Gua Sarabadak Baturraden

Lokasi Gua Sarabadak Baturraden masih berada di dalam kompleks Pancuran Pitu, Baturraden, bersebelahan dengan Gua Selirang yang letaknya berada di Tebing Belerang. Untuk menuju Gua Sarabadak kami menuruni undakan jalan setapak yang cukup curam di sisi kanan Tebing Belerang. Bisa juga turun dari sisi sebelah kiri

Tebing Belerang yang berwarna kekuningan terang itu terlihat jelas ketika kami menyusuri jalur pipa air menuju ke Kolam Tando PLTN Ketenger yang pemandangannya sangat indah. Jalur ini biasa dipakai penduduk yang berdagang di Pancuran Pitu, serta jalur treking para pejalan.

Kami ditemani seorang penduduk yang belakangan menawarkan diri menjadi penunjuk jalan untuk treking menuju sebuah situs, namun terpaksa saya tolak karena ketidakjelasan informasi waktu tempuhnya, dan khawatir waktu saya akan terpakai habis di tempat ini.

gua sarabadak
Asap putih mengepul dari aliran air panas yang berasal dari Pancuran Pitu, mengalir di sepanjang tebing kasar yang lebar.

Air panas mengandung belerang yang mengalir selama ratusan tahun tanpa henti ini menyisakan endapan belerang berwarna kekuningan pada tebing, sehingga kemudian disebut sebagai Tebing Belerang. Jika memandang lurus ke depan ketika menuruni undakan akan terlihat lembah hijau elok nun jauh di sana.

gua sarabadak
Dinding lumut tebal berwarna hijau kecoklatan menutupi tebing yang tidak terkena aliran air panas Pancuran Pitu, memberi keteduhan di mata pejalan dan menjadi penanda tingginya curah hujan di pinggang Gunung Slamet ini.

Tidak ada kesulitan dalam menuruni undakan menuju bagian bawah Tebing. Jalanan sudah ditata dengan cukup baik, dan pejalan akan dengan mudah menemukan lokasi Gua Selirang dan Gua Sarabadak ini meski tanpa pendamping.

gua sarabadak
Sebagian jalan setapak di samping tebing lumut cantik yang kami lewati ketika menuju Gua Sarabadak.

Tebing Belerang berada di sebelah tebing lumut ini, dan undakan menuju Gua Sarabadak terlihat di bawah sana.

gua sarabadak
Buih air panas mengalir di sepanjang Tebing Belerang dengan mulut Gua Selirang yang ada di ujung bawahnya.

Suasana sekitar masih sepi, belum banyak pengunjung yang datang ke tempat ini lantaran hari masih pagi dan hari itu bukan akhir pekan dan musim libur sekolah belum lagi tiba.

gua sarabadak
Penduduk yang menemani saya berdiri di depan Tebing Belerang yang memiliki kontur dan warna indah, serta terlihat sangat bersih karena dibasuh air panas yang terus mengalir tanpa henti sepanjang tahun.

Lubang Gua Selirang ada di sebelah kanan yang berwarna gelap, namun gua ini tampaknya tidak cukup dalam dan tidak pula dimasuki orang. Hanya saja pengunjung sering berdiri di depan mulut gua untuk mendapat guyuran air panas.

gua sarabadak
Pemandangan yang terlihat dengan berdiri menyamping Tebing Belerang, memperlihatkan sungai yang menampung aliran air panas dari Pancuran Tujuh.

Dari sini kami melanjutkan berjalan kaki dengan mendaki undakan berkelok yang tidak terlalu tinggi dan kemudian menurun lagi untuk sampai di depan Gua Sarabadak.

gua sarabadak
Akses jalan setapak ke mulut Gua Sarabadak ternyata masih ditutup sejak peristiwa longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga mulut gua hanya bisa dilihat dari jarak beberapa meter di depannya.

Tebing di bagian atas Gua Sarabadak memang terlihat tidak begitu kokoh, sehingga bisa dimengerti jika pengunjung dilarang masuk untuk alasan keselamatan. Seingat saya di dalam Gua Sarabadak inilah terdapat pertemuan aliran air panas dengan air dingin yang menjadi salah satu daya tarik gua ini.

gua sarabadak
Gerumbul di sisi depan Gua Sarabadak dimana kami berdiri ketika melihat lubang gua. Undakan di depan adalah jalan yang sebelumnya kami lalui dengan tengara bertuliskan Gua Selirang menggantung di atas sana.

Setelah beberapa saat berada di depan Gua Sarabadak, serta melihat sepintas air terjun kecil yang berada di sisinya, kami pun berjalan kaki mendaki kembali undakan ke atas bukit dimana terdapat Pancuran Pitu melewati rute yang berada di sisi kiri Tebing Belerang.

gua sarabadak
Pemandangan bagian atas Tebing Belerang, yang sebagian cadasnya masih ditumbuhi oleh lumut sehingga berwarna kehijauan.

Di atas sana adalah atap bangunan kolam rendam pribadi yang berada di ujung kiri area Pancuran Pitu. Setelah memberikan sedikit tips kepada penduduk yang menemani, kami pun beranjak pergi menuju tempat parkir.

sarabadak-10
Sebagian undakan yang kami daki ketika meninggalkan lokasi Gua Sarabadak di kompleks Pancuran Pitu.

Meskipun cukup melelahkan namun hawa dingin kawasan hutan wisata Baturraden serta pemandangan alam sekitar yang indah membuat perjalanan ke Gua Sarabadak dan Pancuran Pitu ini menjadi cukup menyenangkan. Jumlah undakannyapun saya kira lebih sedikit dibandingkan jumlah undakan yang ada di Air Panas Anak Gunung Kelud di Kediri.

Gua Sarabadak Baturraden

Alamat : Kawasan Pancuran Pitu, Baturraden, Bayumas. Lokasi GPS : -7.310087, 109.21784, Waze. Galeri : video. Rujukan : Peta Wisata Banyumas . Tempat Wisata di Banyumas . Hotel di Purwokerto.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Banyumas » Gua Sarabadak Baturraden

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 14 Juli 2017. Tag: