Cavetubing di Goa Pindul Gunung Kidul

Liburan panjang di bulan November lalu saya meniatkan diri untuk pergi ke Jogja dengan tujuan ke kawasan wisata Gunung Kidul. Daerah Gunung Kidul memang banyak mempunyai tempat wisata goa dan pantai yang kurang tereksplorasi untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. Saya kemudian memilih cavetubing di Goa Pindul Gunung Kidul.

Berangkat dari Kota Jogjakarta pada sekitar pukul 9 pagi menuju Gunung Kidul, kami langsung menuju ke lokasi Goa Pindul Gunung Kidul di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Setelah perjalanan 1,5 jam dari Jogja, tibalah kami di Wonosari kota.

Dengan mengikuti petunjuk arah, dari bunderan Siyono (bunderan dengan air mancur) belok kiri mengikuti jalan utama sampai menemukan pertigaan dengan tugu di tengah jalan, belok kiri. Jika tidak mau nyasar dan berputar-putar di sana, ketika sampai di Wonosari kota, cukup menelepon orang yang ada di wisata Goa Pindul dan mengatakan posisi sedang berada dimana, mereka akan segera meluncur dengan motor untuk memandu kita dengan selamat sampai di Goa Pindul.

Goa Pindul
Spanduk selamat datang di Goa Pindul. Untuk kelas pemula yang baru mencoba cavetubing, Goa Pindul adalah tempat yang cocok. Goa Pindul memiliki lintasan goa yang pendek dan pengelolaan goa yang (cukup) profesional karena sudah dilengkapi standar keselamatan minimal.

Sebagai tempat wisata yang baru berkembang, pihak pengelola sudah menyediakan safety jacket dan pemandu yang berasal dari pemuda setempat. Wisata Goa Pindul memang dikelola oleh dua Karang Taruna di Desa Bejiharjo dan baru berkembang satu tahun belakangan.

Pada waktu kami datang, sudah banyak orang yang mengantri masuk ke goa. Ada beberapa paket yang ditawarkan oleh mereka selain cavetubing Pindul, yaitu : Caving Sioyot dan Rivertubing Oyo. Kalau memiliki waktu sehari penuh, mungkin bisa mencobanya. Karena keterbatasan waktu yang dimiliki, kami hanya mencoba cavetubing Goa Pindul. Kami mengantri sekitar satu jam, sambil menunggu kami menikmati jajanan ala penduduk desa sekitar.

Goa Pindul
Bersiap memulai petualangan cavetubing Goa Pindul

Tibalah saatnya giliran kami masuk, saya bersama teman-teman berjumlah lima orang, mendapatkan satu guide penduduk lokal. Begitu juga dengan kelompok-kelompok lain. Kami berjalan ke arah sungai di bagian bawah, karena memang goa pindul adalah goa yang dialiri sungai bawah tanah.

Melihat keadaan tanah di sekitar goa yang gersang, saya tidak mengira bahwa ada sungai yang cukup besar dibawahnya. Dengan jumlah orang yang cukup ramai, ketakutan saya akan sesak dan panas di dalam goa tidak terbukti. Begitu berada di dalam goa, cuaca yang panas di luar berubah menjadi sejuk.

Kedalaman goa cukup bervariasi, mulai dari satu meter sampai dengan 12 meter. Ada tiga zona di dalam goa itu sendiri, zona terang, zona remang dan zona gelap abadi.  Ketiga zona ini masing-masing berjarak pendek.

Goa Pindul
Beranjak masuk ke dalam Goa Pindul, saya melihat stalaktit dan stalagmit, beberapa yang menurut saya menarik adalah stalaktit berupa relief candi yang terus meneteskan air dan stalaktit yang berbentuk otot manusia.

Karena goa ini baru dibuka, stalaktit dan stalagmit masih terjaga dan tidak banyak yang patah. Saya tidak bisa membayangkan jika ini dijadikan objek wisata yang komersial dan orang berbondong-bondong datang. Pihak pengelola harus berusaha keras melindungi stalaktit dan stalagmit itu dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Goa Pindul
Stalatit di langit-langit Goa Pindul yang bentuknya menyerupai deretan stupa-stupa kecil pada candi.


Stalaktit lain di Goa Pindul dengan bidang sisi halus, sebagian berujung lancip, sebagian lagi tumpul seperti terpotong.

Di tengah goa, terdapat “bolongan” ke atas yang mendapat sinar matahari langsung. Kami berhenti sejenak dan karena cukup dalam, kami bisa melompat dari bagian atasnya. Banyaknya orang yang mengantri di mulut goa membuat kami tidak bisa berlama-lama di dalam. Kami berada di dalam goa sekitar 45 menit, mungkin bisa lebih lama kalau tidak musim liburan.

Sesampainya di luar goa, kami sudah ditunggu oleh mobil pengangkut yang membawa kami ke tempat masuk semula. Rupanya goa ini melingkar, memutari satu kampung. Pengaturan lalu lintas masuknya sudah teratur dengan satu jalur masuk dan satu keluar sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Melihat banyaknya wisatawan yang datang pada saat liburan panjang, saya mengira dalam beberapa tahun ke depan tempat ini akan menjadi populer diantara pilihan kunjungan wisata di daerah Jogja dan sekitarnya.

Goa Pindul Gunung Kidul

Alamat : Dusun Gelaran, Desa Beji, Kecamatan Karang Mojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Lokasi GPS : -7.9292716, 110.6491723, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Gunung Kidul, Hotel di Yogyakarta, Peta Wisata Yogyakarta.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Yogyakarta » Gunungkidul » Cavetubing di Goa Pindul Gunung Kidul
Tag :

Oleh Rika Febriani. Tinggal di Jakarta, berasal dari sebuah kota di wilayah Sumatera Barat, merasa beruntung bisa berkeliling Indonesia, kadang bersama teman, kadang untuk urusan pekerjaan, dan banyak lagi yang terjadi dadakan. Lebih menyukai pantai ketimbang pegunungan. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 3 Agustus 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap