Kanawa: Island of God di Manggarai Barat NTT

Kunjungan ke Pulau Kanawa berawal dari keisengan seorang teman, yang terbiasa tidur selepas tengah malam, dan rajin berburu tiket murah. Buahnya adalah kami berlima, empat dari Jakarta ditambah satu teman dari Bali, bisa merayakan Hari Raya Paskah di tanah kering nan jelita di daerah Nusa Tenggara Timur.

Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Pulau Kanawa ini, pulau sangat indah menawan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Tiket Jakarta-Labuan Bajo sudah diterbitkan sejak September 2010, dan tiket yang diburu teman di tengah malam buta itu semuanya berjumlah sepuluh.

Namun karena alasan pekerjaan dan lain sebagainya, hanya tersisa tiga orang yang bisa terbang ke Labuan Bajo – Flores, yaitu saya, Anita dan Parlin. Sedangkan dua teman lain yang ikut bergabung, yaitu Valen dan Sari, adalah peserta tambahan diluar tiket yang 10 orang tadi itu.

Pulau Kanawa
Saya dan boarding pass di depan pesawat Merpati yang akan membawa kami ke Labuan Bajo, Flores.

Ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di tanah Flores. Pada kali yang pertama saya menyusuri Flores Timur dari mulai Maumere, Moni, Ende sampai di Bajawa, dan saat itu saya lebih menikmati wisata budaya, gunung dan juga Kelimutu, danau tiga warna yang terkenal itu. Pada kunjungan kali ini saya akan menikmati keindahan pantai-pantainya yang mempesona.

Pertama kali mendengar nama Pulau Kanawa adalah dari seorang teman yang pernah membuat sebuah acara tahunan di sana. Ketika ia mengetahui bahwa saya dan beberapa teman hendak mengadakan perjalanan ke Flores, dia langsung menyarankan untuk berkunjung ke Pulau Kanawa, yang menurutnya sangat bagus, dan teman-teman pun dengan antusias menyetujuinya.

Transportasi ke Pulau Kanawa tidak terlalu susah, tidak pula mahal. Dari Bandara Labuan Bajo kami menyewa mobil yang banyak terdapat di sana dengan membayar Rp. 50.000 sampai di pelabuhan penyeberangan yang jaraknya hanya 5-10 menit berkendaraan. Pejalan juga bisa naik angkot dengan membayar Rp. 5.000 per orang.

Sedangkan dari pelabuhan penyebrangan ada kapal GRATIS menuju Pulau Kanawa yang berangkat setiap hari pada pukul 12 siang, dengan waktu tempuh 45 – 60 menit. Kapalnya bagus, gelombang air laut pun tidak terlalu tinggi.

Pulau Kanawa
Air laut sangat jernih sebening kaca, pasir putih bersih di bibir pantai yang dihias beberapa batang pohon hijau menyejukkan mata menyambut kedatangan kami ketika mendekati Pulau Kanawa. Sesaat kemudian kapal pun telah merapat di ujung dermaga kayu yang panjang di Pulau Kanawa ini.

Pulau Kanawa
Pulau Kanawa diambil dari dermaga kayu, sesaat setelah kapal sandar. Di sini terlihat banyak sekali ikan-ikan kecil yang bergerombol berenang-renang kesana kemari seolah menyambut kedatangan kami. Karena begitu jernihnya air, kami cukup berdiri di atas dermaga untuk bisa menyaksikan ikan-ikan cantik itu serta terumbu karang yang hidup disana.

Pulau Kanawa
Kapal yang kami tumpangi tertambat di ujung dermaga kayu Pulau Kanawa

Pulau Kanawa rupanya dimiliki oleh Haji Idris, seorang keturunan Bugis asal Labuan Bajo. Tempat ini kemudian menjadi terkenal sampai mancanegara setelah disewakan ke orang bule asal Italia, untuk kurun waktu lebih kurang 30 tahunan.

Pulau Kanawa
Tulisan Pulau Kanawa di pinggir pantai, yang dirangkai unik menggunakan potongan-potongan kayu.

Teman itu benar, the Island is so damn pretty! Betapa baiknya Tuhan telah menciptakan pulau seindah ini buat Indonesia, khususnya bagi Tanah Flores, dan kami sungguh sangat beruntung bisa merasakan langsung kehalusan pasir putihnya, jernih air lautnya, serta silir segar udara pantainya.

Pulau Kanawa
Pantai Pulau Kanawa dengan ar laut biru jernih tenang membuat siapa saja ingin mencebur untuk menikmatinya.

Luas Pulau Kanawa tidak begitu jelas, tapi memang tidak terlalu besar. Aktivitas di Pulau Kanawa ini banyak dilakukan di bagian selatan, dimana tersedia beberapa Bungalow dengan harga sewa relatif tidak terlalu mahal, apalagi untuk ukuran kantong wisatawan asing, yaitu Rp. 300.000 – Rp. 500.000 untuk maksimal 4 orang. Pulau Kanawa juga menyediakan tenda untuk mereka yang suka tidur dialam bebas dan hanya perlu membayar Rp. 100.000 / orang / malam.

Sedangkan bagian utara pulau dibiarkan tidak terjamah guna memelihara tumbuhan dan binatang liar yang hidup di sana, seperti Burung Elang dan kambing liar, dan karang-karangnya dijadikan rumah bagi bermacam ikan tropis yang hidup di sana.

Pulau Kanawa
Sebatang pohon tunggal di tepian pantai Pulau Kanawa dengan pasir putihnya yang bersih molek, menjadi tempat yang teduh dan romantis untuk bercengkerama.

Aktivitas lain yang dapat kita lakukan di Pulau Kanawa adalah berenang atau snorkeling, yang peralatan lengkapnya dapat disewa dengan harga Rp. 40.000 per hari. Bagi yang suka menyelam juga tersedia operator menyelam dari Padi’s, dan ada pula tur harian treking ke Pulau Komodo dan Rinca.

Pulau Kanawa
Kami berlima di tepi pantai, dengan Marta, anak kapten kapal yang ikut dalam pelayaran selama di Flores. Anaknya lucu, tidak pernah berbicara, dan bisanya ketawa saja.

Di Pulau Kanawa hanya ada sebuah Café kecil bernama Starfish Café yang meyediakan berbagai macam makanan khas Indonesia maupun makanan barat dengan harga yang bervariasi. Waktu itu saya sempat merasakan Spagetti bolonese buatan mereka yang rasanya lumayan enak dan harganya juga tidak terlalu mahal. Aneka minuman juga tersedia, dari mulai air mineral, jus, sampai minuman ringan beralkohol juga ada.

Pulau Kanawa
Pulau Kanawa juga menyediakan hammock seperti yang kami bawa ini untuk bersantai, sambil membaca buku atau mendengarkan musik.

Buku dan musik menjadi pilihan yang baik, karena di tempat ini tidak ada koneksi internet, tidak ada pula signal telepon, dan listrik menyala hanya setengah hari saja.

Pulau Kanawa merupakan pilihan yang paling tepat untuk berlibur bila kita ingin bersembunyi sejenak dari hiruk pikuknya dunia luar. Tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati alunan musik atau membaca buku sambil sekali-sekali memandang laut biru jernih nan menawan, sampai terlelap tidur oleh silir angin yang berhembus lembut. Ya, tempat ini memang sangat indah.

Sebagai catatan: Waktu yang paling baik jika ingin berlibur ke Pulau Kanawa adalah di bulan April – Desember. Di Pulau Kanawa tidak ada ATM, oleh sebab itu jangan lupa membawa uang tunai yang cukup karena transaksi di Pulau Kanawa hanya memakai uang tunai. Di Pulau Kanawa tidak ada toko, jadi jangan lupa membawa cukup persediaan sabun, sampo, sunblock, lotion anti nyamuk, obat-obatan pribadi, juga snack bagi yang suka makan undapan. Jika ingin tinggal lebih lama di Pulau Kanawa jangan lupa untuk membawa buku bacaan atau permainan untuk mengisi waktu luang.

Akses: Penerbangan dari Jakarta menuju Labuan Bajo bisa dengan Lion Air atau Merpati, kadang Batavia Air. Bisa melalui Bali dengan menggunakan Trigana dan Transair. Harga tiket termurah dari Jakarta sekitar Rp. 1.5000.000 pp/orang, dengan penerbangan paling pagi 06:00 WIB.

Pulau Kanawa Manggarai Barat

Alamat : Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Lokasi GPS : -8.4971286, 119.7577357, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Manggarai Barat

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Nusa Tenggara Timur » Manggarai Barat » Kanawa: Island of God di Manggarai Barat NTT
Tag :

Oleh Decyca Saune. Suka jalan kaki, yg demen pake rok dan gelang tangan, sedikit cerdas, suka membaca, senang berada di ketinggian, tapi suka juga melaut, yg cinta sangat dengan Indonesianya. (Decy wafat pada 13 Agustus 2016 dan dimakamkan di pekuburan yg tenang di Depok. R.I.P.). Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 3 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap