Gereja Tua Watumea Minahasa

Gereja Tua Watumea kami kunjungi dalam sebuah perjalanan menuju Bukit Kasih Minahasa, Sulawesi Utara pada Juli 2010 lalu. Gereja Tua Watumea, yang nama resminya adalah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat “Galilea” Watumea wilayah Tandengan, terletak di Desa Watumea, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Gereja Tua Watumea merupakan salah satu dari gereja tertua di Minahasa yang mulai dibangun pada tahun 1868, selesai pada tahun 1872, dan ditahbiskan oleh Pdt Rooker pada 8 Desember 1872. Pentahbisan Gereja Tua Watumea itu dihadiri oleh beberapa penginjil Zending di Minahasa, seperti N. Ph. Wilken, J.G. Schwarz, N. Graafand, J.N. Wiersma, dan F.H. Linneman.

Gereja Tua Watumea
Ornamen Ayam Jago di puncak atap Gereja Tua Watumea, yang juga dijumpai di gereja-gereja tua lainnya, berfungsi sebagai penunjuk arah dan sebagai pengingat bagi umat untuk tidak mengikuti jejak Petrus yang menyangkal Yesus.

Gereja Tua Watumea
Tampak depan Gereja Tua Watumea dengan papan nama terlihat di bagian sebelah kiri. Bangunan Gereja Tua Watumea ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu, dan sebelum diganti dengan seng, atap Gereja Tua Watumea saat diresmikan masih terbuat dari daun rumbia.

Gereja Tua Watumea
Ornamen kaca yang berada di atas pintu samping Gereja Tua Watumea, tempat kami masuk ke dalam gereja karena pintu depannya tertutup saat itu. Kaca-kaca berwarna ini dipasang pada tahun 1924 dan keasliannya masih tetap terjaga sampai sekarang.

Gereja Tua Watumea
Bagian depan Gereja Tua Watumea dengan mimbar panggung berbentuk cawan bersudut dan berhiaskan bebungaan di depannya. Mimbar kayu ini dibuat pada tahun 1872, saat bangunan Gereja Tua Watumea ini ditahbiskan.

Gereja Tua Watumea
Di sebelah kanan atas adalah tangga kayu menuju ke bagian dalam atap gereja dimana disimpan lonceng Gereja Tua Watumea yang dipasang pada tahun 1912. Kursi-kursi rotan yang menempel pada dinding Gereja Tua Watumea itu adalah sebagian dari 140 kursi rotan yang dibuat pada 1895 dan masih digunakan sampai sekarang.

Gereja Tua Watumea
Bagian dalam atap Gereja Tua Watumea yang seluruhnya terbuat dari susunan papan kayu, dengan titik lampu gantung di tengahnya yang dipasanag pada tahun 1924.

Gereja Tua Watumea
Ornamen tempat lampu yang dipasang di tiang-tiang penyangga Gereja Tua Watumea yang juga dipasang pada tahun 1924, bersamaan dengan pemasangan lampu-lampu gantung dan kaca-kaca berwarna.

Gereja Tua Watumea
Sebuah tengara yang menunjukkan bahwa Gereja Tua Watumea pernah dipugar pada 1982-1983, dan peresmiannya dilakukan oleh Prof. Dr. Haryati Subadio, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Gereja Tua Watumea
Bangunan utama Gereja Tua Watumea yang cantik dan anggun ini berukuran 22 x 11 meter, yang berdiri di atas tanah seluas 528 m2.

Gereja Tua Watumea ditetapkan sebagai gereja tertua di Minahasa oleh Dinas Kebudayaan pada Februari 1983, dan pada 4 Maret 2003 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-undang. Sempatkan untuk mampir di Gereja Tua Watumea saat Anda berada di Minahasa, dan jika ada pengurus gereja mungkin Anda bisa naik tangga dan memotret lonceng tua yang berada di dalam menara.

Gereja Tua Watumea

Alamat: Desa Watumea, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Telp 0431-3126123. Tempat Wisata di Minahasa, Peta Wisata Minahasa, Hotel di Manado

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sulawesi Utara » Minahasa » Gereja Tua Watumea Minahasa
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap