggal tidak jauh dari Grogol, tetapi saya memang kurang informasi. Ternyata terminal bis antar kota sudah tidak tersedia di Grogol. Terminal dipindahkan ke Kalideres.

Whoa….terus saya bagaimana berangkatnya? Untung saya menyimpan nomor telepon si mbak agen bus. Dia mengatakan jika memang tidak cukup waktu untuk ke terminal Kali Deres, bisa ke pool bayangannya, tidak jauh dari putaran halte busway Grogol. Beberapa menit berputar-putar ditemani Bapak sopir taksi, akhirnya ketemu juga pool bus Shantika yang kecil di sudut jalan.

Setelah membayar pesanan tiket seharga Rp. 110.000 seorang, saya duduk manis menunggu bus datang. Di tempat itu saya lihat ada 2 orang lelaki dan 3 perempuan. Saya tidak memperdulikan para lelaki, tetapi saya perhatikan 3 orang perempuan tersebut, sangat ramai, ceria seperti ingin berangkat liburan.

Sekitar 10 menit sebelum bus berangkat, ketiga teman saya belum sampai juga dan agen bus mengatakan jika belum datang juga maka akan ditinggal. Ya sudah pasrah, saya pergi berenang ke Karimunjawa sendiri. Tetapi akhirnya setelah negosiasi dengan agen bus, ketiga teman saya yang berada di daerah bekasi akan di jemput di pom bensin KM 57 (kalau tidak salah). Alhamdulillah, akhirnya saya tidak sendiri. Karena macet, hampir 2 jam bus baru sampai menjemput teman-teman saya. Terima kasih atas kerjasama sopir dan kenek bus Shantika jurusan Jakarta-Jepara.

Saya hampir belum pernah pergi menggunakan bus umum ke luar kota. Biasanya saya lebih memilih naik kereta. Bukannya tanpa alasan, jika naik bus, saya susah untuk ke toilet, dan untung, bis yang saya naiki ada toilet di dalamnya. Bersih dan wangi karena setiap beberapa waktu di siram karbol. Bis ini juga menyediakan makan malam, dengan berhenti di salah satu restoran rekanan mereka.

Sebelum saya berangkat, saya menginformasikan kepada Bapak sopir, bahwa saya ingin menyeberang ke pulau Karimunjawa. Sehingga beliau bisa menurunkan saya di pemberhentian terdekat dengan pelabuhan. Sampai di daerah mendekati Jepara, kebetulan waktu sholat shubuh. Pemandangan yang menarik dari balik kaca bis. Matahari mulai naik memancarkan sedikit cahaya. Penduduk ramai mendatangi masjid. Keramaiannya seperti waktu sholat Dzuhur atau sholat Jumat. Berbeda dengan masjid-masjid di Jakarta yang cenderung sepi jemaah di waktu sholat shubuh.

Sekitar jam setengah enam, bus sampai di persimpangan menuju pelabuhan. Di sana sudah banyak tukang becak yang sepertinya sudah hapal bahwa kita akan ke pelabuhan. Seorang teman mengatakan bahwa biasanya tarif becak sekali antar Rp. 10.000, tetapi kemarin jatuh pada harga Rp.15.000. Ternyata 3 orang perempuan yang naik bus bersama saya juga memiliki tujuan yang sama.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Semua bisa masuk di Kapal Penyeberangan reguler ke Karimunjawa ini.

Dibutuhkan waktu tempuh 7 jam dengan kapal reguler dari Jepara, sehingga lebih baik menggunakan Kapal Cepat Express yang akan menghemat 4 jam waktumu. Saya tidak beruntung, karena hanya ada kapal reguler yang berangkat dari Pantai Kartini sekitar pukul enam pagi, dengan membayar tiket Rp. 28.500.

Karena kurang sigap mendapatkan kursi, saya harus menghabiskan 7 jam itu di geladak kapal. Sebenarnya sih kebagian, tetapi harus terpisah dengan teman-teman. Dengan prinsip satu untuk semua dan semua untuk satu, lebih baik bersama-sama di geladak kapal daripada duduk tapi terpisah.

Jadilah saya mengandalkan scarf untuk menutupi kepala, yang ternyata tidak efektif juga, karena cuaca sangat panas. Bagi orang asing yang ingin mendapatkan kulit tan alami, coba deh berjemur di atas kapal penyeberangan Jepara – Karimunjawa. Tapi pengorbanan tidak sia-sia, karena ketika tiba di Karimunjawa sekitar pukul 1 siang yang langsung ada di pikiran saya hanya perasaan senang. Pulaunya indah, penduduknya ramah dan baik hati.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Perahu Nelayan Karimunjawa yang terlihat elok dicat warna-warni.

Tiba di Karimunjawa, kami (bersama-sama dengan 3 orang teman seperjalanan yang baru kenal di bis dan teman backpaker lain) menyewa sebuah rumah kecil, menyewa perahu nelayan dan peralatan snorkeling.

Ditemani oleh penduduk lokal, bersama-sama kami berenang di salah satu tempat lokasi snorkeling terbaik di Indonesia. Taman Laut Nasional Karimunjawa secara resmi dinyatakan oleh pemerintah Indonesia sebagai tempat perlindungan laut. Ikan-ikan dan karangnya beragam warna. Jika akan berenang, pastikan kamu membawa kue atau roti, sehingga ikan mendekatimu.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Pulau Tanjung Gelam dihiasi batu-batu besar di tepian pantainya.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Pulau Tanjung Gelam yang nyaris tidak berpenghuni diteduhi pepohonan rindang di tepian pantainya.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Pulau Tanjung Gelam dengan air laut jernih bergradasi warna hijau dan biru

Pengalaman yang tidak terlupakan adalah ketika salah satu bagian dari mesin kapal jatuh ke laut, sehingga pengemudi kapal harus mencari dahulu bagian tersebut. Berjam-jam di atas kapal tanpa kegiatan membuat kami bosan. Sampai akhirnya kami kembali menceburkan diri ke air. Masalah yang membawa berkah, jadinya kami bisa lebih lama mengeksplor perairan Karimunjawa. Walaupun sempat terbersit ketakutan terdampar di laut.


Air laut yang bersih jernih luas di Pulau Kosong, layaknya kolam renang pribadi.

Pastikan kamu meminta kepada pengemudi perahu untuk membawamu ke Pulau Kosong, sebuah pulau sangat sangat kecil, tidak ada pohon, rumah, tidak ada karang di sekitar. Hanya pantai berpasir putih. Pulau ini seperti kolam renang pribadi saja. Setelah lelah berenang, kami pergi ke pulau Tanjung Gelam, dan makan siang. Menu hari itu adalah cumi pedas dengan nasi hangat, dan buah mangga sebagai makanan penutup. Sederhana, tetapi karena makan di lokasi yang tepat terasa so yummy.

Yang terbaik di Karimunjawa adalah terumbu karang dan makanan laut. Keduanya wajib di coba. Tetapi, ada salah satu kegiatan lagi yang dapat kamu tambahkan di itenerary, yaitu mengunjungi penangkaran ikan hiu. Ya, di Karimunjawa terdapat tempat penangkaran ikan hiu yang memperbolehkan wisatawan untuk datang. Kamu bisa berenang dan mengambil foto bersama dengan bayi hiu. Tidak ada orang yang memandu. Jika ingin main bersama ikan hiu, pengunjung tinggal menceburkan diri di kolam. Jangan takut, karena hiu yang ada di kolam masih kecil dan tidak menggigit.

Sore hari menjelang malam di kepulauan Karimun, saya bersama teman-teman mencari jajanan sekaligus makan malam. Rekomendasi dari saya, coba tahu ikan, sejenis gorengan untuk snack pembuka dan juga Tongseng Kepiting sebagai makan malam.
Kepulauan Karimunjawa Jepara
Menu makan malam yang tersedia di sebuah warung di dekat Lapangan Bola Karimunjawa.

Kepulauan Karimunjawa Jepara
Tongseng Kepiting yang menerbitkan selera saya.

Saya belum menemukan ada tempat yang menjual Tongseng Kepiting selain di Kepulauan Karimunjawa ini. Karena diambil langsung dari laut, rasanya segar dan manis. Pasti menyesal jika sudah ke Karimunjawa tetapi tidak mencoba Tongseng Kepiting.

Transportasi ke Kepulauan Karimunjawa ada KMP Muria: VIP Rp.50.000, Ekonomi Rp.28.500. Jepara – Karimunjawa setiap Senin, Rabu, dan Sabtu pukul 09.00 WIB. Karimunjawa – Jepara setiap Selasa, Kamis, dan Minggu pukul 08.00 WIB

Kapal Cepat Muria 1: VIP Rp. 83.000, Bisnis: Rp. 63.000. Semarang – Jepara – Karimunjawa, Sabtu 09.00 dan Senin 07.00. Karimunjawa – Jepara- Semarang, Minggu 14.00 dan Selasa 11.00.

Kapal Cepat Bahari Express 9: VIP Rp.80.000, Executiv Rp.60.500. Jepara – Karimunjawa: Senin, Selasa, Sabtu 10.30; Jumat 14.00. Karimunjawa – Jepara: Senin 13.00, Rabu 10.30, Sabtu 08.00, Minggu 14.00.

Kepulauan Karimunjawa

Alamat : Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -6.5905134, 110.6476933, Waze (Dermaga Kapal Feri Pantai Kartini Jepara), -5.8821315, 110.4398676 (Pelabuhan Karimunjawa). Rujukan : Peta Wisata Jepara, Tempat Wisata di Jepara, Hotel di Jepara.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Jepara » Keindahan Kepulauan Karimunjawa Jepara
Tag : ,

Oleh Fina Hastuti.

Penduduk Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Indonesia. Senang keluyuran melihat pemandangan hilir-mudik ikan-ikan elok di lautan dan pencinta komik hiburan, suka berfikir praktis dan anti ribet. Melihat semua hal dalam hidup dengan cara yang indah saja.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 3 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap