Keraton Ratu Boko Sleman Jogja

Matahari sudah mulai jatuh mendekati garis cakrawala, dan hujan deras baru saja berhenti ketika saya tiba di Keraton Ratu Boko, sebuah kompleks situs arkeologi seluas 19 ha, sekitar 3 km di sebelah selatan Candi Loro Jonggrang, 18 km arah timur Yogya. Kami mengambil jalan belakang ke Keraton Ratu Boko, melewati lintasan jalan yang agak sempit dan naik tajam, masuk sejauh beberapa kilometer dari jalan raya Yogya – Solo.

Ratu Boko adalah ayah dari Loro Jonggrang yang terkenal dalam legenda Bandung Bondowoso dan terjadinya Candi Sewu. Situs Keraton Ratu Boko yang tampaknya sebuah kompleks istana yang sangat megah ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8, pada jaman pemerintahan Rakai Panangkaran, seorang keturunan dari Dinasti Syailendra.

Keraton Ratu Boko, yang dibangun di atas bukit setinggi 196 meter di atas permukaan laut, dibagi menjadi empat bagian, yaitu barat, tengah, tenggara dan timur. Keraton Ratu Boko mungkin merupakan satu-satunya situs arkeologi dengan arsitektur Hindu Buddha.

Keraton Ratu Boko
Sebuah pohon beringin besar yang berada di dekat tempat parkir kendaraan situs Keraton Ratu Boko, dan warung makanan, serta Plaza Andrawina, sebuah aula pertemuan yang bisa menampung 500 orang.

Keraton Ratu Boko
Lintasan menuju Keraton Ratu Boko, menuju gerbang utama, lapangan terbuka, Candi Pembakaran, kolam, dan paseban.

Keraton Ratu Boko
Reruntuhan tiga gapura utama Keraton Ratu Boko yang masih memperlihatkan keagungannya.

Keraton Ratu Boko
Candi Pembakaran dilihat dari jauh, dan di bagian barat kompleks Keraton Ratu Boko, di atas puncak perbukitan adalah tempat yang kabarnya sangat baik untuk melihat keindahan Candi Prambanan, namun saya tidak lagi punya cukup waktu dan tenaga untuk sampai ke sana.

Tidak jauh dari Candi Pembakaran Keraton Ratu Boko ini seharusnya saya bisa menemukan sebuah sumur keramat bernama Amerta Mantana, namun sayang saya sudah terlalu lelah untuk berjalan mengelilingi kompleks yang sangat luas ini.

Keraton Ratu Boko
Bagian barat Keraton Ratu Boko yang diambil dari gapura utama. Keberadaan Keraton Ratu Boko ini pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada 1790, dan telaah arkeologisnya dilakukan oleh FDK Bosch seratus tahun kemudian.

Keraton Ratu Boko
Tangga batu menuju Candi Pembakaran dengan pemandangan perbukitan situs Keraton Ratu Boko di latar belakang.

Keraton Ratu Boko
Dua gerbang Keraton Ratu Boko, dengan pemandangan kompleks Keraton Ratu Boko yang sangat luas, diambil dari Candi Pembakaran. Beberapa tempat menarik di situs Keraton Ratu Boko terpaksa saya lewati, hanya karena buruknya stamina dan keterbatasan waktu. Ada baiknya ketika berkunjung ke Keraton Ratu Boko anda ditemani oleh seorang pemandu wisata agar jangan sampai ada situs yang terlewati, dan bisa mendapat penjelasan yang benar.

Catatan tambahan. Setelah dari Candi Banyunibo, beberapa bulan dari selewat kunjungan di atas, saya mampir lagi ke situs Keraton Ratu Boko ini. Namun hari telah sore, dan petugas tidak memperbolehkan saya masuk, sehingga saya pun akhirnya masuk ke restoran.

Keraton Ratu Boko
Dari sisi pinggir restoran Keraton Ratu Boko terlihat siluet Candi Prambanan, yang memang jarak keduanya tidak begitu jauh.

Keraton Ratu Boko
Masih dari sisi pinggir restoran Keraton Ratu Boko beruntung saya bisa melihat panorama saat matahari mulai turun mendekati garis cakrawala.

Meskipun merasa sayang karena tidak bisa mengunjungi tempat-tempat di Keraton Ratu Boko yang masih belum juga saya lihat, namun hati merasa agak sedikit terhibur karena masih bisa melihat pemandangan senja yang indah dari tempat ini.

Keraton Ratu Boko Prambanan Sleman

Alamat : Bukit Boko, Desa Dawung, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasi GPS : -7.7704938, 110.4856235, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Sleman, Peta Wisata Sleman, Hotel di Yogyakarta.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Yogyakarta » Sleman » Keraton Ratu Boko Sleman Jogja
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 15 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap