Jokowi, Dul, dan APBN P 2015

Dul, jujur baru di era Jokowi ini saya tertarik melihat APBN. Titik krusial bagi jalannya program pemerintah sudah berhasil dilewati, yaitu sudah disetujui APBN P 2015 oleh DPR beberapa hari. Ini patut disyukuri, karena Jokowi dan jajaran kementerian kini bisa fokus bekerja.

Ada sejumlah program pemerintahan Jokowi di tahun 2015 yang patut diketahui rakyat banyak, agar nyambung visinya dan mereka ikut membantu untuk mengawasinya. Karena itu kucuplikkan sejumlah program prioritas pemerintahan Jokowi itu supaya bisa disimak dengan lebih baik.

APBN P 2015

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat

I. Pembangunan sektor unggulan (kedaulatan pangan) Rp8.450,8 miliar, untuk:
– Pengembangan & pengelolaan irigasi
– Pembangunan/rehabilitasi waduk/embung
– Pengendalian banjir dan pengamanan pantai

II. Pemenuhan kewajiban dasar Rp9.108,0 miliar, untuk:
A Peningkatan kualitas kehidupan, yang mencakup:
– Pengembangan air minum
– Pengembangan penyehatan lingkungan permukiman
– Pengembangan permukiman (penanganan kumuh).
B. Rumah susun, rumah khusus dan peningkatan kualitas rumah

III. Pengurangan kesenjangan antarwilayah Rp10.000,0 miliar, untuk:
– Pembangunan infrastruktur jalan
– Pembangunan jalan wilayah perbatasan (Kalimantan dan NTT)

IV.Infrastruktur konektivitas Rp5.7 50,0 miliar, untuk:
– Pembangunan jalan bebas hambatan (kewajiban pemerintah)
– Penyelesaian pembangunan jalan tol akses Pelabuhan Priok
– Pembangunan jalan akses pelabuhan (Sorong, Kuala Tanjung, dan Maloy)

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Perhubungan

I. Pembangunan sektor unggulan (kemaritiman) sebesar Rp11.932,0 miliar, antara lain untuk:
– Tol laut (jaringan lalu lintas laut nasional)
– Pengadaan dan pembangunan berbagai jenis kapal (termasuk kapal patroli dan kenavigasian)
– Pengembangan pelabuhan di 77 lokasi tol laut, fasilitas pelabuhan, Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS), serta Vessel Traffic Service (VTS)

II. Pengurangan kesenjangan sebesar Rp2.141,6 miliar, untuk:
A. Antarkelas pendapatan, yang mencakup:
– Pelatihan berbasis kompetensi di sektor transportasi
– Pengadaan kapal latih multi purpose sebanyak 6 unit
– Pengadaan pesawat latih 51 unit dan suku cadang

B. Antarwilayah, yang mencakup: Pengembangan wilayah perbatasan dan rawan bencana

III. Infrastruktur konektivitas sebesar Rp6.892,5 miliar, untuk:
– Pengembangan infrastruktur perkeretaapian di luar jawa,
– Pengembangan jalur ganda lintas selatan Jawa
– Pengadaan 1.000 unit Bus Rapid Transit di 28 kota

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Pertanian

I. Pembangunan sektor unggulan (kedaulatan pangan) sebesar Rp16.858,7 miliar, antara lain untuk:
A. Peningkatan produksi, yang mencakup: Optimalisasi lahan:
– Penyediaan benih unggul untuk padi, kedelai, jagung, dan tebu
– Penyediaan semen beku dan sapi indukan
– Penyediaan pupuk
– Penyediaan alat dan mesin pertanian
– Pembangunan 1.000 desa mandiri benih

B. Kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi, yang mencakup: Perbaikan irigasi pada daerah lumbung padi (contoh: Cianjur, Pare-pare)

II. Pengurangan kesenjangan antar kelas pendapatan Rp60,0 miliar, untuk: Pelatihan (2 bln re-training ) di BLK atau pusat2 pelatihan lainnya

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

Pemenuhan kewajiban dasar sebesar Rp7.102,9 miliar, utk:
– Penambahan cakupan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yg menjangkau 19,2 juta siswa (meningkat 10 juta siswa dari rencana dalam APBN 2015)
– Biaya cetak kartu leaflet dan biaya pengiriman KIP

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Kesehatan

Pemenuhan Kewajiban Dasar di Bidang Kesehatan, melalui:
I. Perluasan PBI pada program Kartu Indonesia Sehat sebesar Rp422,6 miliar
– Kebutuhan tambahan PBI tahun 2015.

II Pelayanan Kesehatan Rujukan (Supply Side) sebesar Rp2.286,1 miliar, utk:
– Pemenuhan sarana, prasarana, dan peralatan RS rujukan nasional
– Pemenuhan sarana, prasarana, dan peralatan RS rujukan regional

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Kelautan Dan Perikanan

I. Dukungan pembangunan sektor unggulan (kedaulatan pangan) Rp110,0 miliar, utk:
Pembangunan 17 unit technopark & 9 unit science park

II. Pembangunan sektor unggulan (kemaritiman) sebesar Rp3.379,7 miliar, untuk:
A. Membangun gerakan nelayan hebat:
– Pengembangan 25 armada perikanan tangkap 30 GT di wilayah perbatasan;
– Sistem informasi nelayan pintar untuk akses informasi cuaca wilayah tangkap dan pasar di 100 sentra nelayan;
– Pengembangan sistem logistik ikan melalui penyediaan 1 buah cold storage di setiap sentra perikanan;
– Sertifikasi 30 ribu bidang tanah milik nelayan (biaya identifikasi)

B. Gerakan Kemandirian Pembudidayaan Ikan, antara lain:
– Penerapan cara budidaya ikan yg baik pada 8200 pembudidaya ikan tersertifikasi;
– Penjaminan mutu benih unggul pada 465 unit pembenihan rakyat dan unit pembenihan lainnya;
– Pemberantasan illegal fishing unregulated dan unreported fishing
– Peningkatan produksi perikanan;
– Mendukung operasi keamanan laut di perairan perbatasan
– Pembangunan 100 sentra perikanan
– Penerapan best aqua culture practices untuk komoditas unggulan
– Rehabilitasi kerusakan lingkungan pesisir dan kelautan;
– Pengembangan iklim usaha tangkap dan budidaya yang berkelanjutan
– Pengembangan industri pasca panen dan jaringan pemasaran terpadu;
– Pengembangan pulau-pulau kecil terluar dan kawasan konservasi;
– Swasembada garam industri;
– Pengembangan kapasitas SDMKP KKP

III. Pengurangan kesenjangan antarkelas pendapatan sebesar Rp360,0 miliar, untuk:
– Pelatihan di BLK atau pusat pelatihan lainnya; Pengembangan penghidupan berkelanjutan

Alokasi Tambahan Belanja Prioritas Kementerian Pariwisata

… pengurangan anggaran sebesar Rp360,1 miliar untuk pembentukan Badan Ekonomi Kreatif

Dul, saya terharu melihat program kerja prioritas Jokowi ini. Begitu banyak yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat kecil. Ada pula sektor yang selama ini tak mendapat perhatian yang layak dari pemerintah pusat, kini benar-benar diperhatikan.

Waktunya sekarang bagi Jokowi dan seluruh kementrian untuk berpacu dengan waktu, tanpa mengesampingkan kehati-hatian. Pengawasan di lapangan juga harus kuat. Sudah waktunya ABPN digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat banyak, tidak untuk dikorupsi.

Dul, kau bisa unduh versi pdf APBN P 2015 lengkap di sini. Gunakan Chrome, karena aku tak bisa unduh pakai Firefox. Kita doakan ya Dul agar semua program berjalan lancar. Amin.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Blog » Politik » Jokowi, Dul, dan APBN P 2015

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 23 Maret 2017. Tag: