Jokowi, Dul, dan Belatung

Maaf ya Dul masih menyebutmu. Namun sampai titik ini mestinya kamu mengerti bahwa di jaman gegeran ini banyak orang cari pegangan. Jika pegangan kokoh, jernih dan sejuk datangnya dari orang sepertimu, yang dikenal luas, maka bleber gegeran bisa direm. Jangan malah bikin kusut.

Dul, apa Jokowi nangis bila kau tinggal? Nggak laah, kau tahu itu. Ia petarung, dan tetap maju perang meski sedikit orang setia di belakangnya. Kamu yang bakal nangis kalau terburu meninggalkan orang lurus dan baik sperti dia yang blum tentu ada di negri ini puluhan tahun lagi.

Banyak orang baik lurus mampu, namun jenis petarung seperti dia ini langka. Bisa kau bayangin apa jadinya kalau bukan dia yang dimajuin simbok kemarin? Jika pun pernyataan Jokowi dengan dilatari 6 dari 7 pendekar (sekarang tambah 2) itu belum memuaskanmu, tak apalah. Gift-nya bukan di kepintaran ngomong.

Namun siratan pesan tak terucap knapa ia sampai memanggil orang2 itu ke istana dan membentuk tim mestinya bisa kau tangkap.

Dul, setelah pilpres berakhir jarang aku ngomongin politik, karena sdh nggak relevan nanggepin haters yang nggak sembuh2, buang2 waktu dan mendekin umur saja. Haters sapiers nyinyirers biarin mekik2 sesukanya, woles saja. Namun Dul, presidenmu itu skarang nggak cuma ngadepin haters.

Jadi kalau teriak2 #savekpk #savepolri itu baru sepersekian benar, yang mestinya #savePresiden juga, karena naga2nya presidenmu itu sedang ngadepin belatung. Belatung ya Dul, bukan banteng, namun mungkin saja belatung2 keparat itu ada di tubuh banteng, atau ada di hewan lain. Kuatkan presidenmu maka bukan hanya kpk dan polri yang kuat, namun negri ini akan kuat.

Janganlah ikut2an melemahkan presidenmu, karena kalau belatung itu benar ada maka ia bakal makin buas dengan presiden yang lemah dukungan. Ingat ya Dul, bukan presidennya yang lemah, namun presiden yang dukungannya lemah. Lihat gambaran utuhnya, jangan cuma ngecupetin satu dua hal trus nglupain agenda besar Jokowi yang lain utk negri ini. Mlototin yang belum dikerjakan bagus, yang belum baik dikritisi juga bagus, namun mesti bijak dan jangan pernah patah.

Maren Badan Ekonomi Kreatif diresmikan. Pelayanan Terpadu Satu Pintu di BKPM pun sdh diresmikan; wilayah perbatasan mau dibangun; Maret nanti maunya jaringan kereta api trans Sumatera, trans Kalimantan, dan trans Sulawesi dimulai; Maret pula bayaran korban Lapindo diberesi; 5 dari 24 pelabuhan tol laut dibangun tahun ini; e-government mau diterapin; Inpres Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah udah terbit; dll, dst. Blom semua sempurna, perlu proses, namun gambaran besarnya mesti kau lihat. Si kurus bener2 kerja bangun negri ini.

Maaf ya Dul, aku cuma mau pesan satu: jangan kau biarkan presidenmu itu sendirian dan dilemahkan. Karena kutahu kau masih sayang dengan negri bobrokmu ini.

Akhirul kata, Wallahua’lam, dan Allah-lah Yang Mahatahu.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Politik » Jokowi, Dul, dan Belatung
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 23 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap