Hulu Hilir Ahok dan Titik-Titik

Home » Blog » Politik » Hulu Hilir Ahok dan Titik-Titik
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Lur, semua pembelaan dan dukungan pada Ahok hulunya adalah percaya bahwa orang ini lurus, jujur, antikorupsi, berani mati lawan koruptor, adil, pintar, paling ngerti masalah Jakarta, paling pintar kelola CSR tanpa bocor (karena tak pernah terima dalam bentuk uang), dan paling siap benahi Jakarta. Dari soal pemakaian APBD dg e-budgeting yg susah dikorupsi, mengatasi banjir (terbukti jumlah titik banjir telah jauh berkurang, dan kali yang bersih), mengurangi macet, membangun sarana dan prasarana publik (Kalijodo, RPTRA, Masjid Fatahillah Balaikota, Masjid Raya Jakarta), hingga meningkatkan pelayanan masyarakat yang bebas pungli dari lahiran sampai kuburan.

Apa pun agamanya, ras dan sukunya, ia didukung karena punya hak dan kewajiban sama sebagaimana semua warga yang punya KTP lainnya. Hilirnya adalah orang-orang ini ingin agar DKI Jakarta terus berubah menjadi jauh lebih baik lagi dalam lima tahun mendatang, dalam banyak hal. Orang-orang ini tak ingin Jakarta berada di tangan pasangan yang belum teruji, terutama setelah merasakan sendiri hasil kerja fenomenal Ahok-Djarot yang dicapainya dalam waktu relatif singkat.

Mendukung Ahok-Djarot juga bisa dibilang mendukung Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Bayangkan betapa repotnya Jokowi jika DKI Jakarta sampai dikuasi oleh bekas menteri yang diberhentikan dari kabinet kerjanya, serta dikuasai oleh partai2 lawan dan ormas2 radikal.

Semua hujatan pada Ahok, hulu dan hilirnya orang-orang itu semua tahu apa sebab dan tujuannya, dan itu titik-titik.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 23 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »