Kabut Ikan di Pantai Tanjung Pendam Belitung

Pantai Tanjung Pendam Belitung merupakan tempat terakhir yang saya kunjungi di hari pertama saya di pulau ini. Ketika tiba di pantai, matahari masih cukup tinggi. Kabarnya Tanjung Pendam merupakan lokasi terbaik untuk melihat matahari terbenam, dan letaknya di pusat kota Tanjung Pandan. Jadi lebih baik menunggu.

Pantai Tanjung Pendam Belitung ada di Desa Tanjung Pendam, kota Tanjung Pandan, di area yang sebelumnya kompleks perumahan pejabat PT.Timah. Untuk masuk ke pantai, saya membayar Rp.2.000. Berbeda dengan pantai lain, pantai ini tidak memiliki bibir pantai landai.

Hanya ada tembok beton di sepanjang Pantai Tanjung Pendam yang dibuat untuk menahan abrasi air laut. Di atas tembok beton itulah orang biasa duduk-duduk, atau di kursi-kursi yang disediakan oleh para penjual makanan minuman. Setelah menyusuri jalan mulus sejajar pantai, kami berhenti hampir di area paling ujung Pantai Tanjung Pendam.

pantai tanjung pendam belitung
Area terbuka di tepian Pantai Tanjung Pendam yang digunakan sebagai tempat mangkal penjual makanan minuman. Mereka menyediakan tempat duduk sederhana. Jalanan aspal mulus di latar depan membujur sangat dekat dengan bibir pantai Tanjung Pendam. Sekali-sekali terlihat kapal melintas di depan pantai dengan latar langit kelabu yang pucat.

Langit memang kurang bersahabat pada hari itu. Hujan yang sempat mengguyur Belitung tidak cukup untuk membersihkan langit dari awan yang kelabu. Di tepian Pantai Tanjung Pendam terlihat pohon-pohon cemara laut yang tampaknya memberi cukup keteduhan dan suasana yang nyaman bagi pengunjung yang hendak duduk-duduk di sana.

Pantai Tanjung Pendam menyediakan jalur pedestrian serta warung-warung makanan minuman. Kabarnya warung di Pantai Tanjung Pendam menyediakan kuliner khas Belitung berupa Gangan Ikan Ketarap. Ada pula taman bermain anak yang meskipun tidak mengesankan, namun mungkin cukup untuk menghibur anak-anak yang senang bermain.

pantai tanjung pendam belitung
Bang Karna duduk mencangkung di atas beton Pantai Tanjung Pendam. Sebuah kapal terlihat di kejauhan menghias cakrawala. Entah pulau apa yang terlihat berada di sebelah kiri kapal, namun mungkin itu yang disebut Pulau Kalamoa yang konon pernah menjadi sarang perompak dan dianggap mistis oleh sebagian penduduk Tanjung Pandan.

Sedikit agak ke sebelah kanan, ada dua orang gadis yang juga tengah duduk-duduk di beton pinggiran Pantai Tanjung Pendam. Nampaknya mereka juga menunggu tenggelamnya matahari. Semakin sore semakin ramai penduduk dan pejalan yang ingin menikmati suasana senja sambil bercengkerama. Sayang, langit tidak selalu bersahabat.

Kapal berukuran besar dan kecil tak henti-hentinya melintas di depan pantai, karena rupanya di sebelah kiri Pantai Tanjung Pendam adalah Muara Sungai Cerucuk dimana Pelabuhan Tanjung Pandan berada. Ketika sedang berdiri di tanggul pantai, secara tidak sengaja mata tertumbuk pada noktah gelap cukup luas di bawah permukaan air laut.

pantai tanjung pendam belitung
Ternyata noktah besar itu bergerak dinamis! Noktah itu ternyata adalah segerombolan ikan-ikan kecil yang jumlahnya mencapai ribuan. Mereka bergerak melipir pinggiran pantai, seperti kabut yang melayang di dalam air. Sungguh pemandangan yang menakjubkan melihat ribuan ikan kecil itu bermain dengan bebas di tepian pantai.

Ikan-ikan itu tak selamanya kompak dalam bergerak. Kadang ada sebaris ikan yang keluar dari gerombolannya. Saya sempat mengikuti pergerakan gerombolan ikan itu, dan terus dibuat berdecak kagum melihat pemandangan yang langka itu. Setelah beberapa lama di lokasi ini, saya kemudian mengajak Bang Karna untuk pindah lokasi.

Video Kabut Ikan di Pantai Tanjung Pendam Belitung :

pantai tanjung pendam belitung

Meskipun sabar menunggu, matahari terus bersembunyi sehingga tak ada pemandangan matahari tenggelam yang spektakuler. Beberapa hari kemudian, sebelum ke Pantai Tanjung Tinggi saya mampir kembali ke Pantai Tanjung Pendam. Kali ini Bang Junai yang menemani, dan ia membawa saya ke sebuah onggokan batu besar dengan tugu kecil dipuncaknya.

Di dekatnya terdapat tribun serta Patung Ikan dan Parang lambang Belitung. Patung lama berada di tempat yang sekarang menjadi Tugu Batu Satam, dan bentuknya berbeda dengan patung ini. Mudah-mudahan Anda beruntung saat menunggu senja di Pantai Tanjung Pendam. Jika pun tidak, suasana sore di sana akan cukup menghibur, sebelum santap malam.

Pantai Tanjung Pendam Belitung

Alamat : Desa Tanjung Pendam, Tanjung Pandan, Belitung. Lokasi GPS : -2.74314, 107.62427, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Rujukan : Peta Wisata Belitung . Tempat Wisata di Belitung . Hotel di Belitung. Galeri 18 foto Pantai Tanjung Pendam Belitung : 1.Mangkal, 2.Cakrawala, 3.Kabut Ikan, 4.Melintas, 5.Gemerlap, 6.Menunggu, 7.Beragam, 8.Ikan, 9.Tak Takut … s/d 18.Patung Ikan.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Bangka Belitung » Belitung » Kabut Ikan di Pantai Tanjung Pendam Belitung
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 8 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap